• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

LPS Tancap Gas di 2026, 7 Capaian Strategis Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:18
in Ekonomi
lps

LPS terus bertransformasi pada 2026 dengan memperkuat penjaminan, tata kelola, dan kontribusi strategisnya sebagai pilar stabilitas sistem keuangan nasional. Foto: Dokumen LPS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat perannya dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menopang stabilitas sistem keuangan nasional. Memasuki 2026, lembaga tersebut mencatat sejumlah capaian penting yang menandai semakin luasnya mandat dan kontribusi LPS terhadap perekonomian Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, 2026 menjadi momentum penting bagi LPS untuk melakukan transformasi, tidak hanya dalam memperkuat fungsi penjaminan simpanan, tetapi juga dalam menjalankan peran yang lebih luas sebagai salah satu pilar stabilitas keuangan nasional.

BacaJuga:

Dari Pedagang hingga Rekrutmen Pekerja, DPR Bongkar Dua Persoalan di Kawasan Industri

Energi Mega Persada Investasi USD200 Juta di HighPeak Energy

Surplus Dagang Indonesia di Agustus Meledak, Tembus USD3,55 Miliar

“Tahun 2026 menjadi tonggak penting transformasi LPS. Kami tidak hanya memperkuat fungsi penjaminan simpanan, tapi juga memperluas peran sebagai pilar stabilitas keuangan nasional. Ada tujuh capaian utama yang patut disyukuri,” ujar Anggito dalam keterangan video di akun Instagram resmi LPS, dikutip pada Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, salah satu capaian penting LPS adalah keberhasilan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2025. Capaian tersebut, kata Anggito, mencerminkan semakin kuatnya kinerja sekaligus tata kelola keuangan LPS. Penguatan tersebut juga tercermin dari peningkatan dana penjaminan yang mencapai 13 persen.

“Kinerja keuangan dan tata kelola keuangan terus menguat, ditandai dengan dana penjaminan yang meningkat hingga 13 persen,” katanya.

Selain aspek tata kelola, LPS juga terus meningkatkan profesionalisme dalam menangani bank bermasalah. Sepanjang periode tersebut, LPS menangani puluhan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS), baik melalui proses resolusi maupun likuidasi.

Anggito menekankan bahwa proses penanganan dilakukan secara cepat dan sigap dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan.

“LPS menangani puluhan BPR dan BPRS, baik dalam resolusi maupun likuidasi, dengan proses yang cepat, sigap, tanpa kegaduhan, dan menjaga kepercayaan masyarakat serta stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Di sisi internal, LPS juga terus memperkuat budaya integritas. Seluruh pegawai LPS telah memenuhi kewajiban penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan lebih cepat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen LPS dalam membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan profesional.

“Ini merupakan wujud komitmen terhadap tata kelola yang bersih dan profesional,” tutur Anggito.

Transformasi LPS juga terlihat dari semakin kuatnya mandat lembaga tersebut dalam mendukung upaya penyehatan bank. LPS kini memiliki ruang yang lebih besar untuk mengambil langkah preventif, termasuk melalui penempatan dana pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas.

Menurut Anggito, kewenangan tersebut penting untuk memastikan potensi persoalan di sektor perbankan dapat ditangani sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“LPS kini memiliki mandat yang lebih kuat untuk mendukung penyehatan bank, termasuk melalui penempatan dana pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas, sehingga stabilitas sektor keuangan dapat dijaga sejak dini,” terangnya.

Tak hanya sektor perbankan, LPS juga tengah mempersiapkan perluasan perlindungan masyarakat melalui program penjaminan polis asuransi. Persiapan program tersebut terus dipercepat agar dapat mulai beroperasi sesuai target.

Program penjaminan polis asuransi diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman yang lebih besar kepada masyarakat, tetapi juga ikut memperkuat kepercayaan dan ketahanan industri asuransi nasional.

“Persiapan program penjaminan polis asuransi terus dipercepat agar dapat mulai beroperasi sesuai target, memperluas perlindungan kepada masyarakat sekaligus memperkuat industri asuransi nasional,” ucap Anggito.

Pada sisi teknologi dan pengawasan, LPS juga mengembangkan Core Banking System untuk BPR. Sistem tersebut diproyeksikan menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat basis data, pengawasan, pelaporan, hingga proses resolusi BPR.

Pengembangan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya LPS untuk membangun mekanisme pengawasan dan resolusi yang lebih modern, efisien, serta mampu merespons perkembangan industri secara lebih cepat.

“Core Banking System untuk BPR menjadi fondasi penguatan basis data, pengawasan, laporan, dan resolusi BPR yang lebih tangguh, efisien, dan modern,” ungkap eks Wakil Menteri Keuangan itu.

Capaian terakhir yang disoroti Anggito adalah semakin luasnya kontribusi sosial LPS. Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari edukasi, program magang, beasiswa, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi.

“LPS terus memperluas kontribusi sosial melalui edukasi, program magang, beasiswa, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi untuk mendukung pembangunan sosial ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Dengan tujuh capaian tersebut, transformasi LPS pada 2026 menunjukkan arah lembaga yang tidak lagi hanya berfokus pada fungsi penjaminan simpanan. LPS juga semakin memperkuat kapasitasnya dalam pencegahan dan penanganan persoalan perbankan, memperluas perlindungan masyarakat, membangun infrastruktur digital, serta memberikan kontribusi sosial yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia. (her)

Tags: LPSPenjamin SimpananPerbankanstabilitas keuangan

Berita Terkait.

buruh
Ekonomi

Dari Pedagang hingga Rekrutmen Pekerja, DPR Bongkar Dua Persoalan di Kawasan Industri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:06
emp
Ekonomi

Energi Mega Persada Investasi USD200 Juta di HighPeak Energy

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:52
kapal
Ekonomi

Surplus Dagang Indonesia di Agustus Meledak, Tembus USD3,55 Miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:25
kneks
Ekonomi

KNEKS-LAN Siapkan Langkah Konkret Integrasikan Literasi Syariah ke ASN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:28
value
Ekonomi

Produk Ini Tawarkan Dana Fleksibel untuk Beragam Rencana Masa Depan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:27
menkop
Ekonomi

Menkop Dorong UNITA Jadi Pusat Pengembangan SDM dan Ekonomi Berbasis Koperasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:36

OLAHRAGA

novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Editor Dilianto
Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

INDOPOSCO.ID – Papan catur menjadi panggung persaingan sekaligus tempat Percasi DKI Jakarta memetakan kekuatan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51....

SelengkapnyaDetails
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    961 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.