INDOPOSCO.ID – Literasi ekonomi dan keuangan syariah mulai diarahkan menjadi bagian dari pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI untuk membuka ruang integrasi materi syariah ke dalam pembelajaran dan pengembangan kapasitas ASN.
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi KNEKS dengan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Senin (5/10/2026). Kolaborasi ini dinilai strategis karena LAN memiliki posisi penting dalam membentuk kompetensi dan kepemimpinan ASN.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo, mengatakan ekonomi dan keuangan syariah selama ini belum banyak masuk dalam pengembangan kompetensi maupun kepemimpinan ASN. Karena itu, LAN menyambut baik inisiatif KNEKS untuk memperluas literasi tersebut di lingkungan pemerintahan.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ASN dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas pemahaman sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.
“Dalam konteks pengembangan kapasitas ASN, LAN RI dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung peningkatan kompetensi dan literasi ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Emir.
Menurut Emir, kerja sama tidak berhenti pada sosialisasi. Sejumlah skema konkret tengah dibahas, mulai dari memasukkan materi ekonomi dan keuangan syariah ke program pembelajaran dan pelatihan ASN, menyusun modul, memanfaatkan Learning Management System (LMS) LAN RI, hingga menggelar webinar dan sosialisasi.
“Sejumlah peluang kolaborasi yang dibahas meliputi integrasi materi ekonomi dan keuangan syariah ke dalam program pembelajaran dan pelatihan ASN, pengembangan modul pembelajaran, pemanfaatan Learning Management System (LMS) LAN RI, serta penyelenggaraan webinar dan sosialisasi. KNEKS dapat dilibatkan sebagai narasumber dalam kegiatan literasi bagi ASN,” jelasnya.
Tri menilai penguatan literasi tersebut perlu segera diterjemahkan ke dalam langkah nyata. Materinya pun dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang bersinggungan langsung dengan keseharian ASN sebelum dikembangkan menjadi bagian dari kurikulum.
“Implementasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan ASN, kemudian dikembangkan melalui kurikulum dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Tri.
Menariknya, pembahasan juga bergerak dari ruang kelas menuju pembangunan ekosistem syariah di lingkungan LAN. Tri menyampaikan minat untuk melakukan sertifikasi halal kantin LAN, mendorong koperasi LAN berbasis syariah, sekaligus membuka opsi bank syariah untuk payroll PNS di lingkungan LAN.
“Pengembangan kurikulum dapat dilakukan melalui pendekatan co-creation antara KNEKS dan LAN RI. Sementara itu, modul pembelajaran melalui LMS memungkinkan materi diakses lebih luas sekaligus mendukung pemantauan jumlah dan perkembangan peserta yang menyelesaikan modul,” tutur Tri.
LAN RI juga mendorong agar literasi ekonomi dan keuangan syariah diberikan secara berjenjang. Sasaran pembelajaran tidak hanya ASN pada level tertentu, tetapi dimulai sejak CPNS hingga pejabat tinggi pemerintahan.
“Pendekatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman sejak awal karier ASN dan memperluas dampak literasi di lingkungan pemerintahan,” tambahnya.
Sebagai langkah berikutnya, KNEKS dan LAN RI akan menyusun kurikulum serta materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan ASN dan mengidentifikasi pilot project sebagai tahap awal integrasi literasi ekonomi dan keuangan syariah.
Kedua pihak juga akan mengeksplorasi pengembangan modul melalui LMS, webinar dan sosialisasi, serta penguatan landasan kebijakan agar integrasi literasi syariah dalam pembelajaran ASN dapat berjalan lebih sistematis.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman ASN, tetapi juga menjadikan lingkungan pemerintahan sebagai salah satu penggerak penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional. (her)

















