INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, keteladanan guru menjadi kunci dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Guru tak cukup hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus peradaban melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam webinar internasional bertajuk “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Peran Guru dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” yang digelar Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dikutip Minggu (4/10/2026).
Menurut Mu’ti, guru merupakan “Agent of Learning as well as Agent of Civilization”, atau agen pembelajaran sekaligus agen pembangunan peradaban. “Substansi pendidikan itu membangun peradaban, membangun karakter,” ujar Mu’ti.
Dia menjelaskan, sekolah harus menjadi ruang perjumpaan bagi murid dengan berbagai latar belakang. Perbedaan keyakinan, budaya maupun kondisi sosial tidak semestinya menjadi sekat, melainkan ruang bagi murid untuk belajar mengenal, menghargai, dan bekerja sama.
Mu’ti juga menekankan pentingnya toleransi yang otentik. Artinya, setiap orang tetap teguh dengan keyakinannya masing-masing, tetapi pada saat bersamaan mampu menghormati dan memberikan ruang bagi orang lain.
“Perbedaan itu tidak boleh menjadi pemisah, tapi menjadi kekayaan untuk kita bekerja sama satu sama lain,” tegasnya.
Menurut dia, konsep sekolah aman dan nyaman tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak juga harus aman secara sosial, spiritual, dan digital.
Karena itu, masih ujar Mu’ti, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Keluarga, masyarakat hingga media juga memiliki peran lantaran pengalaman anak di luar sekolah turut memengaruhi perilaku serta pembentukan karakternya.
“Penguatan budaya tersebut sejalan dengan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026,” terangnya.
Kepala Puspeka, Kemendikdasmen Rusprita Putri Utami menambahkan, murid tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat. Mereka juga perlu dilibatkan secara aktif dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Melalui Gerakan Rukun Sama Teman, murid didorong menjadi Sahabat Hebat yang saling mendukung dengan prinsip Look, Listen, dan Link. Yakni peka melihat teman yang membutuhkan dukungan, mendengarkan persoalannya, serta menghubungkannya dengan bantuan yang tepat.
“Budaya sekolah aman dan nyaman tidak lahir hanya dari regulasi. Budaya itu hidup dari relasi dan tindakan kita setiap hari. Dengarkan murid, cegah risiko sedini mungkin, dan respons dengan tepat,” kata Rusprita. (nas)
















