INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Jagoi Babang memastikan komoditas ekspor perikanan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga Agustus 2026 tetap terjaga. Melalui sinergi dengan BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang, Bea Cukai Jagoi Babang telah memfasilitasi ekspor 676,96 ton komoditas perikanan dengan total nilai ekspor mencapai Rp16,09 miliar.
Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, menyampaikan bahwa komoditas perikanan tersebut dikirim ke Malaysia oleh pelaku usaha umum ataupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan produk ekspor cukup beragam. Produk tersebut, antara lain udang, kepiting, kerang, bawal, kakap, cumi-cumi, tenggiri, kerapu, rajungan, sotong, ikan asin, serta berbagai jenis ikan dan hasil perikanan lainnya.
Arman menyampaikan bahwa fasilitasi ekspor tersebut merupakan bentuk pelaksanaan fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance. Menurutnya, keberagaman komoditas tersebut menunjukkan potensi hasil perikanan dari wilayah perbatasan untuk menembus pasar internasional
“Kami berupaya memberikan pelayanan dan fasilitasi yang optimal kepada pelaku usaha, termasuk UMKM, sehingga potensi produk perikanan dari wilayah perbatasan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas. Sinergi dengan BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang juga menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan ekspor berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Arman berharap aktivitas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui perluasan akses pasar dan peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan. “Bagi Bea Cukai, kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap kelancaran perdagangan internasional sekaligus pelaksanaan fungsi pelayanan dan pengawasan kepabeanan. Sementara bagi negara, peningkatan ekspor komoditas perikanan turut mendukung aktivitas perdagangan internasional, perolehan devisa, pemanfaatan potensi sumber daya lokal, serta pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,” imbuhnya.
Arman menegaskan Bea Cukai Jagoi Babang akan terus memperkuat sinergi dengan instansi terkait dan memberikan fasilitasi kepada pelaku usaha dalam rangka mendorong peningkatan ekspor dari kawasan perbatasan.
“Melalui pelayanan yang optimal dan kolaborasi lintas instansi, kegiatan ekspor diharapkan semakin berkembang sehingga mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional,” pungkasnya. (ipo)















