INDOPOSCO.ID – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Mochammad Azzari Jayabaya, memberikan suntikan motivasi bagi ribuan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banten untuk tidak minder dan tidak takut bersaing di tengah kerasnya persaingan ekonomi.
Pria yang akrab disapa Amal itu menegaskan, semua pengusaha besar hari ini juga berawal dari usaha kecil. Yang membedakan adalah kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan bertahan.
“Jangan pernah malu mulai dari kecil. Tidak ada usaha besar yang lahir langsung besar. Semua dimulai dari warung kecil, dari dapur rumah, dari ide sederhana. Yang penting jangan pernah berhenti bertumbuh,” ujar Amal penuh semangat dalam Rapimprov Kadin Banten baru baru ini di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Menurut Amal, tantangan UMKM saat ini bukan hanya soal modal, tetapi soal mentalitas. Banyak pelaku UMKM yang cepat menyerah ketika omzet turun, atau takut mencoba teknologi baru karena merasa gaptek.
“Jangan jadikan modal sebagai alasan untuk tidak maju. Modal terbesar kita adalah kemauan dan kejujuran dalam mengelola usaha. Kalau kita jujur mencatat keuangan, disiplin memisahkan uang usaha dan uang pribadi, rezeki itu akan mengikuti,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk tidak berjalan sendiri. Di era sekarang, kolaborasi jauh lebih penting daripada kompetisi yang saling menjatuhkan.
“UMKM itu harus saling menguatkan, bukan saling sikut. Kalau kita kolaborasi, pasar kita akan semakin luas. Kadin hadir di sini bukan untuk menggurui, tapi untuk menjadi rumah, menjadi jembatan agar UMKM Banten bisa naik kelas bersama-sama,” tegasnya.
Amal berpesan agar pelaku UMKM di Banten berani melek digital. Bukan karena ikut-ikutan tren, tapi karena dunia sudah berubah. Pelanggan kini ada di genggaman ponsel.
“Jangan anti teknologi. Belajar pelan-pelan tidak apa-apa. Hari ini belajar bikin pembukuan digital, besok belajar foto produk yang bagus, lusa belajar jualan online. Yang penting ada kemauan untuk berubah,” ucapnya.
Di akhir pesannya, Amal mengajak seluruh UMKM di Banten untuk bangga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
“Ingat, 90 persen ekonomi Banten digerakkan oleh UMKM. Kalian adalah tulang punggung. Kalau UMKM kuat, Banten maju. Kalau UMKM naik kelas, ekonomi kita berkualitas. Jadi jangan pernah remehkan usaha kalian sendiri,” pungkasnya membakar semangat.
Pesan tersebut disambut tepuk tangan meriah peserta Rapimprov yang mayoritas dihadiri pelaku UMKM, pengurus Kadin kabupaten/kota, dan mitra dunia usaha se-Banten. (yas)















