INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus mengakselerasi penguatan peran perguruan tinggi (PT) dalam mendukung pembangunan nasional. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digencarkan adalah pembentukan konsorsium perguruan tinggi berbasis kewilayahan di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan kepada indoposco.id melalui gawai, Minggu (20/9/2026).
Hingga saat ini, menurut Fauzan, tercatat sedikitnya lima wilayah LLDikti yang telah resmi membentuk konsorsium kampus. Langkah ini diharapkan dapat menyatukan potensi akademis agar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersinergi secara masif.
Ia menuturkan, skema konsorsium ini didasari oleh pemikiran bahwa kondisi kampus di Indonesia saat ini belum sepenuhnya menunjukkan progres optimal sebagai bagian dari ekosistem pembangunan.
“Kondisi perguruan tinggi di Indonesia ini kan belum menunjukkan satu progres yang bagus sebagai ekosistem pembangunan nasional. Karena belum masif menjadi ekosistem, gerakan kampus itu menjadi parsial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pergerakan perguruan tinggi, pemerintah, hingga dunia usaha dan dunia industri (DUDI) cenderung berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, potensi riset dan inovasi yang dihasilkan kampus kurang berdampak langsung pada pemecahan masalah di daerah.
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah mendorong agar perguruan tinggi bertransformasi menjadi pusat solusi pembangunan. Syarat utamanya adalah meleburkan ego sektoral dan bergabung dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
“Perguruan tinggi sebagai pusat solusi pembangunan tentu saja harus menjadi satu ekosistem, tidak bisa lagi bersifat parsial. Agar gerakan perguruan tinggi ini bisa masif dan dirasakan oleh masyarakat serta pemerintah, maka perguruan tinggi perlu membuat satu konsorsium sehingga gerakannya adalah gerakan bersama,” tegasnya. (nas)















