INDOPOSCO.ID – Antusiasme dan keberanian siswa SMAN 6 Pandeglang, Banten, dalam menyampaikan pertanyaan terkait kebijakan publik mendapat apresiasi dari Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah.
Rizki menilai, berbagai pertanyaan yang disampaikan para siswa dalam kegiatan Literasi Parlemen, Edu Day Perpustakaan DPR RI menunjukkan bahwa generasi muda semakin memahami isu kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan mereka.
Hal tersebut disampaikan Rizki saat menghadiri kegiatan yang digelar Perpustakaan DPR RI di SMAN 6 Pandeglang, Banten. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program edukasi untuk memperkenalkan fungsi, tugas, dan peran DPR RI sekaligus meningkatkan literasi keparlemenan, informasi, dan digital di kalangan pelajar.
Menurut Rizki, antusiasme siswa terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul selama kegiatan. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah pertanyaan mengenai program beasiswa, termasuk persyaratan memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah.
“Yang saya kaget, mereka sangat melek politik dan justru menanyakan saya terkait dengan program-program pemerintahan, salah satunya program beasiswa. Persyaratannya seperti apa untuk mendapat KIP Kuliah, untuk mendapatkan KIP dan lain sebagainya,” ujar Rizki, sebagaimana dikutip dari laman DPR RI, Minggu (20/9/2026).
Ia menilai, pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan generasi muda. Persoalan pendidikan, akses beasiswa, hingga berbagai kebijakan pemerintah menjadi isu yang mereka rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Selain persoalan pendidikan, para siswa juga menyampaikan beragam aspirasi dan cita-cita. Beberapa di antaranya tertarik mengembangkan usaha di bidang peternakan dan perikanan, sementara sebagian lainnya bahkan memiliki keinginan untuk terjun ke dunia politik dan menjadi anggota legislatif.
“Banyak yang pengen jadi pengusaha di bidang peternakan, perikanan, kemudian ada yang mau menjadi anggota legislatif. Kemudian tadi menanyakan tentang kebijakan pendidikan di pemerintah, undang-undang dan lain sebagainya,” katanya.
Rizki mengatakan, berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan proses penyusunan kebijakan dan pembentukan peraturan perundang-undangan.
Karena itu, menurutnya, kegiatan edukasi seperti Edu Day menjadi ruang penting bagi pelajar untuk memahami hubungan antara aspirasi masyarakat, kebijakan publik, dan kerja parlemen.
Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan Edu Day 2026 yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai fungsi dan peran DPR RI serta mendorong mereka menjadi warga negara yang cerdas dan aktif.
Politisi Partai Demokrat itu berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti pada pemahaman mengenai kelembagaan DPR. Lebih dari itu, pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara kritis dan konstruktif.
“Jadi dari dini, dari usia bangku sekolah sudah harus mulai melek politik. Dan saya rasa mereka semua sebenarnya melek politik, cuma politik mereka politik tentang kebijakan yang berdampak sehari-hari dan lain sebagainya,” pungkasnya.(dar)


















