INDOPOSCO.ID – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dari desa. Penguatan koperasi dinilai dapat membuka peluang usaha, memperluas distribusi pendapatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Jambi Talk bertajuk “2 Tahun Asta Cita, Bincang Publik dari Jambi: KDMP dan Pembangunan dari Desa” di D’Pathi Cafe, Kota Jambi, Rabu (28/10/2026).
Direktur Eksekutif Progress Indonesia, Taufiq Amrullah, mengatakan koperasi memiliki posisi penting dalam sejarah dan pembangunan ekonomi Indonesia. Gagasan penguatan koperasi telah berkembang sejak sebelum kemerdekaan, salah satunya melalui pemikiran Mohammad Hatta yang dikenal sebagai tokoh penggerak koperasi Indonesia.
Menurut Taufiq, pengembangan KDMP sejalan dengan Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antardaerah.
Ia menyebutkan, pemerintah mencanangkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. “Dicanangkan 80 ribu desa akan ada KDMP. Pada 2026 sudah ada 16 ribu koperasi di seluruh Indonesia,” ujar Taufiq.
Ia berharap keberadaan KDMP tidak sekadar menambah jumlah kelembagaan koperasi, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi produktif yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Semoga Asta Cita terwujud dan memberikan multiplier effect sehingga ekonomi bertumbuh berkali-kali lipat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Asosiasi KDMP Provinsi Jambi, Chudori, menyebutkan terdapat sekitar 1.700 koperasi desa di Provinsi Jambi. Jumlah tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Chudori, keberadaan koperasi perlu diarahkan agar mampu memperluas kesempatan usaha dan mendukung distribusi pendapatan secara lebih merata.
“Ada 1.700-an koperasi desa dan kami berharap bisa mendistribusikan pendapatan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan KDMP menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan dengan memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi kegiatan usaha masyarakat sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal.
Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai koperasi memiliki fungsi strategis dalam menyeimbangkan perputaran ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. “Koperasi adalah untuk menyeimbangkan perputaran ekonomi yang ada di kota dan desa,” kata Noviardi.
Menurutnya, penguatan koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.
Pembangunan ekonomi, kata dia, perlu memberikan ruang bagi wilayah perdesaan untuk berkembang sehingga aktivitas usaha dan perputaran ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan.
Diskusi publik Jambi Talk ini pun menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai peran koperasi dalam mendukung agenda pembangunan dari desa. Ke depan, keberhasilan KDMP diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan aktivitas ekonomi, memperluas peluang usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Melalui pengembangan KDMP, masyarakat berharap desa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dan usaha yang berlangsung di wilayahnya,” pungkas Noviardi. (dil)


















