INDOPOSCO.ID – Lima tahun Holding Ultra Mikro (UMi) menjadi momentum penguatan ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatat sebanyak 2,35 juta nasabah telah naik kelas menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi hingga Juni 2026.
Capaian tersebut merupakan hasil sinergi PNM bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Pegadaian dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro.
Melalui program tersebut, PNM selama ini menyasar perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha skala ultra mikro. Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi juga disertai pendampingan. Tujuannya agar nasabah mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan, perjalanan lima tahun Holding UMi menunjukkan bahwa integrasi tiga entitas dengan kekuatan berbeda mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Kami memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas. Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery dalam keterangan, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, sinergi tersebut membuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin luas. Nasabah yang sebelumnya berada di segmen ultra mikro secara bertahap dapat memperoleh layanan pembiayaan dan produk keuangan yang sesuai dengan perkembangan usahanya.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, kekuatan utama PNM terletak pada penggabungan pembiayaan dengan pemberdayaan. Sebab, pemberian modal tanpa dibarengi pengetahuan dan pendampingan dinilai belum cukup untuk mendorong kemandirian ekonomi nasabah.
“Pembiayaan bagi kami bukan sekadar memberikan modal. Ada proses untuk mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya memiliki kemandirian ekonomi,” kata Kindaris.
Dia menambahkan, keberadaan BRI dan Pegadaian turut memperkuat perjalanan nasabah PNM Mekaar. Nasabah yang sebelumnya belum memiliki akses perbankan kini dapat memiliki tabungan Simpedes UMi melalui kolaborasi PNM dan BRI.
Selain itu, lanjut dia, investasi melalui tabungan emas Pegadaian juga mulai diperkenalkan kepada jutaan nasabah. Dengan demikian, kebutuhan finansial nasabah dapat dilayani sesuai dengan tahap perkembangan usaha masing-masing.
Ia menyebut setiap nasabah memiliki perjalanan berbeda. Ada yang baru merintis usaha, mengembangkan bisnis, hingga siap beralih ke layanan keuangan yang lebih tinggi.
“Peran kami adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan yang sesuai pada setiap tahap perjalanan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput. Ketika usaha nasabah berkembang, kebutuhan bahan baku meningkat, transaksi dengan pemasok bertambah, bahkan sebagian usaha mulai membutuhkan tambahan tenaga kerja. (nas)














