INDOPOSCO.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya tiga aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
“Tentunya saya sebagai Menteri PAN-RB mengucapkan duka yang sangat mendalam dan mengecam peristiwa tersebut,” kata Rini Widyantini di Kantor Kementerian PANRB, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026).
Ia telah memerintahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memenuhi hak tiga orang ASN tersebut. Langkah cepat itu diambil agar seluruh hak kepegawaian, termasuk santunan dari PT Taspen, dapat diterima oleh pihak keluarga tanpa ada penundaan.
“Dan kami sudah koordinasi dengan Taspen dan BKN untuk tentunya segala semua hak-hak kepegawaian untuk bisa segera diselesaikan,” ucap Rini Widyantini.
Berdasarkan koordinasi terbaru, seluruh proses pemenuhan hak serta administrasi kepegawaian bagi ketiga korban dinyatakan telah rampung diselesaikan. “Dan hari ini saya sudah mendapatkan informasi sudah diselesaikan,” imbuhnya.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT saat rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya yang berjumlah 11 orang sedang dalam perjalanan pulang menuju Wamena, setelah meninjau lokasi cetak sawah dan mendistribusikan bantuan pangan/ternak bagi masyarakat di Distrik Muliama. Di tengah jalan, mereka diadang dan ditembaki oleh kelompok bersenjata yang diduga merupakan KKB dari wilayah Nduga.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejob telah memeriksa saksi korban yang selamat. Dari keterangan yang diperoleh, penyidik telah mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri terduga pelaku.
“Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran,” jelas Yusuf Sutejo terpisah dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).(dan)















