• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Anggaran Daerah Jadi Sorotan, OSO Dorong Kepastian DBH dan Dana Bencana

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 11 September 2026 - 21:11
in Nasional
oso

Ketua DPD RI periode 2017–2019 Oesman Sapta Odang (OSO) meminta Pemerintah Pusat memastikan pemenuhan anggaran daerah sesuai ketentuan demi menjaga kesinambungan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Foto: Tangkapan layar YouTube Official ILC

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Persoalan anggaran daerah kembali menjadi perhatian. Ketua DPD RI periode 2017-2019, Oesman Sapta Odang (OSO), meminta Pemerintah Pusat memastikan pemenuhan anggaran daerah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Menurut OSO, kepastian anggaran penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

BacaJuga:

Kementerian UMKM Bidik Waralaba sebagai Mesin Ekspansi Bisnis Lokal

PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Hal itu disampaikan OSO dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dikutip dari kanal YouTube Official ILC, pada Jumat (11/9/2026).

Dalam diskusi bertajuk “Anggaran Dipangkas, Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah Memanas”, OSO menyoroti keluhan pemerintah daerah terkait anggaran yang belum sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan dalam APBN.

“Keluhan Pemerintah Daerah terhadap Pemerintah Pusat antara lain tentang anggaran daerah, yang tidak dibagikan sesuai Undang-Undang APBN yang sudah disetujui untuk daerah. Sehingga daerah merasa kecewa, kemudian para kepala daerah berbondong-bondong datang ke Jakarta. Hal ini harus segera diatasi,” ujar OSO.

Mantan Wakil Ketua MPR itu menekankan pentingnya menempatkan hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam kerangka konstitusi. Ia merujuk Pasal 18 ayat 1 UUD 1945 mengenai pembagian wilayah dan pemerintahan daerah.

“Pasal 18 ayat 1 UUD 1945 mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas provinsi, provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang memiliki pemerintahan daerah,” jelas OSO.

OSO berpandangan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah merupakan satu kesatuan dalam penyelenggaraan negara. Karena itu, ia meminta alokasi anggaran daerah dapat disalurkan sesuai ketentuan.

“Tanpa adanya pemerintahan daerah, tidak akan ada NKRI. Karenanya, dalam APBN ada anggaran untuk daerah yang sudah dibuat dalam Undang-Undang APBN. Jadi, anggaran daerah itu wajib diberikan kepada daerah,” tegasnya.

Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) itu juga menyoroti dana bagi hasil (DBH). Menurutnya, mekanisme pembagian DBH perlu memastikan daerah memperoleh porsi yang proporsional, terutama karena kemampuan pendanaan setiap daerah berbeda.

“Karena sumber dana di daerah terbatas, maka perlu dipikirkan agar dana bagi hasil dipastikan dibagikan ke daerah dengan jumlah yang proporsional,” tutur OSO.

Selain anggaran reguler, OSO meminta kesiapan anggaran penanganan bencana menjadi perhatian. Ia mendorong kementerian dan lembaga memiliki anggaran yang siap digunakan ketika terjadi bencana alam.

“Anggaran bencana alam harus selalu standby dan menjadi prioritas di seluruh kementerian dan lembaga, tidak boleh ditunda-tunda sedikit pun. Sebab, rakyat percaya pada Pemerintah Pusat. Jangan kecewakan masyarakat daerah yang mengalami musibah,” pinta mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

OSO juga meminta Presiden Prabowo Subianto memastikan jajaran pemerintah merespons kondisi darurat secara cepat. Ia mengusulkan evaluasi bagi pejabat yang dinilai belum cukup responsif dalam penanganan bencana.

“Usulan saya, sebaiknya jika pembantu Presiden yang lambat membantu masyarakat yang kena bencana alam, sebaiknya diganti saja sama yang responsif,” tegasnya.

Ia turut mendorong adanya program nasional yang memperkuat solidaritas antardaerah saat terjadi bencana.

“Kalau satu daerah kena bencana, maka daerah lain juga ikut membantu meringankan sebagai bentuk toleransi sesama anak daerah dan anak bangsa. Untuk daerah, saya akan bersama kalian,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menilai dukungan anggaran tetap dibutuhkan daerah untuk membiayai layanan dasar masyarakat. Ia berharap penyaluran Transfer Keuangan Daerah (TKD) dapat disesuaikan secara bertahap dengan kebutuhan daerah.

“Kami memerlukan satu kewajaran tertentu dari Pemerintah Pusat, sedikit demi sedikit mengembalikan lagi TKD (Transfer Keuangan Daerah) yang telah dikurangi,” harap Bursah.

Bursah memahami pemerintah tengah memprioritaskan sejumlah program strategis nasional, seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan program ketahanan pangan.

Namun, menurutnya, penyesuaian TKD perlu memperhatikan kapasitas daerah dalam memberikan pelayanan publik.

“Bahkan beberapa gubernur menitipkan suara kepada saya supaya TKD dikembalikan seperti awal,” ungkap Bupati Lahat itu.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menuturkan perubahan TKD turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah. Ia menyebut Kota Bandung mengalami penurunan TKD hampir Rp 700 miliar pada tahun ini.

“Kita di daerah harus punya jejaring yang sangat kuat di Pemerintah Pusat. Sekarang, orientasinya lebih banyak pengendalian fiskal di pusat. Ya, kita di daerah hanya bisa menerima apa adanya, lalu bermain dalam gendang dan gelombang tersebut,” ucap Farhan.

Di sisi lain, ekonom eenior Fuad Bawazier menilai kapasitas fiskal antardaerah tidak seragam. Menurutnya, kebijakan anggaran perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing daerah.

Fuad mencontohkan DKI Jakarta, Bandung, dan Bali, yang memiliki kapasitas fiskal kuat dari sektor nonpertambangan. Sementara Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau memiliki kekuatan fiskal yang ditopang sektor pertambangan.

“Pokoknya hanya ada beberapa, kurang dari sepuluh jari istilahnya, yang memang bisa mandiri secara keuangan APBD-nya. Sebab itu, perlu ada kebijakan asimetris. Daerah-daerah yang merupakan pengecualian ini, bisa mendapatkan perlakuan berbeda dari daerah pada umumnya,” tutup Fuad. (her)

Tags: Anggaran DaerahDana BencanaDBHOSO

Berita Terkait.

bagus
Nasional

Kementerian UMKM Bidik Waralaba sebagai Mesin Ekspansi Bisnis Lokal

Jumat, 11 September 2026 - 23:23
hi
Nasional

PFI Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 22:12
ka
Nasional

Kunjungi SLH Gunung Moria, Wamendagri Dorong Anak-Anak Tanah Papua Jadi Agen Perubahan

Jumat, 11 September 2026 - 21:29
basarnas
Nasional

Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Kantor SAR Jakarta Kerahkan KN Antasena

Jumat, 11 September 2026 - 21:01
ribka
Nasional

Kemendagri Tegaskan Informasi Pendefinisian Ulang OAP Tidak Benar

Jumat, 11 September 2026 - 20:12
papua
Nasional

Tiga Pegawai Pertanian Ditembak di Papua, DPR: Negara Tak Boleh Kalah oleh Teror

Jumat, 11 September 2026 - 19:09

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    651 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    649 shares
    Share 260 Tweet 162
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Doli Larang Golkar Tapteng Ikut-ikutan Pemakzulan Masinton Pasaribu

    641 shares
    Share 256 Tweet 160
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.