• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dulu Hanya Jaga Napi, Kini Lapas Bekali dengan Keahlian

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 24 Agustus 2026 - 13:34
in Nasional
napi

Ilustrasi penjaga lapas. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dua dekade lebih mengabdi di Lapas Kelas IIA Garut membuat Asep Supriatna menyaksikan perubahan wajah pemasyarakatan dari dekat. Masuk sebagai perawat pada 2005, kini Asep menjabat Kepala Seksi Kegiatan Kerja.

Asep menuturkan, pada awal bertugas, pemasyarakatan lebih menitikberatkan pada aspek pengamanan dan pembinaan kepribadian. Sementara pembinaan kemandirian belum menjadi fokus utama.

BacaJuga:

Kemendikdasmen: OSN Jadi Ruang Pengembangan Talenta Murid

Waspadai, Konflik Kepentingan Jadi Pintu Penyalahgunaan Wewenang

Reformasi Pajak Berbasis Bukti Jadi Kunci Kemenkeu Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Perubahan mulai terasa sekitar 2010, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Dukungan kerja sama lintas kementerian membuat tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan semakin memadai. Lapas Garut bahkan memiliki dokter sendiri sekitar 2022.

Selama sekitar 15 tahun menjadi perawat, Asep kemudian beralih ke bidang kegiatan kerja. Ia melihat pembinaan kemandirian warga binaan kini jauh lebih berkembang.

“Kalau ada peralihan Kemenkumham ke Imipas yang saya sangat rasakan itu peningkatan pembinaan kegiatan kerja,” kata Asep dalam keterangan, Rabu (19/8/2026).

Saat ini, Lapas Garut memiliki 24 kegiatan kemandirian dan lebih dari 30 persen warga binaan terserap dalam kegiatan kerja. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya mengandalkan pelatihan dan peternakan ayam dengan tenaga kerja terbatas.

Untuk meningkatkan partisipasi, minat dan bakat warga binaan dipetakan sejak awal masuk lapas. Mereka kemudian diarahkan mengikuti pekerjaan sesuai kemampuan, termasuk produksi coir sheet berbahan serat sabut kelapa.

Bagi Asep, kegiatan kerja bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani pidana. Warga binaan juga mendapatkan premi sebagai bekal ekonomi setelah bebas.

Perubahan juga terjadi pada pola pendekatan petugas. Jika dulu petugas lebih diposisikan sebagai penjaga, kini pendekatannya lebih humanis.

“Kalau sekarang yang saya rasakan kita sebagai orang tua warga binaan, kadang menempatkan diri sebagai saudara mereka dan bahkan sebagai teman mereka,” ujarnya.

Namun, Asep menilai tantangan terbesar justru muncul setelah warga binaan bebas. Stigma masyarakat terhadap mantan narapidana masih kuat sehingga mereka kesulitan kembali ke lingkungan dan mendapatkan pekerjaan.

Karena itu, Asep berharap tersedia wadah kerja dan komunitas yang dapat menerima mantan warga binaan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh di lapas akan sia-sia jika tidak mendapat ruang untuk dikembangkan setelah bebas.

Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan organisasi sosial dalam pembinaan. Sebab, menurut Asep, warga binaan tetap memiliki hak atas pendidikan, kesehatan dan keterampilan.

“Karena kita juga memerlukan dukungan dari pihak eksternal. Warga binaan semuanya punya hak yang sama dengan yang tidak dipenjara,” pungkasnya. (nas)

Tags: Keahlianlapasnapi

Berita Terkait.

bali
Nasional

Kemendikdasmen: OSN Jadi Ruang Pengembangan Talenta Murid

Kamis, 17 September 2026 - 16:06
pemilu
Nasional

Waspadai, Konflik Kepentingan Jadi Pintu Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 17 September 2026 - 15:19
ITC
Nasional

Reformasi Pajak Berbasis Bukti Jadi Kunci Kemenkeu Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Kamis, 17 September 2026 - 13:05
Sakti-Wahyu
Nasional

Menteri Trenggono Beberkan Cetak Biru Pengelolaan Laut di Singapura, Targetkan Kawasan Konservasi 30 Persen pada 2045

Kamis, 17 September 2026 - 12:04
Mendagri
Nasional

Mendagri Dorong Pemda Terdampak Karhutla Segera Gunakan Bantuan Anggaran Penanganan

Kamis, 17 September 2026 - 11:03
Calon-Praja
Nasional

Jangan Sampai Gagal! Ini Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 dan Rincian Soalnya

Kamis, 17 September 2026 - 08:10

OLAHRAGA

Pemain-Persib
Olahraga

Persib Bekuk FC Seoul Lewat Laga Sulit, Tolic: Seperti Inilah Caranya

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 17 September 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Persib Bandung membuka kiprahnya di AFC Champions League 2 (ACL Two) 2026/27 dengan cara yang meyakinkan. Bermain jauh...

SelengkapnyaDetails
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13

Rabu, 16 September 2026 - 19:17
FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 15:43
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    3520 shares
    Share 1408 Tweet 880
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1200 shares
    Share 480 Tweet 300
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.