INDOPOSCO.ID – Kampus bergerak membantu penanganan pascagempa yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam membantu masyarakat terdampak bencana sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Langkah kampus bergerak dilakukan tidak hanya untuk memastikan keselamatan sivitas akademika dan keberlanjutan proses pendidikan, tetapi juga untuk memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung penanganan darurat di wilayah terdampak gempa.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa kampus bergerak hadir bersama masyarakat ketika bencana terjadi.
“Dalam situasi bencana seperti ini, perguruan tinggi harus hadir bersama masyarakat,” kata Brian dalam keterangan, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, keahlian, tenaga, dan semangat gotong royong yang dimiliki sivitas akademika dapat menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
“Keahlian, tenaga, dan semangat gotong royong sivitas akademika dapat menjadi kekuatan penting untuk mendukung penanganan darurat dan membantu masyarakat bangkit,” katanya.
“Inilah arah Diktisaintek Berdampak, ketika kampus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuh Brian.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah di NTT.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT per 18 Agustus 2026, sebanyak 69 orang meninggal dunia, 331 orang mengalami luka-luka, dan 34.689 orang terpaksa mengungsi. (nas)























