INDOPOSCO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan identifikasi terhadap sarana perdagangan yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) mengatakan, hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat 4 pasar yang mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Salah satu pasar yang mengalami kerusakan cukup serius, menurutnya, adalah Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai. Kerusakan pada sejumlah tiang penyangga membuat pasar tersebut untuk sementara waktu tidak dapat digunakan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pasar tersebut tidak digunakan untuk sementara waktu demi keselamatan masyarakat,” kata Busan dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Dia menegaskan, pemulihan sarana perdagangan menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan pascabencana. Pasar rakyat, kios, dan berbagai fasilitas perdagangan lainnya memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menurut Busan, aktivitas perdagangan harus segera dipulihkan setelah masa tanggap darurat berakhir agar para pedagang dapat kembali menjalankan usahanya dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, Kemendag juga terus memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah terdampak. Koordinasi dengan distributor, termasuk pelaku usaha di luar wilayah terdampak dan provinsi terdekat, terus dilakukan untuk memastikan distribusi tetap berjalan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk ritel modern, dan mereka menyampaikan pasokan masih aman. Saat ini, fokus ada pada penanganan darurat pascabencana,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kemendag menyerahkan bantuan senilai Rp250 juta melalui program “Kemendag Peduli”. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas keluarga besar Kementerian Perdagangan terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini merupakan tahap awal. Kami berharap penggalangan donasi dapat terus dilakukan, sehingga bantuan kepada masyarakat terdampak bisa terus mengalir,” ujarnya. (nas)






















