INDOPOSCO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memastikan, pemerintah akan menyediakan lahan untuk hunian tetap dan hunian sementara bagi korban bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Huntap maupun huntara, pasti kita akan menyediakan lahan yang available di sana (NTT),” kata Nusron usai Launching Transformasi Layanan dan Organisasi, Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak Terintegrasi, dan Organisasi Berbasis Wilayah di Kantah Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan, langkah tersebut diambil untuk melindungi hak dasar warga terdampak gempa atas tempat tinggal yang layak pascabencana.
“Karena ini masuk sekali lagi juga hak dasar rakyat membutuhkan tempat tinggal. Jangan sampai dia dirugikan akibat, menderita akibat bencana,” ujar Nusron.
Kendati demikian, pemerintah saat ini sedang melakukan penanganan tanggap darurat pascagempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT.
Penanganan darurat dipimpin langsung oleh kementerian terkait dan BNPB untuk evakuasi, pelayanan medis, serta distribusi logistik bagi warga terdampak.
“Pasti ya akan kita siapin (huntap). Tapi kan ini tahapnya belum ke sana. Tahapnya kita hari ini adalah mitigasi tanggap darurat dulu,” ujar Nusron.
Menurutnya, penyediaan lahan huntap dan huntara bagi korban bencana alam tersebut akan dilakukan sekitar 2 – 3 bulan mendatang. Pemerintah pusat masih fokus membentuk posko bencana nasional, pendirian rumah sakit lapangan dan pengiriman tenaga medis.
“Ini yang penting bagaimana obat-obatan, bagaimana pengungsian, bagaimana makan mereka, bagaimana selimut bagi mereka hari ini. Bagaimana itu. Itu soal huntap sama penyediaan tanahnya, 2 bulan mendatang kita akan siapkan. Oke,” imbuh politikus Golkar itu. (dan)























