• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:33
in Nasional
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Dok Bakom RI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Dok Bakom RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik Bawono Kumoro menilai istilah “surat kaleng modern” yang digunakan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari untuk menyebut sejumlah unggahan akun anonim di media sosial relevan jika dilihat dari substansi informasi yang disampaikan.

Menurut Bawono, sejumlah tudingan terhadap pejabat Bakom telah dibantah melalui penjelasan dan data yang berbeda dari narasi yang beredar di media sosial.

BacaJuga:

Ribka Haluk Tegaskan Kemendagri Kawal Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

22 Tahun DPD RI, Sultan: Suara Daerah Harus Tentukan Arah Indonesia

Jalin Kolaborasi Antar-Kementerian, Kemendagri dan Kementerian PU Integrasikan SIPD dengan SIPASTI-Pemda

Bawono menegaskan, kritik terhadap pejabat maupun lembaga pemerintah merupakan bagian dari kontrol publik yang harus dihormati. Namun, kritik tetap perlu didukung data yang akurat, konteks yang utuh, serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau kita melihat substansinya, istilah surat kaleng modern itu relevan karena informasi disampaikan melalui akun anonim dan sejumlah tudingannya ternyata tidak didukung data yang akurat. Kritik tentu harus dihormati, tetapi ketika angka, konteks, dan status seseorang disampaikan tidak secara utuh, maka informasi seperti itu juga harus diluruskan agar tidak membentuk persepsi publik yang keliru,” kata Bawono di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Ia menilai munculnya berbagai isu terhadap Bakom tidak terlepas dari posisi lembaga tersebut dalam mengorkestrasi dan menyelaraskan komunikasi berbagai kebijakan strategis pemerintah di ruang publik.

Karena itu, menurut Bawono, setiap tudingan yang beredar melalui akun anonim perlu diuji berdasarkan fakta dan penjelasan yang tersedia, bukan langsung dianggap sebagai kebenaran.

Salah satu informasi yang telah diluruskan Bakom berkaitan dengan tudingan bahwa Deputi I Bakom memasukkan 30 orang yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Qodari dalam konferensi pers pada Rabu (30/9/2026) menjelaskan, Bakom hanya memiliki anggaran untuk penambahan 15 orang yang harus dibagi ke dalam empat kedeputian. Sementara di Deputi I, sejauh ini baru terdapat tambahan empat orang.

Informasi lain menyebut adanya alokasi anggaran media sebesar Rp60 miliar yang dikelola untuk agensi tertentu. Bakom membantah informasi tersebut dan menjelaskan bahwa belanja media merupakan belanja institusi yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan pemerintah.

Proses pengadaan tersebut, menurut penjelasan Bakom, juga melibatkan kelompok kerja di Kementerian Sekretariat Negara serta konsultasi dengan lembaga terkait.

Tudingan lain menyangkut Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono yang disebut memiliki persoalan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bakom menjelaskan Timothy pernah dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara yang berkaitan dengan pamannya, bukan sebagai pihak yang berstatus tersangka dalam perkara tersebut.

“Kalau disebut ada 30 orang, sementara kapasitas penambahannya hanya 15 orang untuk empat kedeputian, atau seseorang disebut bermasalah secara hukum padahal kapasitasnya adalah saksi, tentu publik harus melihat kembali akurasi informasinya. Jangan sampai sebuah tudingan dianggap sebagai fakta hanya karena beredar luas di media sosial,” ujar Bawono.

Bawono mengatakan perbedaan antara narasi yang beredar dengan penjelasan faktual tersebut menjadi alasan masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi yang bersumber dari akun anonim.

Ia juga menilai penyebaran isu negatif terhadap Bakom berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

“Dengan munculnya isu-isu miring terhadap Bakom di media sosial, maka diharapkan publik luas akan terpengaruh sehingga terjadi delegitimasi terhadap badan tersebut. Semua ini ditargetkan akan berujung kepada ketiadaan public trust terhadap segala hal baik itu informasi maupun narasi yang disampaikan oleh pemerintah,” kata Bawono.

Meski demikian, Bawono menegaskan keterbukaan terhadap kritik tetap penting bagi penguatan Bakom. Menurut dia, perlu dibedakan antara tudingan yang tidak didukung data akurat dengan kritik publik yang memiliki dasar dan dapat menjadi bahan evaluasi.

Salah satunya terkait sorotan terhadap gaya hidup pejabat Bakom. Dalam persoalan tersebut, Qodari telah mengakui adanya kelalaian dalam mengingatkan jajaran, menyampaikan permohonan maaf, memberikan teguran, serta meminta seluruh pejabat Bakom lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan menampilkan kehidupan pribadi di ruang publik.

“Dalam soal gaya hidup, memang ada hal yang perlu menjadi evaluasi. Saya kira sikap Qodari yang meminta maaf, menerima kritik dan memberikan teguran kepada jajarannya menunjukkan keterbukaan terhadap koreksi. Jadi harus dibedakan antara kritik yang memang harus diperbaiki dengan tudingan anonim yang datanya tidak akurat,” jelas Bawono.

Ia menilai langkah tersebut penting sebagai bagian dari upaya preventif untuk menjaga kredibilitas lembaga dan mengantisipasi munculnya persoalan serupa di kemudian hari.

“Hal itu penting sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi munculnya tudingan isu-isu miring lainnya di masa mendatang,” tutup Bawono.(dil)

Tags: Bakom RIMuhammad QodariSurat Kaleng Modern

Berita Terkait.

“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

Ribka Haluk Tegaskan Kemendagri Kawal Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:37
“Surat Kaleng Modern” untuk Bakom Ramai di Medsos, Pengamat Ingatkan Publik Cek Akurasi
Nasional

22 Tahun DPD RI, Sultan: Suara Daerah Harus Tentukan Arah Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:04
Jalin Kolaborasi Antar-Kementerian, Kemendagri dan Kementerian PU Integrasikan SIPD dengan SIPASTI-Pemda
Nasional

Jalin Kolaborasi Antar-Kementerian, Kemendagri dan Kementerian PU Integrasikan SIPD dengan SIPASTI-Pemda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:06
Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gubernur Banten: Sosok Tegas dan Humanis
Nasional

Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gubernur Banten: Sosok Tegas dan Humanis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:48
Tantangan Kapolri Jenderal Suyudi: Ada Gap 14,9 Persen antara Kepercayaan dan Kepuasan Layanan Polri
Nasional

Tantangan Kapolri Jenderal Suyudi: Ada Gap 14,9 Persen antara Kepercayaan dan Kepuasan Layanan Polri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:55
Tidak Hanya di Kota Besar, Kebutuhan Pembiayaan Masyarakat Meluas ke Daerah 
Nasional

Tidak Hanya di Kota Besar, Kebutuhan Pembiayaan Masyarakat Meluas ke Daerah 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:31

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.