INDOPOSCO.ID – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta skuad Garuda memberikan penghormatan bagi para korban tragedi Stadion Kanjuruhan saat berhadapan dengan Bangladesh pada laga ketiga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026).
“Jadi, menurut saya, penting bagi para pemain untuk memberikan penghormatan dengan cara yang tepat (hari ini), sekaligus mengambil langkah besar untuk negara ini dan untuk orang-orang yang telah kehilangan nyawa mereka,” kata John Herdman di Jakarta dikutip Kamis (1/10/2026).
Ia menegaskan, bahwa timnya merupakan cerminan dari wajah sepak bola Tanah Air. Karena itu, peristiwa di Kanjuruhan menjadi perhatian dunia dan terdengar saat ia masih melatih di Kanada.
“Tim ini merupakan representasi dari sepak bola di negara ini. Bahkan ketika saya masih berada di Kanada, di Amerika Utara, kami sangat mengetahui apa yang terjadi di sini,” ujar John Herdman.
Ia bahkan pernah berdiam diri sejenak untuk memanjatkan doa setelah mendengar tragedi tersebut. Menurutnya, kejadian Kanjuruhan merupakan pelajaran mahal yang pantang untuk dilupakan
“Kalau kita melupakan, kita tidak akan belajar. Saya ingat pernah melakukan momen mengheningkan cipta sendiri dalam sebuah pertandingan,” imbuh pelatih asal Inggris itu.
Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. Peristiwa itu menelan korban jiwa sebanyak 135 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, akibat kepanikan massal dan desak-desakan setelah aparat menembakkan gas air mata ke arah tribun.
Terdapat enam orang tersangka yang ditetapkan oleh kepolisian dalam kasus tragedi Stadion Kanjuruhan. Mereka adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, serta tiga personel kepolisian, yaitu Kompol Wahyu Setyo Pranoto, AKP Bambang Sidik Achmadi, dan AKP Hasdarman.(dan)















