• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Tepat Waktu

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:00
in Disway
disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Plong! Itulah perasaan ”pasar uang” setelah Presiden Prabowo berpidato di depan sidang pleno MPR kemarin.

Tidak ada kejutan yang mengagetkan pasar uang.

BacaJuga:

Zhu Rongji

Sutrimo Winda

Deleg Deleg

Tambang ilegal memang masih disorot tajam: bongkar saja kalau ada jenderal yang mem-backing-i 1000 Tambang ilegal.

Rupanya suara-suara bahwa di balik tambang ilegal selalu ada pundak berbintang sampai juga ke telinga presiden.

Meski badan tidak lebih langsing, tapi Presiden Prabowo terlihat sangat sehat. Wajahnya segar. Apalagi dengan jas biru tua, baju biru muda, dan dasi warna biru pertengahan antara birunya hem dan birunya jas.

Yang sukses melangsingkan badan adalah Presiden SBY. Sampai pakaiannya terasa kebesaran. “Bapak langsing sekali,” bisik saya kepada beliau saat bertemu tahun lalu. “Terima kasih,” jawabnya lirih. “Baiknya bapak ganti ukuran baju,” bisik saya lagi.

Sebenarnya saya ingin mengamati baju Presiden SBY di sidang pleno MPR kemarin: sudah pakai ukuran yang lebih kecil atau belum. Ternyata beliau tidak hadir. Bu Mega juga tidak hadir. Padahal biasanya bergantian siapa di antara keduanya yang tidak hadir.

Ternyata Pak SBY sedang di luar negeri. Toh sudah ada putranya, Menko Agus Harimurti Yudhoyono. Sedang Presiden Megawati beralasan karena ada ”acara lain”. Toh sudah ada putrinyi, Puan Maharani yang juga ketua DPR.

Hanya Presiden Jokowi yang hadir. Juga terlihat sangat sehat. Sedang putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, duduk di tempat selayaknya seorang wakil presiden. Ia bangkit dari tempat duduknya saat Presiden Prabowo menyapa namanya di urutan pertama.

Tentu banyak yang waswas: jangan-jangan Presiden Prabowo lupa bahwa kemarin itu hari Jumat. Pidatonya tidak boleh melewati pukul 11.45 –mendekati waktu salat Jumat bagi yang muslim. Ternyata Presiden Prabowo tahu itu. Ketika pihak protokol memberi kode bahwa waktu pidatonya hampir habis Presiden Prabowo merespons: ”azannya pukul 12.00. Sekarang masih pukul 11.40”.

Presiden memang diingat sering berimprovisasi dalam berpidato sehingga lebih panjang dari jadwal.

Presiden yang pidatonya paling tertib adalah Soeharto. Bisa dipastikan tidak lebih satu menit pun. Akibatnya sering dianggap terasa monoton.

Presiden SBY juga tergolong tertib acara. Tertib jadwal.

Kelihatannya ”gaya Amerika” mulai dimasukkan dalam pidato tahunan Presiden Prabowo kali ini. Di Amerika sudah jadi kebiasaan: beberapa ”orang biasa” jadi tamu VIP. Lalu di tengah-tengah pidatonya Presiden menyebut nama rakyat kecil yang sedang dipahlawankan itu. Nama yang disebut pun berdiri. Hadirin bertepuk tangan riuh. Lalu Presiden menguraikan secara singkat jasa besar orang biasa itu.

Di sana ada kebiasaan tahunan: Presiden berpidato di depan Kongres –gabungan antara House of Representative dan Senat –mirip DPR dan DPD di Indonesia. Hanya saja, di sana, Senat punya kekuasaan jelas dan nyata. Di Indonesia DPD masih berjuang untuk bisa seperti Senat –kekuasaannya.

Di Amerika pidato tahunan itu biasanya di awal tahun: lebih sering di bulan Februari. Itu semacam laporan presiden mengenai apa yang sudah dilakukan selama setahun dan apa yang akan dilakukan setahun ke depan.

Tentu Presiden Amerika juga membanggakan program apa yang sudah berhasil dicapai. Biasanya anggota Kongres dari partai pendukung memberikan tepuk tangan meriah. Mereka juga sering bertepuk sambil berdiri –standing ovation.

Sebaliknya, setiap kali kisah sukses itu dianggap dilebih-lebihkan –apalagi kalau dianggap nggombal– anggota Kongres dari partai minoritas meneriakkan ‘huuuuu’ sambil mengacungkan tangan dengan jempol ke bawah.

Di pidato Presiden Prabowo kemarin tidak satu pun yang memberikan reaksi ”huuu”. Entah kalau di dalam hati. Sedang ”rakyat biasa” yang jadi tamu VIP semuanya anak kecil. Yakni siswa Sekolah Rakyat –sekolah SD khusus untuk anak orang paling miskin. Baru di zaman Prabowo ada sekolah jenis ini.

Presiden Prabowo memperkenalkan mereka ke sidang pleno. Semua bertepuk tangan. Yang laki-laki bernama Rizky. Kalau berangkat sekolah ia harus naik sepeda puluhan kilometer dengan membawa 30 kg barang yang harus dijual. Sebelum dimasukkan sekolah rakyat Rizky belum bisa membaca dan berhitung.

Siswa yang perempuan dari Majene, Sulsel: Dewi Lestari. Anak ini dipuji Presiden sebagai juara karate tingkat kabupaten. Umurnyi baru 10 tahun. “Pacarannya kelak kalau sudah ban hitam ya,” pinta Presiden. “Agar tidak ada yang berani ganggu kamu,” tambahnya bernada gurau. Di usianyi itu Dewi harus bekerja keras karena ibunyi penderita disabilitas.

Presiden memang ngotot agar Sekolah Rakyat seperti itu berdiri di setiap kabupaten. Presiden juga banyak membangun SMA Unggulan ”Garuda” dan SMA International sebagai peningkatan dari SMA yang sudah ada.

Presiden juga memuji sejumlah BUMN yang labanya naik drastis, ada yang sampai 900 persen. Misalnya PT Timah. Berarti pembenahan pertimahan –termasuk pembongkaran korupsi di tambang ilegal di Bangka– sangat berhasil.

Amran Sulaiman menjadi bintang pujian karena program pangannya dinilai sangat sukses. Termasuk turunnya harga pupuk sampai 20 persen –padahal laba PT Pupuk Indonesia naik 200 persen.

Banyak yang menggembirakan dari pidato tahunan Presiden Prabowo. Terutama soal durasinya yang tepat waktu. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 14 Agustus 2026: Zhu Rongji

Wilwa

Prestasi Zhu Rong Ji 朱容基: 1) Memberantas korupsi saat jadi PM plus Gubernur Bank Sentral 2) Membenahi 5 Bank Pemerintah sehingga kini 4 dari 5 bank tersebut masuk sebagai Top 5 Banks dengan asset terbesar di dunia. 3) Menangani krisis moneter 1997/1998 dan berhasil meredam aksi George Soros serta menjinakkan inflasi. 4) Membawa Tiongkok masuk WTO 2001 yang terbukti membuat Tiongkok menguasai perdagangan dunia walau awalnya banyak kader partai yang khawatir Tiongkok diserbu produk impor dan menuduhnya menjual negara serta mengkhianati negara. 5) Merampingkan BUMN dengan menjual BUMN yang terus merugi ke Swasta walau harus memecat sekitar 40 juta pegawai negeri untuk perampingan itu dan menuai banyak kecaman. Begitulah prestasi figur yang menurut Henry Kissinger mantan Menlu USA sebagai pemikir yang tajam yang menjalankan program reformasi paling signifikan dalam sejarah modern manusia. Rest In Peace Zhu 朱 the Smelter 镕 Foundation 基 of China.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

TAHUN 1989: ZHU DAN JIANG ZEMIN, “BERDUET” MEMBUAT PRESTASI BESAR DI SHANGHAI.. Ini bagian penting dari hidupnya. Ketika terjadi demonstrasi besar di Beijing pada 1989, Shanghai juga mengalami gejolak. Namun cara penanganannya relatif berbeda. Shanghai mampu mengakhiri demonstrasi tanpa kekerasan besar seperti yang terjadi di Beijing. Zhu dan atasannya saat itu, Jiang Zemin, berduet, memperoleh reputasi positif di dalam struktur Partai karena mampu menjaga stabilitas Shanghai. Peristiwa 1989 kemudian justru menjadi salah satu jalan yang membawa Jiang Zemin ke puncak kekuasaan. Dan beberapa tahun kemudian: 1) Jiang Zemin menjadi Presiden. 2) Zhu Rongji menjadi Perdana Menteri. Duo inilah yang kemudian mengelola salah satu fase paling menentukan dalam sejarah ekonomi Tiongkok.

heru pujihastono

Sebenarnya falsafah Tiongkok tak jauh dengan falsafah tembang Jawa. Kalau sdh masa manis/ emas / kuasa dikenal dengan fase Dandang Gula ( dandang= panci). Setelah itu tembang Jawa mengarah ke ” Durma” banyak berderma. Kemudian “Pungkur” yaitu = ngungkuri / mundur dr kekuasaan utk kontemplasi. Falsafah tembang Jawa berikutnya: Megat ruh ( pisah dg ruh) harus sadar sebentar lagi mati. Terakhir ” Pocung” dipocong / dibungkus kain putih. Kalau difahami seperti ini TDK perlu , jangankan hanya selembar kertas. Yang bikin gaduh. Bahkan pocong yg sdh terkubur pun harus di ekhkumasi. Tidak akan ada. Semua sdh legawa, Pungkur. Sayang sebagian kembali ke atas tata urutan falsafah tembang Jawa, kinanthi ( mencari identitas) . Makin rusak ketika ditambah ” asmaradana” fase asmara. Monggo para perusuh.

Lagarenze 1301

Kata “bertemu” seharusnya digunakan untuk kondisi saling melihat. Mata dengan mata. Pak Dis dalam kalimat pertama CHD hari ini menggunakan subjek orang pertama tunggal. Saya. Normalnya: keduanya bersemuka. Muka Dahlan Iskan dan muka Zhu Rongji. Lain halnya jika seratus pengusaha bertemu di ajang seminar. Kata “bertemu” menjadi kiasan. Menghidupkan kata “hadir”. Apakah penggunaan kata “bertemu” di awal kalimat CHD salah? Tidak. Itu gaya menulis Pak Dis. Hook di awal tulisan. Toh di kalimat selanjutnya pembaca sudah maklum. Pak Dis hanya datang menonton. Melihat Zhu Rongji dari kejauhan. Dan, merasa ge-er sudah bertemu. 🙂

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

JADI, SIAPA SEBENARNYA ZHU RONGJI? Menurut saya, kalau harus diringkas: 1) Zhu Rongji adalah teknokrat yang berani melakukan pekerjaan yang tidak disukai politisi. 2) Ia tidak terlalu mengejar popularitas. 3) Ia mengejar efisiensi. 4) Ia berani menutup perusahaan negara. 5) Berani memangkas birokrasi. 6) Berani merombak bank. 7) Berani mengubah sistem pajak. 8) Berani membuka ekonomi. Dan yang paling penting: Berani memasukkan Tiongkok ke dalam kompetisi ekonomi dunia. Tetapi reformasi itu tidak gratis. 1) Jutaan pekerjaan hilang. 2) Ketimpangan meningkat. 3) Model pembangunan menjadi sangat bergantung pada investasi, ekspor dan kemudian properti. Maka penilaian paling adil terhadap Zhu bukan: “Zhu adalah pahlawan.” Juga bukan: “Zhu adalah biang masalah.” Lebih tepat: ZHU RONGJI ADALAH SALAH SATU TEKNOKRAT YANG MEMBANTU MENGUBAH TIONGKOK DARI NEGARA BESAR YANG MISKIN MENJADI CALON RAKSASA EKONOMI DUNIA. Dan mungkin kalimat yang paling menarik adalah ini: 1) Zhu tidak membangun Tiongkok modern sendirian. 2) Tetapi tanpa Zhu, jalan menuju Tiongkok yang kita lihat sekarang kemungkinan akan berbeda.

Taufik Hidayat

Artikel abah Kai ini membicaakan tentang Nanjinh pada awal 2000 an dan perkebangannya kemudian. Jadi inga Mt pernah je Nanjing 2010 lalu, dan Ana King sudah lumayan cantik. Sudah Ada metro walau masih dua jair kalau gak salah. Dan asyiknya kalau sore banyak lansia menari dan olahraga di halaman mal. Saya ingat menuju ke masjid Jingjue yang di dibding halaman Ada surat Al Ikhlasnya. Nah tanpa rencana lebih dulu dari Nanjing saya kemudian akan ke Shanghai dan beli tiket kereta langsung di stasiun . Saya Bahkan sempat salah beli tiket karena terbalik antara Ming Tian dan Jing Tian. Tapi di Tiongkok memang lebih baik walau salah dan sudah dicetak boleh diganti tanpa denda. Di Nanjing pula saya sempat mampir ke makan sun yat sen yang tidak kalah besar dan megah dengan makam kaisar.

Abu Faiz

Setelah baca Disway pagi ini, jgn2 Prabowo malah berpikir, dulu penulis CHD kyknya juga mewariskan JP ke anaknya.. hehe.

Sadewa 19

Indonesia adalah negara dengan jumlah keturunan Tionghoa terbesar didunia. Para pengusaha Tionghoa yg ada di China pasti akan tertib hukum, takut korupsi nggak berani macam macam. Jack Ma contohnya, kurang kaya apa dia ? Begitu melawan pemerintah, langsung lenyap ditelan bumi. Lantas kenapa para pengusaua Tionghoa disini tidak demikian ? berani melawan hukum ? sering terlibat korupsi ? BLBI ? Timah ? Jiwasraya ?. Mohon maaf disetiap korupsi besar hampir selalu ada pengusaha keturunan yg terlibat. Jawabannya, mungkin karena hukum di negara ini tidak tegak, hukum bisa dibeli. Semakin banyak uangnya, semakin kebal dirinya. Entahlah…

Pembaca Disway

Di Indonesia ada juga mantan pejabat yang kerjanya tiap hari memelihara “perusuh”..

xiaomi fiveplus

pak dahlan ini.. koq ndak menghargai kearifan lokal. wkwk

Jokosp Sp

Suatu saat para tikus mengadakan rapat. Dalam rapat diusulkan bagaimana mengantisipasi bahaya kedatangan kucing. Salah satu tikus peserta rapat usul: “Bagaimana kalau di leher kucing dipasangi lonceng, untuk mengetahui kalau dari jauh si kucing datang kita sudah tau?”. Semua peserta rapat : setuju…..setuju….setuju. Rapat kemudian sejenak terdiam, timbul pertanyaan : “Siapa yang akan pasang lonceng di leher kucing?”. Akhirnya rapat bubar…… (KH.ZMZ). Ini bisa menggambarkan kondisi Indonesia. Kucing dan tikus sama, sama-sama jadi garong. Kucing bisa menyandra si tikus, dan si tikus bisa menyandra si kucing dengan kasusnya. Saling sandra kasus ini membuat korupsi tidak bisa diberangus, karena ke duanya sama-sama jadi garong. Garong uang rakyat dan uang negara. Pejabat dan aparat sama, kadang jadi tikus dan semakin ke atas jabatannya menjelma jadi kucing garong yang sangat rakus.

Wilwa

@AgusS3. Menulis kaligrafi Mandarin. Hmmm. Ini butuh skill tersendiri. Latihan intensif dan ketenangan batin dibutuhkan. Karena itu menulis kaligrafi Mandarin adalah salah satu metode pelatihan spiritual. Hmmm. Ada 3 jenis kaligrafi Mandarin berdasarkan style nya. 1) Zhuan Shu 篆書 (Seal Script) seperti aksara Mandarin yang saya ketik dengan sistem pinyin 拼音 ini. Saya lebih suka menyebutnya sebagai tulisan 書 resmi 篆. 2) Cao Shu (Cursive Script). Saya lebih suka menyebutnya sebagai tulisan 書(seperti) rumput 草. Atau tulisan cepat lebih tepatnya. Dapat dikatakan bahwa simplifikasi atau penyederhanaan aksara Mandarin dari traditional Chinese (Taiwan) menjadii simplified Chinese (Tiongkok) sedikit banyak terilhami oleh gaya/style menulis cepat ini. 3) Xing Shu 行書 (Running Script). Saya lebih suka menyebutnya tulisan 書 jalan 行 atau tulisan “cakar ayam”. :):):) Saking cepatnya mengalir seperti air sehingga saya sulit menebak aksaranya. Tapi kata orang, ini adalah style tertinggi dan tercanggih dari penulisan aksara Mandarin. Hmmmm. Ini seperti gaya lukisan abstrak dalam seni lukis, yang menurut saya pribadi, yang suka gaya lukisan realis, sebagai gaya yang “norak”. Tapi ada saja sih penggemarnya. :):):)

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

YANG DILAKUKAN ZHU SETELAH PENSIUN.. Zhu Rongji pensiun sebagai Perdana Menteri Tiongkok pada 2003. Setelah itu, ia seperti menghilang. Bukan benar-benar hilang sih. Tetapi memilih tidak tampil. 1) Tidak menjadi komentator. 2) Tidak mau diwawancarai. 3) Tidak muncul di televisi. 4) Tidak sibuk memberi nasihat kepada pemerintah. ### Meski demikian, wartawan tetap mencari tahu. Bahkan pada 17 Agustus 2004, Special Zone Youth Daily memuat tulisan: “Zhu Rongji Setelah Pensiun”. Ditulis oleh Ma Ling. Laporan itu menggambarkan kehidupan Zhu yang sederhana. 1) Membaca. 2) Menulis kaligrafi. 3) Bermusik. 4) Menyanyi opera Beijing bersama istrinya. Ada yang bertanya: mengapa tidak memanfaatkan popularitas? Sikap Zhu justru sebaliknya. Setelah pensiun, ia ingin menutup pintu. Menjadi rakyat biasa.

Wilwa

@Juve. Nih saya kasih lagi aksara “dewa”nya. 我准备了 100口棺材,99口留给贪官,1口留给我自己. Jadi dalam pemberantasan korupsi yang benar adalah dimulai dari memberantas pejabat 官 korup 贪 alias pejabat 官 serakah 贪. Seperti kuliah Mandarin gratis kemarin dimana saya jelaskan bahwa 贪 = serakah = korup. Dan itu dijelaskan Zhu Rongji lebih lanjut melalui kalimatnya yang tak kalah populer: 我 从来不 吓唬 老百姓,只吓唬贪官污吏. Saya 我 tak pernah 从来不 membuat takut 吓唬 ratusan marga terhormat 老百姓 (maksudnya “rakyat jelata” Tiongkok yang terdiri dari ratusan nama marga), hanya 只 membuat takut 吓唬 pejabat korup 贪官污吏. Tan Guan 贪官 dan Wu Li 污吏 itu sinonim. Maknanya pejabat 官/吏 korup 贪/污. Bedanya 官 itu merujuk pejabat tinggi dan 吏 merujuk pada pejabat rendah. Sedangkan 贪 (serakah) dan 污 (kotor) merujuk pada perbuatan korup alias korupsi. Seperti yang dua hari lalu saya jelaskan tafsir gambar/simbol pembentuk aksara kepada @AgusS3 setengah serius setengah bercanda. Memang begitu cara saya belajar memahami aksara Mandarin yang ribuan itu agar mudah diingat. Tak seperti kebanyakan homo sapien yang hanya menghafal goresannya. Memahami jauh lebih baik ketimbang menghafal.

Juve Zhang

Dulu om Wilwa sudah buat perkataan Zhu Rong Ji dalam bahasa Mandarin sangat bagus :” saya siapkan 100 peti mati buat koruptor satu buat saya jika saya juga korupsi”….saya masih ingat tulisan Mandarin diajarin om Wilwa tentang Tham Guan pejabat Koruptor….kalau om Wilwa berkenan copy paste tulisan nya dulu….itu ucapan Zhu Rong Ji yang terkenal’….karena beliau jujur tidak korupsi maka dapat julukan “the Boss”…..Zhu Rong Ji sangat populer dikalangan bawah orang dengan “haluan keras” dalam memberantas korupsi…..namanya sangat harum nomor dua setelah Deng Xiaoping….dan mengalahkan Jiang Zhe Min ….Jiang kurang tegas dalam memberantas korupsi….jauh lebih tegas PM nya Zhu Rong Ji….makanya Naman Zhu Rong Ji Moncer keseluruh Dunia….semua berita luar negeri memberi ulasan hebat ke Zhu Rong Ji tapi tidak saat Jiang Ze min meninggal…..Zhu Rong Ji ini garis tegas dalam Partai nya sangat disiplin….rakyat bawah suka akan ketegasan nya dalam memberantas korupsi….semua pengusaha Tionghoa Indonesia rela berfoto berdesak desakan dengan Zhu Rong Ji….semua pengusaha Top itu rela jadi kayak anak SD photo sama The Boss….saya kagum lihat photo itu zaman Majapahit…. Anthony Salim dkk semua nama besar ada rela photo seperti anak SD berdesak desakan ….photo itu entah di mana lokasinya … mungkin dinpertemuan Hua Shang yg disebut Don Dahlan Iskan…Zhu Rong Ji juga Arsitek dibalik nilai kurs stabil Yuan ke Dolar selalu 1:7….ini dikatakan presiden Chinese university

Gerring Obama

Contoh yang baik. Jabatan tertinggi sudah digapai setelah itu istirahat. Padahal dinasti di china dulu sangat kuat yang mana akan menurunkan kekuasaan pada anak anaknya.. tapi disadari hal itu akan membuat perkembangannya menjadi ga bergerak. Sebaliknya disini, mantan itu masih dianggap bisa memberikan sesuatu.. padahal kalo dipikir sekarang, sepertinya ketika mantan masih dijadikan pimpinan bahkan panutan di jaman sekarang, harusnya rakyat sekarang ini masih terjebak dijaman para pemimpin berkuasa terdahulu. Lebih baik meniru china, kasih kesempatan seluasnya kepada pemimpin jaman sekarang tanpa beban harus berkiblat kepada mantan. Pasti percepatan pertumbuhan akan bergerak lebih cepat karena kiblatnya kemakmuran yang ada jauh didepan mata. Entah siapapun pemimpinnya. Pemimpin partai harus otomatis diganti kalo gagal mencalonkan diri jadi presiden,penguasa .

Juve Zhang

Negara Tiongkok bagaikan Lukisan Raksasa yg menjadikan keajaiban dunia ke 15…..setiap Pemimpin menorehkan sapuan Kuas ke Kanvas Raksasa…era Mao Zedong era Kelaparan kemiskinan manusia makan Rumput….rumput di rebus dimakan…daun di rebus dimakan…..Era Deng Xiaoping petani bisa jual sebagian hasil ke pasar …petani gembira mulai megang duit…duit kecil…anda kalau ke Tiongkok masa mereka miskin akan diberi uang kecil recehan ketika tukar Dolar ke Yuan di bank uang kecil mainan anak anak tapi nyata uang nya gak bisa buat belanja gak bernilai tapi harus anda ambil jangan dibuang….simpan saja…nah Era Jiang Zhe Min era sama dengan Era Zhu Rong Ji penjualan BUMN yang Rugi terus menerus…era pemberantasan korupsi oleh Zhu Rong Ji….era ekonomi tumbuh 2 digit…era masuk WTO…era undang lebih banyak inpestor asing masuk Tiongkok…era terhebat zaman Tiongkok modern dibawah Zhu Rong Ji dari pembenahan BUMN yang Rugi terus menerus ke era BUMN yg super kuat dan super sehat….satu BUMN ICBC sebuah bank mampu memberi untung 52 milyar USD setahun….sebuah angka yang fantastis….ini hanya sebuah BUMN masih banyak BUMN besar lainnya…laba satu BUMN itu sekarang mungkin sudah 54 milyar USD setahun atau setara 972 Triliun Rp anda bisa hitung sendiri kekayaan BUMN Tiongkok satu BUMN ICBC mampu menghasilkan laba setahun 972 Triliun Rp itu setara 30 % APBN Indonesia…..itu hanya satu BUMN Raksasa masih banyak BUMN raksasa lainnya. ..jadi Zhu Rong Ji adalah Bapak Pembangunn

hoki wjy

Ralat buat pak DI kata2 Zhu Rongji ..sediakan 100 peti mati ,99 akan saya kirim untuk para koruptor dan satu untuk saya.. satu untuk saya bukanlah ia siap mati untuk menghadapi para koruptor tapi yg benar adalah SATU UTK SAYA SENDIRI JIKA SAYA IKUT KORUPSI!

Eka Handoko

Saya membaca Catatan Harian Dahlan Iskan setiap hari. Rutin membaca di toilet setiap pagi, sambil buang air besar, daripada melamun. ( entah ada yang sama dengan saya atau tidak ) Semakin hari, Saya melihat Pak Dahlan semakin pintar menyindir … padahal wartawan khan seharusnya Netral. Apa terpengaruh oleh perusuh ya ?? Menyindirnya halus … tanpa bikin orang tersinggung … karena yang disindir, tak mungkin membaca Disway, he .. he … Setidaknya sindiran halus tersebut tak bikin pendukung yang disindir tersinggung, sehingga tetap mau jadi pembaca setia Disway. Sehat selalu Pak Dahlan, Mulai dicari penerus penulis Catatan Harian ini, mungkin Kak Azrul Ananda …

Muh Nursalim

Harta disebut dalam alqur’an beberapa kali dengan istilah Khoir (Baik). Wa innahu lihubbil khoiri la syadid (dan dia sangat mencintai harta). Yang kedua terkait wasiat. In taraka khoiro alwasiatu (Jika dia mati meninggalkan harta agar berwasiat). Nah. Pilar baru yang berupa pengusaha itu adalah baik. Itulah yang menjadikan Tingkok sehebat sekarang. Harta yang disebut khoir mengandung dua arti. Pertama, mestinya memang harta itu untuk dipakai dalam kebaikan. Kedua, tidak baik orang itu miskin. Maka manusia beriman harus punya harta. Kalau tidak imannya kurang sempurna.

pak tani

Berikut ini contoh soal tes masuk CPNS negara Wakanda. ‘Akan saya kejar koruptor sampai Antartika!’ Apa kemungkinan lanjutan yang akan terjadi dari pernyataan tersebut ? A. Omon2 saja, tidak dikejar betulan. Alias Gombal Mulyono, anu… Gombal Mukiyo B. Kejar saja, bukan tangkap. Kita hanya main kejar kejaran. Mungkin juga pakai APBN untuk isi ‘bensin’. C. Kejar dan tangkap. Lalu gantian. #eh. D. Kejar, tangkap, bagi hasil. E. Kejar, tangkap, rampas, foto2, setor ke negara sedikit, sisanya masuk kantong. F. Kejar, tangkap, rampas, setor ke negara 100%. Wakanda JAYA JAYA! Saya yakin semua rakyat Wakanda akan jawab F. Ya kan? Ya ngga sih? ** Semboyan ‘MERDEKA atau MATI’ sepertinya sudah tidak relevan di jaman now. mungkin perlu diganti ‘MERDEKA atau KORUPSI’ MENYAMBUT HUT KE81RI DIRGAHAYU

Achmad Faisol

tentang mantan presiden, mari tengok yang satu ini… gus dur pendiri pkb dan mantan presiden… gus dur tidak mewariskan pkb ke anaknya… gus dur cucu pendiri NU… gus dur pernah jadi ketum pbnu tiga periode… gus dur tidak mewariskan pbnu ke anaknya… anak-anak gus dur pun tidak mau jadi ketum pbnu… mengapa…? anda sudah tahu…

yea aina

Dulu Bung Karno punya ungkapan legendaris, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Belum lama ini, ungkapan itu dijungkir balik oleh sesebapak yang “mengaku” punya gelar akademik sama dengan Bung Karno: insinyur. Ungkapan Imajinernya, “Beri aku sepasang orang tua dan anak belum cukup usia, niscaya akan kucocok hidungnya. Manut apapun mau saya”. Hidup bapak! Hidup jo…!

Irary Sadar

Atau jangan-jangan di HP Abah, itu adalah tulisan yang dimengerti. Dan karena komentarnya begitu menarik, dijadikan kompil oleh Abah. Tapi ini hanya sak wasangka saya saja. Hanya Allah, Abah dan Bu Siti saja yang tahu, hehe…

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

MISTERI TANDA TANYA: DARI KOMENTAR BU SITI ASIYAH YANG BERBENTUK “TANDA TANYA”.. Komentar Pilihan pak Dahlan untuk komentar Bu Siti Asiyah penuh tanda tanya. Ratusan jumlahnya. Memanjang ke bawah. Ada apa gerangan? Apakah beliau sedang protes keras? Tentu tidak. Itu bukan unsur kesengajaan. Ini murni insiden teknis. Di dunia digital, kita mengenalnya sebagai mojibake. Sebuah kebingungan sistem. Kemungkinan besar, Bu Asiyah sebenarnya mengetik aksara non-Latin. Bisa jadi huruf Arab. Mungkin sebuah doa atau salam yang tulus untuk pak Dahlam. Bisa juga deretan emoji. Sayangnya, mesin tidak selalu sepintar manusia. Database situs kadang hanya dirancang untuk abjad Latin standar. A sampai Z. Saat disodori aksara asing, sistem gagap. Ia gagal membaca. Alhasil, mesin mengambil jalan pintas. Semua karakter yang tak dikenali itu otomatis disulap menjadi tanda tanya. Jadi, pak Dahlan dan kita, tidak perlu resah. Deretan tanda tanya itu bukan keraguan Bu Asiyah pada tulisan pak Dahlan Itu sekadar rintihan sistem yang tak sanggup menerjemahkan indahnya ketikan bu Asiyah.

Aviv Setiawan

Bagaimana ya pak? Di masyarakat kita sendiri pun masih banyak mengagungkan gelar ex, purnawirawan, pensiunan. Selama belum mangkat, kasih saja terus itu panggung. Aktor pemimpin potensial kejepit tak punya layar.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

SEMAR, ZHU RONGJI, DAN ORANG-ORANG YANG “MUKSA”.. Dalam pewayangan, Semar bukan sekadar tokoh lucu. Ia sebenarnya Sang Hyang Ismaya. Turun ke dunia menjadi pamong. Mengabdi kepada para kesatria. Ketika tugasnya selesai, dalam salah satu tradisi wayang ia disebut muksa. Hilang bersama raganya. Bukan mati biasa. “Muksa” menarik kalau dipakai melihat Zhu Rongji. Setelah menjadi Perdana Menteri, ia tidak benar-benar hilang. Ia hanya meninggalkan panggung. 1) Membaca. 2) Menulis. 3) Bermusik. 4) Menjalani hidup sebagai orang biasa. Indonesia juga punya model semacam itu. Misalnya.. 1) Pak Boediono. Wakil Presiden 2009–2014. Setelah selesai, ia kembali menjadi dosen UGM. Sederhana. Tidak mengejar panggung politik. Bahkan sebelum menjadi Wapres, ia sudah dikenal sebagai dosen yang rajin dan bersahaja. 2) PakTry Sutrisno. Mantan Wapres. Setelah tidak menjabat, relatif jauh dari hiruk-pikuk kekuasaan. Mungkin ini pelajaran Semar. Kekuasaan itu bukan rumah. Ia hanya tempat mampir untuk menjalankan tugas. Setelah tugas selesai, muksa dari panggung boleh jadi justru tanda bahwa seseorang tahu cara menghormati kekuasaan: Dengan tahu kapan meninggalkannya.

heru santoso

Catatan imajiner Pak Sutrimo (lanjutan) Arwah Pak Sutrimo terus mengelana. Setelah meninggalkan bungker tujuh lapis itu, ia menyusup masuk ke ruang-ruang yang lebih dalam lagi—ruang-ruang yang tak tampak oleh mata biasa, tempat para aph bertemu tanpa catatan resmi. Di salah satu ruangan berpendingin dingin, beberapa orang sedang berunding. Suara mereka terdengar samar tapi jelas di telinga arwah. “Data dari buku lusuh itu sudah hampir selesai dipetakan,” kata seorang pria berjas gelap. “Beberapa nama yang sering keluar-masuk rumah itu muncul juga di data aliran dana dari PPATK. Bukan nama besar yang selalu di koran, tapi nama-nama penghubung.” Ruangan sempat hening. “Jadi buku itu bukan cuma daftar tamu,” gumam seseorang. “Itu semacam jurnal lalu lintas kepentingan. Ada pola kunjungan yang algoritmanya mirip dengan waktu2 penting di kasus MBG.” Arwah Sutrimo hanya bisa mengambang di sudut langit-langit. Ia ingat betapa remehnya dulu buku itu di matanya—cover sobek, halaman kuning, isinya coretan tergesa-gesa di malam hari. Sekarang, di ruang rahasia ini, buku itu dibicarakan seolah menyimpan kunci yang bisa membuka atau menutup banyak pintu. Ia ingin berteriak, ingin menjelaskan bahwa ia hanya mencatat sekedar menjalankan tugas. Tapi arwah tak punya suara yang bisa didengar orang hidup. Di layar besar, nama-nama terus bergeser. Satu per satu. Dan di antara mereka, ada nama wanita yang membuat dada arwah Sutrimo terasa sesak lagi—meski ia sudah tidak punya dada.

Murid SD Inpres

Abah Dahlan Iskan… what’s the point of praising the man in power and slandering his predecessor when the man in power hasn’t even uttered a single word against him?

yea aina

Ilustrasi yang dipasang pada tulisan hari ini, jika diamati detail, ada 2 bagian yang bikin galfok. Bukan foto 2 orang mantan pemimpin negeri T. Tapi di bagian bawah 2 foto itu, seperti trotoar jalan lengkap dengan gorong-gorongnya. Anda pasti mash ingat, gegara pencitraan blusukan masuk gorong-gorong itulah, yang meroketkan popularitasnya. Tentu dengan dibumbui, busa-busa janji politiknya. Nggedabrus. Illustrasi tersebut memang bisa menggambarkan isi tulisan hari ini, khususnya di bagian penutup tulisan. Ada pensiunan presiden yang hobi ikut cawe-cawe urusan negara. Masih bikin parpol untuk anaknya hugs. Presiden gorong-gorong.

Lukman Nugroho

Tadinya saya berfikir. Satu peti mati itu untuk saya, jika saya terbukti korupsi. Ternyata, memberantas korupsi tanpa korupsi punya risiko mati. Dihabisi pejabat dan aparat yang terganggu kepentingannya. Sedangkan disini. Memberantas korupsi sambil korupsi bisa berjalan mulus. Tanpa perlu menyiapkan peti mati. Ah Febri…

Kujang Amburadul

Zhu Rong Ji, insinyur teknik elektro berhasil mengubah ekonomi China menjadi maju. Purbaya ekonom yg menteri keuangan juga orang teknik elektro, memang blm berhasil mengubah ekonomi bangsa ini, karena tugasnya hanya “menyesuaikan” ekonomi dng keinginan bossnya. Cak Lontong juga insinyur elektro, walau bukan orang ekonom, setidaknya adalah pelawak yg berhasil. Habibie orang teknik berhasil bidang ekonominya dng menurunkan kurs dollar ke rupiah secara signifikan pada saat itu. Tapi ada juga yg kebalik. Bukan orang teknik malahan, “cuma” wartawan yg punya pabrik koran, tapi berhasil dlm perteknikan elektro dengan mengubah pabrik listrik negara yg asalnya byar pet, terus terang menjadi terang terus. Dan dengan kekuatannya, sekaligus mampu membanting kursi penjaga gardu tol, karena kesal tol yg harusnya bikin lancar, ini malah buat macet. Kalo hal terakhir ini saya mohon maaf Abah. Tapi itulah kekuatan tenaga dalam bukan kaleng-kaleng hihihi… Matur nuwun. Tabiiik.

Fauzan Samsuri

Jadi penasaran, kok para mantan ngak pernah muncul itu karena aturan negara memang mengatur demikian atau kesadaran sendiri dari para mantan? kalau kesadaran sendiri rasanya sebagai bangsa timur memang kita harus banyak belajar kesana, tidak hanya belajar tentang penanganan korupsi tertapi belajar juga tentang kesadaran

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Zhu Rongji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Sutrimo Winda

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Deleg Deleg

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Kutukan Alam

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Jemput Depan

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Beautiful Beast

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3745 shares
    Share 1498 Tweet 936
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.