• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Jumling Suyudi

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
in Disway
disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ini seperti sambaran petir tanpa mendung dan hujan. Baik pelantikannya sebagai kapolri, maupun apa yang dilakukannya setelah jadi kapolri yang baru: Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto –mungkin hari ini ia sudah naik pangkat dari Komjen bintang tiga ke Jenderal Polisi bintang empat.

Tidak sampai 24 jam menduduki jabatan orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Suyudi sudah melakukan mutasi sebanyak 88 perwira tinggi dan menengah –termasuk 17 kapolda se-Indonesia. Rasanya belum pernah ada petir yang sekilat ini sebelumnya.

BacaJuga:

Moral Pusbatara

Tekstil Danantara

Komunikasi Xi

Pelantikannya sebagai Kapolri sendiri tidak kalah kilatnya: Kamis 1 Oktober menjelang siang Suyudi menjalani fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Siang itu juga dilantik sebagai kapolri di Istana. Tidak sempat beredar gunjingan. Kurang dari lima jam setelah itu Presiden Prabowo Subiyanto melantiknya sebagai kapolri.

Fit and proper test-nya pun tidak sampai satu jam. Bahkan tidak sampai setengah jam. DPR langsung setuju dengan usulan Presiden Prabowo. Di hal-hal tertentu proses yang kilat memang ada baiknya: tidak sempat ”masuk angin”.

Tidak pernah ada akselerasi proses sekilat itu. Seolah semuanya dipersiapkan secara rahasia tingkat langit: mulai dari pengiriman surat presiden berisi calon tunggal kapolri ke DPR, undangan pimpinan DPR ke anggota Komisi III, proses sidang fit and proper test calon kapolri di Komisi III, kesimpulan hasil tes, pengiriman hasil tes DPR ke Presiden, terbitnya putusan Presiden, sampai pelantikannya.

Pun apa yang dilakukan kapolri baru Suyudi. Tidak kalah kilatnya. Satu-satunya berita di luar kedinasan setelah pelantikannya hanyalah: Jenderal Suyudi sungkem ke ibunya. Tidak ada berita pesta kegembiraan karena menjadi kapolri.

Rupanya setelah sungkem ke ibunya itu Suyudi langsung ”mengarantina diri” mengutak-atik penggantian 88 pejabat teras di Mabes Polri –sampai ke 17 kapolda: siapa diberhentikan, siapa diganti, siapa mengganti, siapa digeser, siapa yang menggeser. Begitu cepatnya.

Sepertinya Jenderal Polisi Suyudi ingin segera melaksanakan apa yang sudah lama ia inginkan secepatnya lewat tim baru yang kompak dan tegak lurus.

Jangan-jangan para kapolda baru itu harus langsung bertugas tanpa menunggu pelantikan –karena pelantikan hanyalah upacara: yang inti adalah surat tugasnya. Atau tetap melakukan pelantikan tapi serentak: efisien dan tidak makan waktu. Bayangkan kalau harus melantik satu per satu 17 kapolda di provinsi masing-masing. Seolah melantik menjadi pekerjaan pokok.

Publik terlihat menaruh harapan yang sangat besar pada kapolri yang baru. Orang memang sudah tidak percaya pada pidato tapi pidato Suyudi saat jadi kapolri sangat menarik. Juga sangat memberi harapan bahwa Polri akan berubah –tanpa menunggu reformasi Polri yang heboh-heboh. Reformasi terbaik adalah dari dalam dirinya sendiri.

Saya pun mengontak tim Disway di Banten. Saya ingin dapat gambaran seperti apa kiprah Suyudi saat menjadi Kapolda Banten (Juni 2024-Agustus 2025). Ternyata teman-teman Disway Radar Banten sangat terkesan pada Suyudi. Sampai mereka memberi ”gelar” Suyudi sebagai Jenderal Jumling.

“Jumling singkatan Jumat Keliling,” ujar Mashudi, wartawan Radar Banten yang sekarang sudah menjabat direktur di media itu. Jumling itu, kata Mashudi, karena sejak jadi kapolda, Suyudi langsung mengadakan program Jumat Keliling. Seluruh kapolres sampai kapolsek harus salat Jumat berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya di daerah masing-masing.

Suyudi sendiri melakukan hal yang sama. Tiap Jumat ke daerah yang berbeda di Banten. Maka meski Suyudi orang asli Banten rasanya ketika jadi kapolda itulah ia mengenal Banten lebih sampai ke pelosoknya. Setelah remaja Suyudi memang lebih banyak berada di luar Banten.

Mashudi sendiri bekerja pertama sebagai wartawan di Radar Banten. Mulai dari calon reporter, redaktur, pemred, sampai sekarang menjadi direktur. Ia sendiri lahir dan sekolah di Lampung Selatan –kini disebut Kabupaten Pesawaran– dan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ayahnya petani di sana. Kakeknya asal Pandeglang, Banten, yang secara mandiri bertransmigrasi ke Lampung.

“Dengan Jumling itu polisi bisa lebih dekat ke masyarakat,” ujar Suyudi saat itu seperti diingat Mashudi.

“Yang juga menonjol dari Pak Suyudi adalah ketegasannya menghadapi premanisme di Banten,” ujar Mashudi. Wartawan banyak mendapat berita dari Polda soal pemberantasan preman itu. “Preman yang ditangkap sampai 492 orang,” ujar Mashudi –namanya memang satu kata: Mashudi. “Ketua Kadin Cilegon pun ditangkap,” tambahnya.

Anda masih ingat: itu terkait dengan permintaan sang ketua Kadin ke Candra Asri agar memberinya proyek senilai Rp5 triliun. Candra Asri, perusahaan milik Prayogo Pangestu, memang akan membangun proyek petrochemical di Cilegon yang bernilai lebih Rp50 triliun.

Jenderal Suyudi juga punya program yang disebut Poliran –Polisi Peduli Pengangguran. Rupanya Suyudi melihat pengangguran adalah akar terjadinya kriminalitas, premanisme, dan ketidakstabilan keamanan. Wartawan di Banten mencatat Polda banyak melakukan pelatihan ketrampilan dan magang. Mereka yang sudah ikut pelatihan disalurkan ke perusahaan-perusahaan untuk magang kerja. Setelah punya pengalaman kerja para pengangguran bisa punya pilihan lebih banyak.

Yang menonjol lainnya dari Suyudi: penegakan disiplin di internal polisi di Polda sendiri. Terutama kalau ada polisi yang main-main dengan narkoba. Suyudi sangat menonjol soal narkoba ini –tak ayal kalau setelah menjadi kapolda ia menjabat kepala BNN –Badan Narkotika Nasional. Dari BNN ia langsung jadi kapolri.

“Kalau ada polisi yang tidak disiplin atau main-main narkoba dikirim ke pesantren, hidup di pesantren selama dua minggu,” ujar Mashudi.

“Apa kesukaan makanan daerah Suyudi?”

“Jejorong,” ujar Mashudi.

Sebagai orang asli Pandeglang Suyudi makan jejorong sejak kecil. Itu kue khas Pandeglang sampai Lebak. Anda sudah tahu apa itu jejorong: kue kukus dibungkus daun pisang. Bagian bawahnya gula aren, tengahnya tepung, atasnya santan. Gula arennya tidak dicairkan sehingga setelah dikukus bisa menyatu dengan tepung bagian bawah –tidak sampai meleleh. Gurih. Enak. Apalagi saat dimakan waktu masih hangat.

Di lingkungan keluarga, Suyudi sangat rendah hati. Jauh dari kesan arogan. Setiap berkunjung ke keluarga di Pandeglang maupun Rangkasbitung Suyudi tidak pernah berpakaian dinas. Ketika ditanya soal itu ia mengatakan agar hubungan bisa lebih kekeluargaan.

Dari semua itu saya terkesan dengan keberaniannya memberantas premanisme di sekitar perusahaan. Kini dengan jabatan Kapolri Suyudi pasti tahu salah satu gangguan terbesar iklim investasi bukanlah perizinan tapi premanisme dengan segala bentuknya. Atau itu menjadi salah satu instruksi utamanya kepada semua Kapolda baru.

Wajar dari kapolri baru muncul banyak harapan baru –sampai harapan itu ternyata tinggal harapan. (Dahlan Iskan)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 3 Oktober 2026: Kebatinan Joao

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

MUNGKIN CUKUP BUKA PENDAFTARAN: KAYA AGEN PULSA ITU.. Untuk penyalur subsidi, mungkin cukup seperti agen pulsa. Atau agen JNT. Bertebaran di seluruh Indonesia. Tinggal ditambah prosedur dan pengawasan agar subsidi tepat sasaran. Tidak perlu membangun gedung sendiri. Apalagi gedung senilai miliaran rupiah. Lebih murah. Lebih cepat. Lebih dekat ke rakyat. ### Maaf..

Mbah Mars

Dugaan saya, inti dari intinya suasana kebatinan Joao itu begini: Apakah nanti setelah dukungan pemerintah dikurangi, KDMP akan bisa berjalan normal ? Atau kebanyakan akan rontok seperti koperasi-koperasi yg selama ini ada ? Di kalangan bawah banyak beredar guyonan: “Kalau KDMP besok melayani simpan pinjam jangan sampai kita menyimpan uang dan jangan sampai kita tidak meminjam. Siapa tahu tidak perlu mengembalikan karena KDMP bubar” Orang-orang desa banyak memiliki pengalaman seperti itu.

Em Ha

Suasana kebatinan rakyat Indonesia campur aduk. Katanya mau efisien kenapa kian gemuk. Semangat reformasi kian pudar. Dulu dwi fungsi diamuk. Nyata sekarang multi fungsi. Di Agrinas Pangan Nusantara ada. Di Agrinas Palma Nusantara banyak. Di Kementrian merata. Tukang kritik sudah ubah haluan. Ngakunya tetap kritis walaupun kini sudah di dalam. Sesuai arahan kenkawan. Kita urus apa yang menjadi tanggung jawab kita. Negara sudah ada yang urus. Walau pengurus sedang tembem tembemnya. Kata eyang @Agus : Jaga dengkul.

Taufik Hidayat

Kayaknya kita mesti mencontoh Mao dengan Lompatan Jauh ke Depan lalubdiikuti Tevolusi Kebidyaaan . Barubdeh muncul Deng Xiao Ping. Jadi kita ketinggalan 60 tahun Dari T . jadi ingat pertengahm bulannlalubsempat mampir ke HKG dan banyak angka 77 disana . Ternyata HIT RRT ke 77 1 okt kemaren. Beda nasib sama yg 81 Agustus kemaren untuk rakyatnya . Tapi pejabatnya juga beda nasib kali . He he

Achmad Faisol

agrinas pangan di bawah danantara… kdkmp di bawah menteri koperasi… secara aturan memang rumit… salah prosedur bisa dimejahijaukan setelah lengser… belum lagi ego sektoral, “kamu siapa nyuruh-nyuruh saya…” maka, solusi bagi calon manajer kdkmp yang ditulis kali ini adalah diberhentikan… anggap saja negara amal (bansos), membina masyarakat… bagi calon manajer kdkmp ini pelatihan berharga… bisa untuk melamar di mini market biru, merah, atau milik ormas…

Macca Madinah

Stoppress berita di laman ig, yg berwenang di ngayojokerto merasa tidak ada yg salah dengan permintaan biaya jutaan per hari ke foodtruck bolosego. Ini bahasa ane ya. Di headline-nya dibilang tidak ada unsur kekerasan dan pemerasan pada kasus bolosego. Abah, tolong di-up up donk, ini menyangkut masalah pungli yg sepertinya di-ngunu yu ngunu ning ngunu-ngunu. Mirissss.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

ORDE APA KITA SEKARANG? Dulu kita mengenal Orde Lama. Lalu Orde Baru. Setelah 1998, lahirlah Orde Reformasi. Pertanyaannya: Sekarang kita berada di orde apa? ### SECARA resmi tentu masih Orde Reformasi. Reformasi belum pernah dinyatakan selesai. Tetapi sebuah zaman kadang berubah lebih cepat daripada namanya. Orde Lama identik dengan Soekarno. Orde Baru dengan Soeharto. Reformasi melahirkan banyak presiden, dari Habibie sampai sekarang Prabowo. Lalu apa ciri zaman kita sekarang? Apakah masih murni Reformasi? Atau sudah muncul corak baru yang belum punya nama? Ada yang mungkin menyebutnya Orde Prabowo. Ada yang melihatnya sebagai kelanjutan Orde Jokowi. Ada pula yang menganggap ini semacam babak baru: Kekuasaan makin terkonsolidasi, tetapi demokrasi tetap berjalan melalui pemilu. Mungkin memang terlalu dini memberi nama. Sebab nama sebuah orde biasanya baru benar-benar jelas setelah zamannya lewat. Seperti orang yang sedang berada di dalam kereta. Sulit mengetahui bentuk perjalanan sebelum melihat stasiun akhirnya. @Orde Demokrasi Komando?

Juve Zhang

Pekerjaan di kop MP ini gak perlu sarjana cukup SMA atau SMK…tugas nya hanya menjual barang subsidi gak serumit Alfa indo mart….yg item nya ribuan…jadi penempatan sarjana sudah keliru besar toh yg dijual hanya beberapa item saja…jadi rekrutmen cukup lokal saja sekitar lokasi kop MP…

Ahmed Nurjubaedi

Waktu awal-awal heboh kritik pedas dan sengak perihal lokasi KDMP di Instagram atau Short YouTube, saya berprasangka baik bahwa video para kritikus itu hoax semata, hasil kreasi AI. Mosok membangun minimarket kok di punggung bukit, di tengah sawah jauh dari rumah penduduk, bahkan di tepi kuburan yang terkenal angker. Seremmm dong…. Siapa yang mau beli terutama setelah jam 5 sore? Terus, kasir, CS pun manajernya, apa tidak gelisah kalau malam tiba?…. Tapi prasangka baik saya pupus sekitar 2 bulan lalu. Saya bersama rombongan meluncur ke daerah Solokuro, Lamongan, kampung halaman Amrozi bom Bali. Melintasi hamparan sawah yang berjarak sekitar 4 kilo dari dusun kecil tempat acara, selepas tikungan sebelah kiri jalan, mendadak saya melihat bangunan bagus, baru jadi, dan ada plang: Koperasi Merah Putih. Oh my gosh…..!!! Ini beneran ada KDMP di sini?… Untung saja nama nama Joao sulit diucapkan. Sehingga namanya sama sekali tidak muncul dalam video2 sarkas dan sungguh lucu tingkat dewa yang mengkritik KDMP… Yang muncul adalah nama pak Presiden….. Memang benar, Indonesia sudah sangat demokratis. Dan presiden Prabowo harus ikut menanggung dampak negatifnya: dibully setengah mati…

Wilwa

@AF. No Money No Love. Wu Qian Wu Ai 無錢無愛. @Liam. Bo Chian Bo Ai 無錢無愛. Betul gak logatnya?:)

Achmad Faisol

@mbah mars, masalahnya kdkmp ada di uang, bukan cinta… he he he… ada sebuah tulisan, “tidak peduli setulus apa pun cintamu, perempuan ga mau punya suami ga punya uang…”

Jokosp Sp

Ada tanah sangat lapang, tiap minggunya di Selasa malam Rabu dipakai untuk parkir mobil dan sepeda motor para jamaah pengajian rutin. Warga yang datang dari beberapa kabupaten menyebut dengan “Pengajian Majelis Taklim Abah Guru Danau”. Jamaahnya sampai ribuan. Di area lapang tersebut berdampingan dengan bangunan sebuah SMK, juga Kantor BPPD. Tiba-tiba muncul bangunan baru. Sangat cepat prosesnya. Begitu jadi, menterengnya mengalahkan bangunan-bangunan di sekitarnya. Suatu pagi nyonya minta dibelikan sarapan bubur Menado. Iseng nanya ke penjualnya yang buka warung persis di seberangnya. Bangunan apa itu bang?. “Banggunan Koperasi KDMP”. Berapa lama sudah jadi?. “Sudah dua bulan lebih”. Sudah dibuka, sudah ada jual beli?. “Belum ada. Masih tutup. Ndak ada penghuninya”. Oh……saya mengerti. Bangunan yang luar biasa besar. Menterengnya mengalahkan mini market yang ada di kabupaten kami. Bagaimana proses supply barangnya?. Darimana/ siapa saja jaringan suplier-supliernya?. Sudah adakah masing-masing kontraknya?. Sudah adakah sistem distribusinya?. Sudah adakah sistem pergudangannya untuk stok dan sistem penjualannya secara kompurised/ digital?. Bagaimana sistem inventorynya?. Dari tulisan Abah DI kok jadi bagaimana gitu: Masih tunggu perubahan aturan penjualan barang-barang subsidi pemerintah. Apa mau jualan gas LPG (Gas Melon 3Kg) dan BBM Pertalite atau Bio Solar?. Apa mau jualan pupuk Phonska?. Apa mau jualan minyak goreng MinyakKita?. Mending mikir u/ diri sendiri.

Endri Cedo Nufli

Mungkin maksud KDKMP nanti salah satunya adalah barang subsidi dapat terkendali, baik pasokan maupun harga. Juga diharapkan menjadi mitra UMKM untuk pemasaran hingga scale-up usahanya. Yang artinya, termasuk untuk menstimulus bermunculannya para pengusaha di tiap-tiap daerah. Sepertinya bila demikian, maka tujuan mulianya lagi-lagi untuk rakyat. Tentu perlu didukung, dilihat dan diawasi bersama. Pro-kontra KDKMP adalah keniscayaan. Tantangannya adalah tidak akan pernah bisa untuk menyatukan kepentingan banyak kepala. Akan ada selalu perselisihan. Akan ada yang merasa menjadi “korban” karena terusik zona nyamannya. Pertanyaannya adalah siapa yang sudi menjadi “korban” yang pertama? kedua? dan selanjutnya? Mereka yang merasa kuat tentu akan membuat perlawanan, dengan berbagai caranya masing-masing. Minimal ber-statement yang ujungnya adalah motif untuk kepentingan pribadi maupun golongannya saja. Yang semakin menjadi repot adalah ketika awam-pun ikut meramaikan narasi. Buah dari provokasi, agitasi dan fitnah keji. Semakin penuh sesak saja jagat maya ini. Oleh karenanya sudah sewajibnya kalau semua dikembalikan ke ideologi dan dasar bernegara yang merupakan cita-cita pendiri bangsa, yakni Pancasila dan UUD 1945.

Juve Zhang

Baca berita terbaru semua subsidi akan diberi berupa uang kontan yg bicara pak Luhut… jadi barang subsidi sudah hilang nanti nya … artinya kop MP hilang fungsinya….ini membingungkan bagi rakyat…nah mana yg betul…

Muh Nursalim

Ini kan koperasi. Penguasa tertingginya RAT anggota. Hla kalo keuangan langsung k pusat anggotanya g mana. Dua. Ini kan koperasi. Ya sudah serahkan saja kpd pengurusnya. Teerserah mau dapaian. Persoalan ada keistimewaan jual barang subsidi ya baik2 saja. Tapi kembalikan saja kpd asas koperasi. .ini kan koperasi. Satu kdmp dg terangganya yg juga kdmp ndak ada kaitannya. Jln sendiri2 bahkan bisa saingan. Biar tanbah pintar pengurusnya.

Wilwa

@Juve. Mantan kapolri yang konon geng Oslo bilang di depan pers bahwa dia memasuki usia pensiun tahun depan. Wowo tumben cukup sabar menjalankan strateginya. Sang mantan kapolri “dibuang” ke KSP. Mungkin setelah Wowo diskusi dengan Mak Banteng sekalian melayat adik lelaki Mak Banteng? Hmmmm

pak tani

Supir itu terpogoh-pogoh turun mobil. Nampak tergesa menuju samping pintu penumpang. Tidak terkejar… Pintu otomatis, Denza ini loh. Penumpang lebih dulu turun dan seketika : ‘ssstt’ ucap penumpang seraya membuat gestur telunjuk di depan mulut. Sang supir pun terdiam. Suasana terlihat tegang. Sosok pria (menolak) tua nampak turun dari mobil dengan muka cukup tegang. Turun dari mobil namun hanya terdiam, nampak ragu. Setelah memperhatikan lebih detail, ada penumpang lain di sisi sebelahnya, masih tertidur rupanya. Pria itu masuk kembali ke dalam mobil, sangat perlahan. Berusaha membangunkan penumpang yang tidur itu. ‘Mah’….. suaranya terdengar sedikit bergetar. ‘Mah…. bangun’ mulai agak keras. ‘Mah…. sudah sampai Mah’ kali ini kedua tangan ikut membantu dengan sedikit mengguncangkan sang penumpang. Penumpang nampak terbangun, sedikit terkejut. Pria tua itu buru2 tersenyum, senyum WANI. Ilmu baru dari BCA, yang nampaknya cocok sekali dipraktekkan pada momen tersebut. ‘Sudah sampai Mah, ayo..’ Ulang pria itu. Penumpang sudah terjaga sepenuhnya. Seorang wanita. 5i. Hanya terdiam, menatap tajam sang pria. Pria itu lalu melambaikan tangan, rupanya kode kepada pak supir. Sang supir rupanya sudah paham, langsung begegas membuka payung dan bersiap di samping pintu mobil. Penumpang lantas berjalan turun, payung berpindah ke pria tua. Keduanya lantas berjalan masuk ke sebuah gedung. Gedung baru… Gedung bercat biru. Birunya Golden state warrior, atau demokrat? Entahlah

Em Ha

Sengaja saya pilih Sofia House. Jl Teuku Angkasa. Samping UNPAD di Jl Teuku Umar. Lokasi cukup nyaman. Banyak kuliner, banyak pilihan. Bandung di sabtu pagi sangat cerah. Kami joging bermula dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Lurus ke selatan menyusuri taman taman cantik samping jl Japati. Lapangan Gasibu masih ditutup. Sedang renovasi. Foto Selfie latar belakang Gedung Sate tak seindah dulu. Trotoarnya sangat tinggi. Antrian panjang pemesan di Kopi Saring Sinar Pagi menggoda perut. Ini pasti enak, karena ramai. Ikutlah kami, FOMO dan lapar. Padahal kami mau ke Pasar Cihapit. Duduk di depan kami satu keluarga. Suami, Istri dan tiga putri mereka. Lelaki itu mirip Uda Ricky Elson. Hanya saja tidak berkacamata. Penasaran saya. Bukan, kami dari Cilegon. Ungkap perempuan itu setelah saya bertanya. No Viral No Cuan. Begitu prinsip bisnis kuliner masa kini. Pasar Tradisional Cihapit itu sempit. Tapi ramainya luar biasa. Jajanan pasar bercampur baur dengan sayur mayur. Jualan ayam berdampingan dengan kedai kopi dan aneka macam roti kekinian. Dulu dari mulut ke mulut. Zaman now, dari IG ke IG, dari Tiktok ke Tiktok. Mata kami tertuju ke penjual Bean Kopi. Banyak jenis biji kopi. Arabica Premium Kintamani Bali dan Puntang Jawa Barat kami beli. Sixnine Padel yang viral potong pohon itu tak sengaja kami lewat di depannya. Kami cari plang nama jalan Riau. Tak bersua, jalan itu sudah berganti nama, R.E Martadinata. Di Bandung juga ingat kampung halaman.

Jo Neka

Saya membaca 4 seri tulisan Asrul Ananda Cucunya pak Iskan.Sangat mengagumkan.Sayang ia (Asrul)sudah pasti tidak bisa menjadi pejabat publik di negara Indonesia tercinta.Ia pasti tidak lolos administrasi.Sebab tidak memiliki ijazah SMA..Sedih dan aneh.Sementara begitu banyak orang berotak pas² di negara ini.Dengan gelar anu².Sialnya menjadi pemiimpin publik.Pantas saja negara ini lamban bangkit.Sudah gelarnya dipertanyakan.Watak korupnya ngeriii kali.

Leong Putu

Wkwkwk…. “Lalu saya pamit. Terlihat istri saya tertidur di dalam mobil, di tempat parkir, kelamaan menunggu suaminyi”. Pak Bos keGRan…..wkwk

Miftakhi Zakaria

Ngemeng-ngemeng, Lain hat dari foto, anaknya pak Iskan ini agak kelemon ketok’annya.

HONDA CBR150R

Saya kurang ngerti dengan perkataan tunggu barang subsidi pemerintah. Setau saya barang subsidi pemerintah : BBM, Gas 3 kilo, Pupuk, Listrik, Beras SPHP, Minyak Kita, Rumah Apakah barang2 lain ada subsidi juga dari pemerintah? Saya tidak tahu. Apakah kdmp cuma jual barang2 subsidi? Saya tidak tahu. Kenapa tidak jalan dulu dengan barang yang sudah ada? Saya juga tidak tahu. Mungkin suatu hari ada yang ditangkap KPK, itu mungkin saya tahu.

M Gathmir

Sebaik2nya system keuangan harus dibarengi dengan system keamanan yg maksimal. System itu artinya secara keseluruhan, dibuat SOP dan harus dilaksanakan do/don’t, perangkat security tier 1 dll. Tanpa itu semua system akan mudah dijebol.

HONDA CBR150R

Tulisan yang ditunggu dari Abah. 1. Kapolri akhirnya dicopot. 2. Guruh Sukarnoputra. 3. Rocky Gerung wantimpres termasuk paman Gibran. 4. Ombudsman dan lapas. 5. Tolong ditambahkan 10. Harusnya jaksa agung ikut dicopot.

Liáng – βιολί ζήτα

Anticipatory Burnout —> kondisi di mana seseorang sudah merasa lelah secara mental, emosional, dan bahkan fisik, sebelum pekerjaan atau program tersebut benar-benar berjalan ; salah satu penyebabnya adalah kritik yang bertubi-tubi di awal, yang menciptakan beban mental seolah-olah ia telah melewati proses kerja yang panjang dan melelahkan. Pre-emptive De-motivation —> fenomena di mana motivasi dan semangat kerja seseorang runtuh sebelum waktunya ; gencarnya kritik prematur telah membunuh rasa kepemilikan (sense of ownership) dan antusiasme terhadap program kerja yang dicanangkan tersebut, sehingga individu tersebut merasa malas atau enggan untuk mengeksekusinya. Mengamati aktivitas KDMP dan juga para pengurus/pimpinannya….. sepertinya semuanya baik-baik saja….. And….. Is the current situation due to overconfidence, or is it actually a manifestation of an anomaly ?? [2/2].

Liáng – βιολί ζήτα

CHDI : “….. Saya hanya ingin tahu suasana kebatinannya setelah kritik ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) begitu gencarnya. Jika diterawang dari “ilmu kebatinan”….. singkatnya begini….. Ketika suatu organisasi dalam kondisi under pressure (dikritik habis-habisan), terlebih lagi – bahkan ketika program kerjanya saja belum benar-benar dimulai….. maka kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sebagai respon dari pengurus/pimpinan organisasi tersebut, diantaranya : Kecenderungan yang paling umum terjadi adalah “Anticipatory Burnout”….. selanjutnya Anticipatory Burnout berpotensi mengakibatkan Pre-emptive De-motivation….. dan lebih jauh lagi Anda Pasti Tahu apa yang kemungkinan besar akan/bisa terjadi….. [1/2]

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Durian Jonathan

Minggu, 27 September 2026 - 08:00
Debat Muktamar
Disway

Debat Muktamar

Sabtu, 26 September 2026 - 07:43

OLAHRAGA

Hardiyanto-Kenneth
Olahraga

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Editor Ali Rachman
Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03

INDOPOSCO.ID - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di The...

SelengkapnyaDetails
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masuk MK, Pengamat: Prabowo Bisa Semakin Kuat

    729 shares
    Share 292 Tweet 182
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.