• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Rocky Gerung

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Terbitnya aturan baru di MBG pun tenggelam oleh hebohnya Rocky Gerung yang masuk ke Wantimpres. Heboh Rocky Gerung hanya kalah oleh heboh pergantian Kapolri: dari Jenderal Lestyo Sigit Prabowo ke Jenderal Suyudi Ario Seto.

Bukan main membanjirnya ejekan, hujatan, meme sampai karangan bunga duka cita: R.I.P Rocky Gerung. Termasuk yang mengejek tekadnya di Wantimpres: tetap kritis dan kritis itu beda dengan kritik.

BacaJuga:

Polsek Baru

Jumling Suyudi

Moral Pusbatara

Saya tertarik dengan satu komentar yang mendasar. Yakni dari seorang akademikus hukum tata negara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta: Prof Dr Zainal Arifin Mochtar.

“Rocky Gerung itu seorang sofis,” ujarnya.

Sofisme bukan aliran. Bukan juga diambil dari nama orang. Itu diambil dari satu kata dalam bahasa Yunani ”Sophos”. Artinya: orang yang bijaksana karena punya pengetahuan yang luas dan terampil dalam olah kata.

Di Yunani, di zaman itu, orang-orang yang seperti Rocky Gerung biasa disebut golongan sofis. Tokohnya antara lain Protagoras dan Gorgias. Mereka hidup sekitar 400 tahun sebelum masehi.

Belakangan istilah ”sofis” agak bergeser ke negatif: orang pintar, berpengetahuan luas, pandai berdebat untuk kemenangan dirinya sendiri.

Debat yang asli adalah debat untuk menemukan kebenaran. Maka ada yang menilai RG lebih negatif: debat Rocky Gerung jauh dari debat mencari kebenaran. Itu debat untuk memenangkan debat itu sendiri. Senjatanya adalah logika atau yang seolah logika.

Mungkin begitu yang dimaksud Prof Zainal Arifin Mochtar.

Salah satu senjata yang sering dipakai untuk ”memenangkan” debat itu terlihat jelas: Rocky Gerung biasa menohok lawan debat dengan pertanyaan ”apakah sudah baca buku ini atau itu”. Biasanya itu judul buku ”berat” dari masa lalu.

Kalau pun ada lawan debat yang ternyata sudah membaca buku dimaksud, Rocky tidak kehilangan akal. Ia masih bertanya: bagian mana dari buku itu yang diingat. Atau ”apa intisari buku itu”.

Gaya bertanya seperti itu sebenarnya bukan kebiasaan kelompok sofis. Tapi lebih ke gaya Socrates. Mungkin saja Rocky Gerung memang terobsesi Socrates.

Anda sudah tahu: di antara para filsuf zaman itu Socrates memang yang paling jago debat. Pun dibanding Plato dan Aristotelis. Plato lebih sastrawi. Aristotelis lebih ke sistematika berpikir. Socrates punya kemampuan lengkap.

Harus diakui Rocky Gerung memang pembaca buku yang luar biasa. Waktu ke rumahnya yang menempel di tebing terjal dekat Sentul itu saya minta izin ke toilet. Dengan cara itu saya bisa memasuki lorong-lorong rumahnya yang unik itu: di mana-mana buku. Buku karya pemikir siapa saja dari zaman apa saja ada di rumah itu.
“Saya ingat isi seluruh buku ini,” katanya.

Di rumahnya, saat itu, sudah ada beberapa tokoh aktivis seperti Jumhur Hidayat, Ferry Juliantono, dan Syahganda Nainggolan. Merekalah tokoh aktivis militan sampai ada yang masuk penjara.

Keempatnya kini berada di dalam pemerintahan Prabowo. Jumhur sebagai menteri lingkungan hidup, Ferry sebagai menteri koperasi, Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres.

Melihat cara Rocky Gerung memojokkan lawan debatnya, kadang terpikir oleh saya kenapa tidak ada yang balas bertanya ke Rocky Gerung: apakah Anda sendiri pernah baca buku Al-Mabahith al-Mashriqiyyah? Kalau ia ternyata mengaku juga telah membacanya baliklah bertanya: apakah pernah membaca karya aslinya yang berbahasa Arab? Saya ingin tahu jawaban Rocky.

Mengikuti beberapa debat yang melibatkan Rocky ada kesan seolah sesuatu yang sudah ditulis di sebuah buku terkemuka adalah kebenaran. Demikian juga dengan logika. Seolah yang logikanya lebih baik ia yang lebih benar.

Mungkin Rocky memang seperti Socrates: kuat dalam tiga hal sekaligus. Pandai berpikir, pandai bertanya, dan pandai berbicara. Banyak filsuf yang hanya pandai berpikir dengan cara lebih banyak merenung dan menulis. Tapi Socrates hebat tiga-tiganya.

Anda sudah tahu: Socrates punya kebiasaan pergi ke pasar-pasar, ke warung-warung, dan ke mana saja.

Socrates selalu mengajak siapa saja berdebat. Ia juga selalu ke mana-mana membawa buku.

Rocky Gerung mirip itu. Pasarnya mahasiswa. Warungnya kampus. Bedanya Socrates sering membuat pertanyaan yang membuat yang ditanya berpikir. Rocky sering membuat yang ditanya terpojok.

Yang jelas Rocky punya kemampuan bertanya. Ketika pertanyaan itu dijawab ia mampu mengajukan pertanyaan berikutnya. Lalu berikutnya lagi. Sampai yang ditanya terjebak sendiri dengan jawaban awalnya.

Kini Rocky Gerung berada di dalam ”kerangkeng” Wantimpres. Di situ ia tidak bisa memperlakukan 25 anggota Watimpres yang lain seperti mahasiswa. Saya tidak tahu Rocky cocoknya masuk tim apa di dalam Wantimpres.

Di lembaga itu akan dibentuk beberapa tim. Tim Ekonomi, misalnya, ada Chairul Tanjung, Dato’ Sri Tahir, Jusuf Hamka. Rocky pasti akan dimasukkan ke salah satu tim.

Perannya pun akan dibatasi untuk merumuskan pertimbangan di bidangnya saja. Tidak bisa lagi bicara apa saja yang di luar bidang timnya.

Setelah masing-masing tim membuat rumusan barulah dibawa ke pleno Wantimpres.

Kalau sudah disetujui pleno barulah pertimbangan itu dikirim ke Presiden.

Di Wantimpres mirip di DPR yang anggotanya dikelompokkan ke dalam komisi-komisi.

Seorang anggota DPR hanya bisa bicara sebatas bidang di komisinya.

Maka saya bisa membayangkan apakah Rocky Gerung bisa kerasan hidup seperti itu. Atau ia memang sudah sejinak itu. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 6 Oktober 2026: Mitra Keracunan

Wilwa
Semoga 50%++ dapur MBG mendadak tutup karena bangkrut. Bisa hemat banyak APBN lebih dari 100 triliyun setahun. Sukur-sukur kalau 90% dapur MBG bangkrut sehingga menjadi kesempatan menata ulang MBG yaitu diselenggarakan oleh sekolah dan puskesmas. Untuk anak didik serta ibu hamil dan menyusui. Cara bagaimana sekolah dan puskesmas mengelolanya diserahkan pada kebijakan masing-masing: kelola sendiri atau outsourcing sesuai sikon masing-masing yang tak sama.

riansyah harun
MBG dengan segala problematikanya, secara tidak langsung dapat menggerakkan ekonomi masyarakat yang terlihat melemah. Memberi makan sejumlah jutaan siswa di berbagai daerah, bukan lagi perputaran ekonomi kacangan. MBG sudah termasuk bisnis besar yang didalamnya juga ada perputaran ekonomi yang coba disalah gunakan oleh oknum. Dan akhirnya seperti kita tahu semua…, mereka di depak, dan masuk kotak. Upss masuk kotak yang banyak penghuninya, yang padat dan menyiksa, serta sumpek. Kecuali yang banyak duitnya, kotaknya lain. Yang ada dibagian belakang, yang seperti villa itu, yang ada lapangan golf mininya, dan sempat di grebek sampai viral. Semoga yang mendapatkan kue MBG itu, bisa jauuuhhh lebih sadar. Disana ada siswa yang ingin otaknya cemerlang, disana ada penjara yang siap menantikan, dan disana ada pulanTuhan yang mengawasi dari jarak jauh. Kalau mereka masih percaya Tuhan.

Edi Sampana
Dari tulisan Abah, baru tahu bahwa ternyata kebanyakan yayasan itu tdk punya modal yaa. Sebagian besar minta bantuan investor utk bangun dapur ?
Ternyata yg selama ini serakah adalah yayasan, Krn dari nilai kontrak Rp.15 ribu, yg sampai ke anak/balita/bumil tdk sampai 8 ribu ?
Uang negara >50% utk biaya operasional, setoran ke calo izin, preman ?
Saya berdo’a semoga MBG (cara yg sekarang) distop saja Krn alasan macam macam termasuk makanan yg terbuang Krn tdk diambil sasaran, tdk dimasukkan ke perut (tidak enak dan takut keracunan) dll

Jo Neka
Bagi saya MBG jangan dihapus pada libur dan tanggal merah saja..Dihapus setiap hari.Diganti dengan bansos bagi keluarga sangat miskin.Sepuluh ribu perhari.Dikirim ke rekening keluarga sangat miskin.Perbulan.Bikin rekening desa.Kalau memungkinkan.Kirim ke para kepala desa.Dan Kaur desa.Membaginya.Karena lebih banyak MBG di kota.

alasroban
Sampai di sini SPPG masih tetap bisnis paling menguntungkan.
Mana ada perusahaan membuat produk.
Jika terjadi cacat produknya yg menanggung beban recovery nya pemerintah.
Bisnis paling tidak fair sedunia.
Seenak udele pengelola.
Jika terjadi keracunan yg menanggung biaya pengobatan pemerintah.
Menurut Konosuke Matshushita :
Sebuah bisnis yg tidak menghasilkan keuntungan adalah bentuk kejahatan terhadap masyarakat.
Anda mengambil sumberdaya dari masyarakat – manusia, uang dan material.
Jika anda tidak menggunakan untuk menciptakan nilai dan keuntungan anda sedang menyia-nyiakanya.
🙁

Ahmad Zuhri
Sejak Piala Tiger/AFF/ASEAN CUP digelar mulai tahun 1996, Indonesia jadi Runner-up (Juara Kedua): 6 kali (pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020)
Dan hari ini, sejak 30 tahun yg lalu.. baru dijaman Presiden Prabowo Indonesia bisa jadi juara “King Indo”.
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur..
Kita Bisa..
(Bismillah.. calon komisaris)

Mpok Dipa
Langit tidak pernah menjanjikan apa apa, kita hanya cukup tahu bahwa ketika bumi mengatakan perbuatan kita baik langit pun akan mencurahkan kebaikannya untuk kita.

Edi Sampana
Sejak kapan insentif Rp.6 juta per hari kpd dapur diberikan?
Apakah pejabat BGN yg bikin PKS itu bisa dipidanakan?
Karena kumpulan orang itu sengaja merugikan negara dgn menguntungkan orang lain ?

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
DAMPAK EKONOMI
DARI PERUBAHAN PKS MBG..
Perubahan skema pembayaran MBG ini menarik dianalisis dengan kacamata ekonomi kelembagaan.
Inti persoalannya bukan sekadar nominal Rp2.000 per porsi, melainkan perubahan “struktur insentif” yang mendasari keputusan investasi mitra.
Dalam teori kontrak, PKS adalah mekanisme mengikat yang seharusnya memberi kepastian bagi kedua pihak.
Ketika pemerintah mengubahnya “sepihak”, terjadi apa yang disebut incomplete contract problem.
Investor sudah menanam modal berdasarkan asumsi lama:
1) 3.000 porsi,
2) enam hari kerja,
3) termasuk Sabtu dan tanggal merah.
Perubahan aturan menciptakan “sunk cost” yang tidak bisa ditarik kembali.
Ini bisa memicu moral hazard di sisi mitra dan adverse selection di sisi penyelenggara.
Dampaknya berantai:
Biaya modal tidak kembali sesuai proyeksi sembilan bulan, arus kas terganggu, dan kepercayaan terhadap iklim investasi program pemerintah menurun.
Ekonomi kelembagaan mengajarkan, kepastian aturan lebih penting daripada besarnya angka.
Tanpa itu, program sebesar apa pun akan selalu melahirkan “mitra” yang “keracunan”.
Bukan karena makanan, melainkan karena kebijakan.

Irary Sadar
Yang melayani 2000 sd 1500 porsi tapi menerima pembayran 3000 porsi, apa tidak merasa itu salah? Apa tidak ada getaran dilubuk hatinya bahwa itu mengambil pembayaran yang bukan haknya?
Begitu peraturan berubah dan pembayaran sesuai pekerjaan eh, malah mencak-mencak…
Bisnis abu-abu yang dari awal sudah salah, bikin kepala puyeng salit sebelah.

Sugi
Yang membutuhkan MBG akhirnya bukan hanya anak-anak sekolahan. Bukan hanya generasi penerus. Tapi juga dapur, yayasan, dan bahkan para pemangku kepentingan MBG di sekitar mereka. Semoga peraturan baru membuka benang kusut sejak dari akarnya.

DeniK
Siapa yang pertama punya ide borongan 3000 porsi ?
Sampai ada usul beli motor listrik puluhan ribu unit .
Pesta pora anggaran yang coba di hentikan oleh menkeu terdahulu .
Sangat kritis terhadap hura hura anggaran negara buat makan gratis .

Momon Atun
Ups! Dapat lagi kalimat bijak setelah si gerung di lantik…
Teruslah mengkritik sampai di lantik!
*sip hbs ini jadi wantimpres wkwkw

Wilwa
@AgusS3. 5) Rakyat jelata yang diperas dengan pajak lalu lewat Jian-Sam (Perjanjian Kerjasama, menghindari istilah /akronim PKS, nama parpol). Jian-sam yang prosesnya dibuat oleh para oknum pejabat merangkap pengusaha J1@n-€Uk!!!!

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Komunikasi Xi

Selasa, 29 September 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Kikin

Senin, 28 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Editor Dilianto
Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

INDOPOSCO.ID – Papan catur menjadi panggung persaingan sekaligus tempat Percasi DKI Jakarta memetakan kekuatan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51....

SelengkapnyaDetails
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2713 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.