• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tak Perlu Bolak-balik Urus Dokumen, Akta Kelahiran Kini Bisa Terbit Otomatis

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:03
in Nasional
Rini

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini (kanan) meninjau Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran dengan mengintegrasikan sistem informasi rumah sakit dan puskesmas, SATUSEHAT, serta Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8/2026). Foto: Humas Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tangisan bayi yang baru lahir kini tidak hanya menjadi penanda dimulainya kehidupan baru. Di saat yang sama, pemerintah ingin memastikan identitas anak juga langsung tercatat tanpa membuat orang tua harus sibuk mengurus berbagai dokumen ke sejumlah kantor.

Perubahan itu mulai diwujudkan melalui Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran dengan mengintegrasikan sistem informasi rumah sakit dan puskesmas, SATUSEHAT, serta Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Program tersebut diluncurkan di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026).

BacaJuga:

Pilkada Tanpa Wakil, Akankah Politik ‘Bagi-Bagi Peran’ Berakhir?

Menteri PANRB Soroti Pakta Integritas Dua Arah di MPP Sumedang

Jelang Sidang Tahunan, DPR Soroti Ketimpangan Infrastruktur Jalan Nasional dan Daerah

Dengan sistem yang saling terhubung, data kelahiran yang dicatat fasilitas kesehatan dapat diteruskan ke sistem administrasi kependudukan. Akta kelahiran kemudian dapat diterbitkan secara digital dan dikirimkan secara daring kepada orang tua. Artinya, setelah bayi lahir, orang tua tidak lagi harus memulai proses administrasi dari nol.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan integrasi tersebut bukan sekadar persoalan memindahkan layanan manual ke layar digital. Lebih jauh, pemerintah ingin mengubah cara masyarakat berhadapan dengan birokrasi.

“Prinsipnya sederhana. Data yang bergerak, bukan masyarakat. Inilah perubahan yang ingin kita dorong, dari egosistem menuju ekosistem. Instansi pemerintah tidak lagi bekerja berdasarkan batas sistem dan kewenangannya masing-masing, tetapi terhubung untuk memberikan satu pengalaman layanan yang utuh kepada masyarakat,” ujar Rini.

Menurut Rini, akta kelahiran merupakan dokumen penting karena menjadi pintu awal bagi seorang anak untuk mendapatkan identitas sekaligus mengakses berbagai layanan negara, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.

Karena itu, proses mendapatkannya semestinya tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga yang baru saja menyambut kelahiran anak.

“Masyarakat tidak seharusnya dibebani dengan urusan untuk memahami batas kewenangan antarinstansi, berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya, atau mengisi data yang sama berulang kali,” katanya.

Bagi pemerintah, ukuran keberhasilan transformasi digital pun bukan terletak pada banyaknya aplikasi yang dibuat. Ukurannya justru sederhana: apakah masyarakat merasakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan terhubung.

Rini berharap integrasi ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat, bahkan sejak seorang anak mengawali kehidupannya.

“Salah satu momen paling awal ketika kehadiran negara itu dibutuhkan adalah ketika seorang anak lahir. Negara tidak boleh datang terlambat, tapi negara harus hadir sejak hari pertama anak tersebut dilahirkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai integrasi data menjadi penting karena jumlah kelahiran di Indonesia sangat besar. Setiap tahun, sekitar 4,8 juta bayi lahir atau rata-rata sekitar 13 ribu bayi setiap hari.

Jika pencatatan kelahiran masih dilakukan dengan prosedur yang terpisah-pisah, proses penerbitan dokumen tentu membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

“Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan, akte kelahirannya termasuk kartu keluarganya bisa langsung keluar secara digital,” jelas Budi.

Dengan sistem tersebut, kelahiran di fasilitas kesehatan tidak berhenti sebagai catatan medis. Data tersebut dapat menjadi pemicu bagi proses penerbitan dokumen kependudukan anak.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan dokumen digital itu nantinya dapat diterima orang tua melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Dokumen juga dapat dikirim melalui email maupun WhatsApp orang tua sehingga dapat dicetak secara mandiri.

“Begitu lahir, kemudian langsung dikeluarkan akte kelahiran karena sistemnya connect, Puskesmas misalnya atau rumah sakit langsung diserahkan di situ, digitalnya bisa langsung di-print out dan kemudian bisa juga kalau orang tuanya punya email dikirim lewat emailnya atau kalau dia punya WhatsApp bisa dikirim ke WhatsApp orang tuanya tinggal dia print sendiri silakan,” terang Tito.

Menurut Tito, pola layanan seperti ini juga diharapkan dapat menutup ruang terjadinya pungutan liar karena masyarakat tidak perlu lagi berulang kali datang ke kantor pemerintahan hanya untuk memperoleh dokumen.

Senada, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa integrasi data menjadi bagian penting dari upaya membuat pelayanan pemerintah lebih efisien.

Teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, dapat dimanfaatkan untuk mengolah dan membersihkan data sehingga berbagai sistem pemerintahan mampu saling terhubung.

“Semua data itu berbicara satu sama lain, di-support oleh AI dan AI meng-cleansing semua data itu menjadi terintegrasi dan prosesnya jadi sangat cepat,” tuturnya.(her)

Tags: Akta Kelahirankementerian panrbPelayanan Publikrini widyantini

Berita Terkait.

Surat-Suara
Nasional

Pilkada Tanpa Wakil, Akankah Politik ‘Bagi-Bagi Peran’ Berakhir?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:43
Pelayanan-Publik
Nasional

Menteri PANRB Soroti Pakta Integritas Dua Arah di MPP Sumedang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:42
Pembetulan
Nasional

Jelang Sidang Tahunan, DPR Soroti Ketimpangan Infrastruktur Jalan Nasional dan Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:41
magang
Nasional

6 Bulan Menyelami Cara Negara Bekerja, 74 Talenta Muda Masuk Kementerian PANRB

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:04
tito
Nasional

Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:52
abdul
Nasional

Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:21

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3697 shares
    Share 1479 Tweet 924
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.