INDOPOSCO.ID – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) Willy Prakarsa menilai penempatan mantan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang tetap berada di lingkar pemerintahan sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto menjaga stabilitas nasional.
“Presiden Prabowo cukup cermat dan jeli dalam intelijen, jadikan Jend Pol Drs Listyo Sigit Prabowo sebagai KSP,” kata Willy dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, Listyo Sigit memiliki pengalaman dan karakter yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas strategis di pemerintahan. Apalagi mantan Kabareskrim Polri tersebut merupakan sosok yang berintegritas.
“Semua tokoh dan elemen gerakan pastinya menaruh hormat pada sosok eks Kapolri tersebut dan terbilang sukses, miliki dedikasi, pekerja keras, dan humanis,” ujar Willy.
Ia mengibaratkan posisi Listyo Sigit dalam pemerintahan Prabowo seperti sebuah bidak benteng dalam permainan catur. Menurutnya, pengalaman Sigit dapat menjadi modal penting untuk menghadapi dinamika keamanan dan politik nasional.
“Sehingga ibarat permainan catur, eks Kapolri Sigit adalah benteng dari pemerintahan Prabowo yang dikenal cakap dalam bekerja,” tuturnya.
Ia juga menyinggung dinamika intelijen dan keamanan nasional yang menurutnya semakin kompleks. Willy berpandangan, keberadaan figur berpengalaman seperti Listyo Sigit di pemerintahan dapat membantu menghadapi berbagai potensi gejolak.
“Saya berkeyakinan tanpa eks Kapolri tersebut di dalam pemerintahan Prabowo maka saya bisa pastikan Indonesia akan mengalami pergolakan dan bergejolak, dampaknya bisa mengalami gangguan keamanan nasional,” imbuhnya.(dan)
















