INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu membangun kekuatan politik yang lebih dekat dengan masyarakat kritis untuk memperkuat pemerintahannya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Analis politik Saiful Huda Ems (SHE) dalam keterangan, Sabtu (3/10/2026). Ia menyebut, pilihan berkoalisi dengan masyarakat kritis tersebut penting, agar pemerintahan Prabowo tidak hanya bertumpu pada kekuatan kekuasaan.
Lebih jauh, Saiful menyoroti hubungan antara pemerintahan Prabowo dengan kelompok masyarakat yang kritis terhadap kekuasaan. Dia menyebut Prabowo memiliki pilihan untuk membangun komunikasi dan koalisi dengan kekuatan rakyat kritis. Menurut Saiful, dukungan kelompok tersebut dapat menjadi modal politik bagi pemerintah untuk menjalankan agenda pemerintahan dan pembangunan.
“Kalau Presiden Prabowo mau berkoalisi dengan kekuatan rakyat kritis, maka Prabowo akan didukung penuh oleh kekuatan rakyat kritis,” katanya.
Sebaliknya, Saiful mengingatkan bahwa apabila pemerintah terlalu berfokus pada kekuasaan, kritik dari kelompok masyarakat sipil akan tetap muncul.
“Namun jika Prabowo memilih asyik dengan kekuasaannya sendiri, maka Prabowo selain akan terus menerus dilawan oleh kekuatan rakyat kritis,” ujarnya.
Saiful juga menilai pengaruh politik Jokowi belum sepenuhnya dapat dilepaskan dari dinamika politik nasional. Ia menggambarkan kekuatan politik tersebut masih berpotensi menjadi faktor yang diperhitungkan dalam perjalanan pemerintahan Prabowo.
Saiful kemudian mengaitkan rotasi sejumlah pejabat dengan konfigurasi kekuasaan pemerintahan Prabowo. Menurut dia, perubahan posisi tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari proses penataan kekuatan politik di lingkungan pemerintahan.
Saiful juga memprediksi dinamika politik ke depan masih akan berkaitan dengan posisi kelompok politik yang sebelumnya berada di sekitar Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Dia bahkan memperkirakan perubahan konfigurasi di lembaga penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dapat menjadi faktor penting dalam dinamika tersebut.
“Karena itu menurut hemat prediksi politik saya, Presiden Prabowo Subianto ke depannya akan mulai mengganti para pimpinan KPK,” ujarnya.
Untuk diketahui, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai pergantian pimpinan KPK oleh Presiden Prabowo. Struktur pimpinan KPK yang berlaku masih dipimpin Setyo Budiyanto. Klaim mengenai penunjukan tokoh-tokoh baru sebagai pimpinan KPK juga pernah beredar dan dinyatakan sebagai hoaks oleh sejumlah sumber resmi. (nas)
















