• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Musnahkan 1,3 Ton Ketamin Hasil Penindakan di Perairan Kepri, Bea Cukai dan Aparat Gabungan Selamatkan 6,68 Juta Jiwa

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:02
in Nusantara
Bea Cukai bersama TNI Angkatan Laut, Kepolisian RI, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakan pemusnahan secara simbolis barang bukti 1,3 ton ketamin di Mako Kodaeral IV Batam, Rabu (12/8/2026). Foto: Humas Bea Cukai

Bea Cukai bersama TNI Angkatan Laut, Kepolisian RI, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakan pemusnahan secara simbolis barang bukti 1,3 ton ketamin di Mako Kodaeral IV Batam, Rabu (12/8/2026). Foto: Humas Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai bersama TNI Angkatan Laut, Kepolisian RI, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakan pemusnahan secara simbolis barang bukti 1,3 ton ketamin di Mako Kodaeral IV Batam, Rabu (12/8/2026).

Pemusnahan barang bukti menggunakan mobile incinerator milik BNN RI menjadi bagian dari penanganan barang bukti hasil penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hadir dalam kegiatan ini Menkopolkam RI, Ketua Komisi I DPR RI, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kasal, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Dankodaeral IV, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

BacaJuga:

Bea Cukai Dekatkan Layanan dengan Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Ekspor dari Belawan dan Tangerang

Usai MIN 5 Pidie Jaya ‘Lenyap’ Diterjang Banjir, Menag Siapkan Gedung Rp12,3 Miliar

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan tindak lanjut dari operasi gabungan yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ketamin melalui jalur laut. Sebelumnya, tim gabungan mengamankan kapal MV. King Sun di Perairan Utara Berakit, Bintan, Kepulauan Riau, pada Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, pemusnahan barang bukti menjadi bagian penting dalam memastikan hasil penindakan ditangani secara akuntabel sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari peredaran narkoba.

“Pemusnahan ini merupakan bagian dari penanganan barang bukti hasil penindakan yang dilakukan secara bersama-sama. Sinergi antarinstansi menjadi kunci sejak tahap pertukaran informasi, pengawasan, penindakan, hingga penanganan barang bukti. Kami akan terus memperkuat kolaborasi untuk mencegah narkoba masuk dan beredar di Indonesia,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan jaringan penyelundupan ketamin yang memanfaatkan jalur laut. Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini tidak lepas dari analisis intelijen yang komprehensif. Berawal dari informasi intelijen dari aparat Tailan yang diterima Bea Cukai pada pertengahan Mei 2026 mengenai kapal MV. King Sun, tim melakukan pendalaman dan analisis risiko.

Pada akhir Mei 2026, Bea Cukai dan BNN menerima informasi tambahan dari aparat Tailan terkait dugaan keterlibatan kapal tersebut dalam pengangkutan narkoba. Informasi ini ditindaklanjuti dengan pemantauan intensif, serta dilakukan analisis risiko pergerakan kapal untuk menentukan skema operasi terbaik.

Pada Juli 2026, hasil pemantauan dan analisis intelijen mengindikasikan adanya pengangkutan narkoba menggunakan kapal MV. King Sun yang terpantau bergerak menuju perairan Indonesia. Analisis tersebut diperkuat ketika pada awal Agustus 2026, Polri menginfokan Bea Cukai bahwa terdapat dugaan penyelundupan narkoba dengan kapal yang sama.

Selanjutnya Bea Cukai menetapkan kapal tersebut sebagai target operasi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana operasi penindakan gabungan bersama BNN, Polri, dan TNI Angkatan Laut.

Pada Kamis (6/8/2026), KRI Kerambit-627 di bawah kendali operasi TNI AL bersama Kapal Patroli BC-30005 di bawah kendali operasi Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri dan PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, berhasil mengamankan kapal MV. King Sun di Perairan Utara Berakit, Bintan-Kepri.

Tim gabungan kemudian mengawal kapal beserta seluruh awaknya menuju Dermaga Kodaeral IV Batam dan melaksanakan pemeriksaan terhadap seluruh kompartemen yang mencurigakan di kapal dengan dukungan Tim Anjing Pelacak (K-9) Bea Cukai Batam.

Untuk memaksimalkan pencarian keberadaan narkoba di kapal tersebut, tim gabungan juga menelusuri alat komunikasi milik awak kapal, serta menginvestigasi awak kapal, hingga mendapatkan petunjuk dan pengakuan dari awak kapal atas keberadaan narkoba tersebut.

Pada Jumat (7/8/2026) tim gabungan berhasil menemukan narkoba yang disembunyikan dalam kompartemen dekat anjungan kapal. Dari hasil penindakan tersebut, ditemukan 1.298 bungkus (1.030 gram per bungkus) dengan berat total mencapai 1.336 kilogram atau 1,3 ton yang setelah diuji menggunakan alat identifikasi Rigaku, positif mengandung ketamin.

Dalam operasi gabungan ini, petugas juga mengamankan delapan orang anak buah kapal, yang terdiri dari tujuh orang warga negara Myanmar dan satu orang warga negara Taiwan.

Atas perbuatannya, anak buah kapal yang diamankan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua belas tahun serta denda paling sedikit Rp5.000.000.000.

Proses hukum saat ini masih berjalan dan pendalaman terus dilakukan. Penindakan ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 6.684.700 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Djaka menegaskan bahwa pengawasan terhadap jalur laut akan terus diperkuat, mengingat jalur tersebut menjadi salah satu rute yang dimanfaatkan jaringan narkoba lintas negara.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan melalui pemanfaatan informasi intelijen, teknologi pemeriksaan, patroli laut, serta koordinasi dengan BNN, Polri, BIN, TNI AL, dan mitra internasional. Upaya ini diarahkan untuk mencegah narkoba masuk ke wilayah Indonesia dan melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Bea Cukai bersama BNN, Polri, BIN, dan TNI AL akan terus mengembangkan hasil penindakan untuk mengungkap jaringan dan sumber pasokan narkoba, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyelundupan melalui jalur laut. (ipo)

Tags: Bea Cukaikelaminnarkotika

Berita Terkait.

Mendikdasmen: Hasil TKA Jangan Sekadar Jadi Angka, Harus Jadi Bahan Perbaikan Pembelajaran
Nusantara

Bea Cukai Dekatkan Layanan dengan Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Ekspor dari Belawan dan Tangerang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:05
Sidang Tahunan Makin Dekat, Gladi Bersih dan Rekayasa Lalu Lintas Dimatangkan
Nusantara

Usai MIN 5 Pidie Jaya ‘Lenyap’ Diterjang Banjir, Menag Siapkan Gedung Rp12,3 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:51
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge dan Suku Cadang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar di Aceh

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:33
Merah-Putih
Nusantara

Merah Putih Raksasa Membentang di Cycloop, Pesan Persatuan Menggema dari Papua

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:04
Kebakaran-Bromo
Nusantara

Kebakaran Bromo Target Padam Jumat, BNPB Kerahkan 3 Helikopter

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:48
Rokok-Ilegal
Nusantara

Perkuat Pengawasan Rokok dan Miras Ilegal, Bea Cukai Morowali Amankan Barang Kena Cukai Ilegal Senilai 178 Miliar Rupiah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:46

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1280 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1111 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.