INDOPOSCO.ID – Kekompakan para pemimpin lembaga negara dinilai bukan sekadar soal duduk bersama dalam satu forum. Lebih dari itu, komunikasi yang terbuka dan hubungan yang kuat menjadi modal penting untuk memastikan setiap persoalan bangsa dapat dihadapi dengan langkah yang seirama.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat menghadiri silaturahmi bersama sejumlah pimpinan lembaga negara di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan yang dihadiri Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Jaksa Agung, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, serta Kepala Staf Angkatan Udara itu menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus mempererat hubungan antarpimpinan.
Bagi Djamari, hubungan yang tidak kaku justru dapat membuka jalan bagi koordinasi yang lebih efektif. Sekat-sekat formal yang terkadang membuat komunikasi menjadi berjarak perlu diperkecil agar setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka dan diselesaikan bersama.
“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan kalau kita memiliki hubungan dan komunikasi yang kuat. Bersama-sama, persoalan pasti bisa diselesaikan,” ujar Djamari.
Menurutnya, silaturahmi antarpimpinan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebiasaan untuk bertemu, berdialog, dan membangun kedekatan perlu menjadi budaya yang terus dipelihara, termasuk di lingkungan kementerian, lembaga, maupun satuan lainnya.
“Semoga kebiasaan ini dapat menjadi contoh bagi satuan maupun kementerian dan lembaga lainnya untuk memperkuat komunikasi dan kekompakan,” jelas Djamari.
Kekuatan komunikasi tersebut dinilai semakin penting di tengah beragam tantangan yang membutuhkan respons lintas lembaga. Ketika koordinasi berjalan tanpa sekat, penyamaan persepsi dan langkah dapat dilakukan lebih cepat, sementara potensi persoalan akibat perbedaan komunikasi dapat ditekan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut mengapresiasi pertemuan tersebut. Ia menilai silaturahmi antarpimpinan menjadi kesempatan strategis untuk menjaga sekaligus memperkuat sinergi yang selama ini telah dibangun, terutama dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkuat sinergi dan menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkap Agus.
Pertemuan tersebut pun membawa pesan sederhana namun penting, yakni menghadapi persoalan besar tidak cukup hanya dengan kewenangan masing-masing lembaga. Diperlukan komunikasi yang kuat, hubungan yang solid, dan kesediaan untuk menyatukan langkah demi kepentingan bangsa dan negara. (her)





















