INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Belawan dan Bea Cukai Tangerang jalankan peran sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui asistensi serta kunjungan langsung kepada pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk memahami proses bisnis, mengidentifikasi kendala di lapangan, sekaligus memastikan kegiatan kepabeanan berjalan sesuai ketentuan.
Bea Cukai Belawan gelar peninjauan pelaksanaan pemeriksaan ekspor di PT Musim Mas dan kunjungan ke Balai Laboratorium Bea Cukai (BLBC) Medan pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang dipimpin Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi bersama Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro itu tidak hanya meninjau aspek pengawasan ekspor, tetapi juga memperhatikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi petugas.
Di PT Musim Mas, Bea Cukai meninjau pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan ekspor produk crude palm oil (CPO), mulai dari instruksi kerja, kesiapan fasilitas, penerapan keselamatan kerja, hingga kondisi kesehatan personel sebelum melakukan pemeriksaan. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan pengawasan berlangsung aman dan sesuai prosedur.
Perhatian terhadap aspek keselamatan juga dilakukan di BLBC Medan. Petugas Bea Cukai meninjau kesiapan sarana keselamatan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD), mengingat kegiatan laboratorium memiliki karakteristik risiko tersendiri. Pengelolaan risiko dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas secara profesional.
Sementara itu, Bea Cukai Tangerang melaksanakan customs visit customer (CVC) ke PT Panarub Industry, Kota Tangerang, pada Rabu (5/8/2026). Perusahaan manufaktur sepatu tersebut merupakan exclusive supplier produk adidas dan memiliki fasilitas kawasan berikat serta berstatus authorized economic operator (AEO).
Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Tangerang berdialog dengan pihak perusahaan mengenai sejumlah hal yang berkaitan dengan kegiatan usaha dan perdagangan internasional. Pembahasan mencakup dampak kebijakan tarif Amerika Serikat, localized supply chain, penerapan Self Service Report Mobile (SSRM), serta pengembangan integrasi sistem perusahaan dengan CEISA 4.0. Rombongan juga meninjau proses bisnis perusahaan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengelolaan gudang, proses produksi, hingga penyelesaian produk jadi.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan bahwa kunjungan dan asistensi kepada pelaku usaha merupakan bagian dari upaya Bea Cukai memastikan kegiatan bisnis dapat berjalan efektif dan sesuai ketentuan.
“Melalui kunjungan dan asistensi yang dilakukan secara aktif, kami ingin memastikan pelaku usaha memperoleh pelayanan, pendampingan, dan solusi yang dibutuhkan agar kegiatan ekspor, impor, maupun produksi dapat berjalan semakin efektif dan efisien,” ujar Budi. (ipo)





















