INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mengkaji sejumlah opsi penanganan terkait dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada berdekatan di Jalan H.R. Rasuna Said. Kedua infrastruktur tersebut belum terhubung secara fisik, namun memiliki fungsi saling melengkapi.
JPO lama merupakan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejak awal dibangun untuk keperluan penyeberangan masyarakat umum. Sementara itu, JPO integrasi dibangun untuk menghubungkan Stasiun LRT Rasuna Said dengan Halte Transjakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, JPO integrasi pada dasarnya sudah mengakomodasi fungsi JPO lama. Selain menghubungkan moda transportasi, jembatan tersebut dilengkapi lift dan guiding block untuk memudahkan akses bagi penyandang disabilitas dan lansia.
“Soal usulan penyambungan kedua JPO, akan kami kaji bersama LRT Jakarta dan Transjakarta,” kata Pramono di Jakarta dikutip Senin (10/8/2026).
Secara teknis, terdapat perbedaan ketinggian lantai sekitar 75 sentimeter, sementara jarak antarstruktur hanya sekitar 60 sentimeter. Oleh karena itu, aspek keselamatan perlu dicermati.
“Setiap opsi harus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas pengguna,” ujar Pramono Anung.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim mengatakan, bahwa saat ini masyarakat tetap dapat menggunakan kedua JPO tersebut. Jarak akses turun dari kedua jembatan hanya sekitar 50 meter, sehingga warga masih memiliki pilihan penyeberangan sesuai kebutuhannya.
“Beberapa pilihan penanganan yang sedang dikaji antara lain: menyambungkan kedua JPO, membongkar JPO lama karena fungsinya sudah terakomodasi sepenuhnya oleh JPO integrasi, atau mempertahankan kondisi yang ada dengan memperjelas informasi dan petunjuk bagi masyarakat,” ucap Chico Hakim disapanya.(dan)


















