INDOPOSCO.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Dasar (SD) Negeri Cakung Barat 02, Jakarta Timur, tahun ini dikemas tidak sekadar sebagai kegiatan keagamaan dan seremonial. Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dengan Menjaga Kelestarian Alam dan Lingkungan”, kegiatan yang digelar pada Kamis (24/9/2026) menjadi momentum menanamkan nilai keteladanan Rasulullah SAW sekaligus membangun kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.
Ketua Panitia Pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW SD Negeri Cakung Barat 02, Helmi Suhaimi, S.Pdi., mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta didik tidak hanya mengenal kisah dan akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini adalah mengajak seluruh peserta didik untuk mengenal, memahami, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial atau mendengarkan tausiah. Nilai-nilai yang disampaikan perlu diterjemahkan ke dalam perilaku nyata yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
“Kami ingin agar peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan pembelajaran yang nyata kepada peserta didik. Karena itu, tahun ini kami mengangkat tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah dengan Menjaga Kelestarian Alam dan Lingkungan’,” kata Helmi.
Pemilihan tema tersebut juga berkaitan dengan program Eco Smart SD Negeri Cakung Barat 02. Melalui program ini, kepedulian terhadap lingkungan diperkenalkan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman, menghemat air, serta menjaga lingkungan merupakan bagian dari perilaku terpuji yang dapat kita teladani dari Rasulullah SAW,” jelasnya.
Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga tindakan nyata.
“Pesan yang ingin kami tanamkan adalah bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui akhlak dan tindakan nyata, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” lanjutnya.
Penyelenggaraan Maulid Nabi tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada peringatan dan tausiah, tahun ini sekolah menghubungkan nilai keteladanan Rasulullah dengan persoalan yang dekat dengan keseharian peserta didik.
Nilai-nilai Maulid diintegrasikan dengan program Eco Smart. Anak-anak diajak memahami bahwa akhlak yang baik juga tercermin dari cara seseorang memperlakukan lingkungan.
Kegiatan makin menarik dengan kehadiran pendongeng Mikdad Prakoso, yang menyampaikan kisah keteladanan Nabi Muhammad melalui metode bercerita secara interaktif, disertai iringan gitar dan musik.
“Kami berharap metode seperti ini membuat pesan keagamaan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak,” jelas Helmi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga pendidik, Caraka, peserta didik, hingga Komite Sekolah.
Akhlak Nabi Diterapkan dalam Keseharian
Bagi sekolah, keteladanan Rasulullah memiliki cakupan luas. Peserta didik tidak hanya dikenalkan pada kisah Nabi, tetapi juga diarahkan menerapkan nilai-nilai tersebut melalui kebiasaan sehari-hari.
Helmi menyebut sejumlah karakter yang perlu ditanamkan, antara lain kejujuran, amanah, disiplin, tanggung jawab, kesantunan, kasih sayang, menghormati orang lain, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Siswa dibiasakan berkata jujur, menghormati guru dan teman, bertanggung jawab terhadap tugas, menjaga kebersihan kelas, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, serta saling membantu,” tuturnya.
Menurut Helmi, meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengetahui kisah beliau, tetapi menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai kebiasaan.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Kepala SD Negeri Cakung Barat 02, Ningatini, S.Pd.I., M.Ag, yang mengharapkan peserta didik dapat membawa nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang ditekankan adalah agar peserta didik senantiasa “meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Menjawab Tantangan Era Digital
Di tengah kehidupan anak-anak yang semakin dekat dengan teknologi, sekolah juga berupaya membangun keseimbangan antara penggunaan gadget dan pembentukan karakter.
Helmi mengatakan, sekolah tidak ingin pendekatan terhadap penggunaan gadget hanya berupa larangan. Peserta didik perlu diberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak, sehat, dan bertanggung jawab.
“Kami tidak hanya ingin melarang penggunaan gadget, tetapi juga memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai penggunaan teknologi secara bijak, sehat, dan bertanggung jawab,” tutur Helmi.
Para siswa diingatkan untuk mengatur waktu antara belajar, bermain, beribadah, bersosialisasi, menggunakan gadget, serta menjalankan tanggung jawab di rumah maupun sekolah.
Untuk memperkuat karakter tersebut, sekolah menyediakan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan keagamaan, pembiasaan perilaku baik, Pramuka, kokurikuler, kegiatan kepedulian lingkungan, hingga program Eco Smart.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman untuk bekerja sama, bertanggung jawab, disiplin, peduli terhadap teman dan lingkungan, serta belajar menyelesaikan aktivitas tanpa selalu bergantung pada gadget.
“Kami ingin membangun keseimbangan. Anak-anak boleh mengenal dan menggunakan teknologi, tetapi tetap harus memiliki akhlak, kepedulian sosial, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Helmi.
Memperkuat Budaya Sekolah
Kegiatan Maulid Nabi tahun ini diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai. Sekolah ingin nilai-nilai yang disampaikan terus hidup dalam keseharian peserta didik.
Bagi siswa, sekolah berharap peringatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, membentuk akhlak yang baik, serta mendorong penerapan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi guru dan tenaga kependidikan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga keteladanan dan pembentukan karakter.
Sementara bagi sekolah, Maulid Nabi menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya sekolah yang religius, berkarakter, peduli, dan ramah terhadap lingkungan.
“Kami berharap kegiatan Maulid tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga SD Negeri Cakung Barat 02,” kata Helmi.
Ia juga berharap program Eco Smart dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan positif yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga sekolah.
Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi kepada Pengawas Agama Islam Kecamatan Cakung, Dr. H. Muslikhun Ikhsan, MM., MA, yang memberikan pesan kepada peserta didik mengenai pentingnya menerapkan perilaku terpuji di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Pesan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus memperbaiki akhlak sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Pada akhirnya, semangat Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri Cakung Barat 02 tahun ini diarahkan untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari perilaku nyata anak-anak dalam keseharian.
“Jadi, semangat Maulid Nabi tahun ini bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana akhlak Rasulullah SAW benar-benar hadir dalam perilaku anak-anak SDN Cakung Barat 02 setiap hari,” tutup Helmi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah. Sinergi guru, tenaga pendidik, Caraka, peserta didik, dan Komite SD Negeri 02 Cakung Barat menjadi bagian penting dalam mewujudkan kegiatan sekolah yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. (her)















