INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sejumlah isu strategis yang dibahas bersama Wali Kota New York New Zohran Kwame Mamdani saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat pada 19–21 September 2026, mulai transportasi, bantuan sosial, hingga obligasi.
“Kami berdua berdiskusi tentang banyak hal, terutama hal yang berkaitan dengan transportasi, kemudian hal berkaitan dengan bansos, hal yang berkaitan dengan security, hal yang berkaitan dengan obligasi,” kata Pramono di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, New York dan Jakarta menghadapi persoalan yang tergolong rumit karena sama-sama merupakan kota teramat padat dengan kemajemukan budaya serta suku bangsa.
“New York relatif persoalannya itu hampir sama dengan Jakarta, sebagai kota yang sangat padat, multikultur, multietnik, semua orang datang ke tempat itu, sehingga dengan demikian problemnya menjadi complicated,” ujar Pramono.
Ia mengklaim, bahwa sistem penanganan transportasi di Jakarta saat ini sebenarnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Kota New York. “Tetapi bersyukur bahwa dalam hal penanganan transportasi sebenarnya di Jakarta jauh lebih baik dibandingkan dengan di New York,” ucap Pramono.
Pertemuannya di New York berlangsung di tengah kemacetan kota akibat digelarnya Sidang Majelis Umum PBB. Dalam kesempatan itu, Walikota Mamdani menanyakan strategi Jakarta dalam mengelola transportasi untuk 11 juta penduduknya yang membengkak hingga 42 juta jiwa di kawasan aglomerasi berdasarkan data resmi PBB.
“Saya sampaikan bahwa kalau dulu yang diatur hanya Transjakarta, sekarang pengaturannya menjadi Transjabodetabek,” ungkap Pramono.
Sementara itu, pertanyaan mendasar dari pihak New York adalah mengenai pembiayaan subsidi. Ia pun menjelaskan bahwa hingga saat ini seluruh subsidi transportasi ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Dan kami yakin kalau ini penataannya menjadi lebih baik, sekarang ini kan orang juga merasakan bahwa fasilitas transportasi di Jakarta setelah MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans, KRL, membuat Jakarta konektivitasnya menjadi semakin baik,” imbuh Pramono. (dan)















