INDOPOSCO.ID – Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) menjadi momentum memperkuat semangat inovasi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi (iptek) untuk pembangunan bangsa. Tahun ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar Anugerah Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026.
HAKTEKNAS yang diperingati setiap 10 Agustus tersebut berakar dari sejarah penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995. Momentum tersebut menjadi salah satu tonggak penting perjalanan inovasi nasional sekaligus pengingat pentingnya kemandirian teknologi Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, Indonesia Innovator Award pada HAKTEKNAS diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada inovator maupun periset yang berhasil membawa hasil inovasi hingga tahap komersialisasi, baik melalui lisensi maupun royalti.
“Penganugerahan Indonesia Innovator Award ditujukan untuk menjadi pendorong dan motivasi bagi para pihak yang terkait dengan inovasi dan penerapan teknologi agar dapat lebih meningkatkan karyanya dan menjadi contoh bagi setiap insan teknologi,” kata Arif dalam keterangan, Minggu (9/8/2026).
Menurut dia, penghargaan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak inovasi yang tidak berhenti pada hasil penelitian, tetapi dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta perekonomian.
Arif menegaskan, BRIN dan LPDP ingin memberikan apresiasi berkelanjutan kepada individu maupun kelompok dari instansi, lembaga, perguruan tinggi hingga industri yang mampu menghasilkan inovasi teknologi dan berhasil diterapkan dalam dunia industri.
“BRIN dan LPDP merasa perlu untuk memberikan penghargaan tertinggi secara berkelanjutan kepada perorangan atau kelompok pada instansi/lembaga/perguruan tinggi/industri yang berasal dari internal maupun eksternal BRIN yang mampu berprestasi melalui upaya inovasi dalam karya nyata teknologi, serta telah digunakan/diproduksi oleh industri,” tegasnya.
Dia menambahkan, pemanfaatan inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada Indonesia Innovator Award 2026, penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, ST, MT dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Agus dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang konsisten mengembangkan teknologi baterai dan penyimpanan energi.
Diketahui, Agus meraih gelar doktor bidang Teknik Kimia dari Hiroshima University, Jepang, pada 2008. Kepakarannya antara lain mencakup teknologi pembentukan nanopartikel melalui metode spray pyrolysis dan proses berbasis nyala atau flame spray pyrolysis.
Sejak 2020, Agus memimpin Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS. Pusat tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Indonesia.
Kiprahnya dalam pengembangan baterai telah dimulai sejak 2012 ketika terlibat sebagai Ketua Riset Grup Baterai dalam program pengembangan mobil listrik nasional.
Sejak saat itu, ia mengembangkan teknologi baterai mulai dari material aktif, elektroda, sel, modul, battery pack hingga sistem penyimpanan energi. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dan bahan baku impor. Salah satunya melalui pengembangan material berbasis sumber daya lokal dan proses produksi yang dapat ditingkatkan menuju skala industri.
Bersama timnya, Agus telah mengembangkan sejumlah produk inovasi. Di antaranya sel baterai LFP dan NMC berformat 18650, powerwall berkapasitas 1–5 kWh, rechargeable genset, battery pack kendaraan listrik, battery energy storage system (BESS), material katoda NMC dan NCA, hingga bahan baku baterai berupa lithium hydroxide dan lithium carbonate.
Sejumlah teknologi tersebut telah dimanfaatkan dan dikembangkan bersama perusahaan. Upaya hilirisasi juga diperkuat melalui pembentukan perusahaan pemula berbasis teknologi, PT Batex Energi Mandiri dan PT Polimikro Berdikari Nusantara.
Sementara itu, Indonesia Innovator Lecture 2026 akan menghadirkan Dr. Eng. Ir. Aditya Farhan Arif dari Indonesia Battery Corporation (IBC). Aditya merupakan lulusan PhD Doctor of Engineering dari Hiroshima University melalui beasiswa MEXT, Jepang.
Dalam penelitian doktoralnya, Aditya fokus pada nanostrukturisasi dan fungsionalisasi material maju untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan energi dan konversi energi elektrokimia. Ia juga terlibat dalam pengembangan generasi pertama fuel cell electric vehicle (FCEV) Toyota.
Pengalaman profesional Aditya selama 17 tahun turut memperkuat kiprahnya dalam pengembangan industri berbasis teknologi. Kariernya dimulai dari bidang Engineering-Procurement-Construction (EPC) di PT Rekayasa Industri hingga terlibat dalam kepemimpinan industri pertambangan nasional bersama PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Saat ini, Aditya menjabat Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC), holding BUMN yang bergerak di sektor industri baterai nasional. Di posisi tersebut, Aditya mendorong pengembangan ekosistem industri baterai nasional dengan menjadikan riset dan teknologi sebagai salah satu basis utama strategi korporasi.
Pengalamannya juga mencakup upaya menjembatani dunia industri dan akademia, termasuk dalam industrialisasi katalis nasional, pengolahan logam tanah jarang, proses manufaktur dari HPAL hingga NMC battery, serta pengembangan material maju berbasis timah untuk dye-sensitized solar cell (DSSC). (nas)


















