• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
in Nasional
Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menilai Qanun Asasi Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam perjalanan kebangsaan Indonesia. Menurut dia, dokumen yang menjadi fondasi organisasi NU tersebut bukan hanya catatan sejarah, tetapi memuat gagasan yang hingga kini relevan untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menghadiri Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

BacaJuga:

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Muzani mengatakan, pembahasan Qanun Asasi menjadi penting karena NU sejak kelahirannya pada 1926 telah melewati berbagai fase sejarah bangsa. Organisasi yang didirikan para ulama tersebut, lanjutnya, tidak hanya bergerak dalam persoalan keagamaan, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan.

Menariknya, Muzani melihat tempat digelarnya acara memiliki kaitan simbolis dengan tema yang dibahas. Gedung Nusantara V, kata dia, dahulu dikenal sebagai Gedung GBHN karena pernah menjadi tempat MPR menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

“Kalau hari ini kemudian membicarakan tentang Qanun Asasi, itu sesuatu yang sangat mendasar bagi perjuangan kita semua sebagai bangsa,” ujar Muzani.

Menurut dia, Qanun Asasi lahir pada situasi dunia Islam yang tengah mengalami perubahan besar. Runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah serta munculnya berbagai gerakan Islam di sejumlah kawasan menjadi bagian dari konteks sejarah yang melatarbelakangi pemikiran KH Hasyim Asy’ari ketika merumuskan dasar NU.

Muzani menilai sejak awal NU diarahkan bukan sebagai kekuatan yang berhadap-hadapan dengan kelompok lain. Sebaliknya, NU dibangun untuk memberikan jawaban atas persoalan umat sekaligus menjadi kekuatan yang mampu merawat persatuan.

“Kalau Tuan-Tuan baca dengan saksama, ingin menjadikan NU bukan sebagai musuh dan ancaman bagi gerakan mana pun. NU harus menjadi solusi bagi problem keumatan,” terangnya.

Semangat tersebut, menurut Muzani, kemudian terlihat dalam kiprah NU dan kalangan pesantren dalam sejarah perjuangan Indonesia. Para santri ikut berada di garis depan ketika bangsa ini berupaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Ia mencontohkan keterlibatan santri dalam Laskar Hizbullah dan Sabilillah pada masa pendudukan Jepang. Perjuangan tersebut dilandasi keyakinan bahwa mempertahankan negara dan kemerdekaan merupakan bagian dari kewajiban.

“Karena membela negara, merebut kemerdekaan bagian dari kewajiban, dan keyakinan itu dibangun oleh Kiai Hasyim,” katanya.

Namun, Muzani menegaskan perjuangan kebangsaan tidak berhenti di medan pertempuran. Jalur politik juga menjadi instrumen penting untuk mempertahankan dan membangun negara.

“Perjuangan lewat tentara, lewat bersenjata saja tidak cukup, dan harus berjuang melalui politik,” ujarnya.

Muzani juga menilai konsistensi NU dalam menjaga keutuhan Indonesia terlihat ketika bangsa ini menghadapi berbagai ancaman disintegrasi. Ia menyebut NU berulang kali mengambil posisi untuk mempertahankan persatuan di tengah situasi politik yang penuh gejolak.

“Setiap ancaman negara, setiap ancaman perpecahan, setiap ancaman disintegrasi, NU selalu tampil ke depan membela bangsa dan negara,” tegasnya.

Salah satu momentum yang disinggung Muzani adalah situasi Indonesia pada awal 1950-an, ketika terjadi berbagai pergolakan, termasuk DI/TII dan PRRI. Saat itu, muncul pula perdebatan mengenai legitimasi kepemimpinan Presiden Soekarno.

Dalam kondisi tersebut, lanjut dia, para ulama berupaya mencari jalan keluar melalui pendekatan keagamaan dan politik. Muzani menyinggung pertemuan ulama di Cipanas pada 1953 yang kemudian berkaitan dengan pemberian gelar Waliyul Amri bi al-Dharuri bi al-Syaukah kepada Soekarno.

Langkah tersebut, menurut Muzani, memperlihatkan bagaimana ulama menggunakan pemikiran keagamaan untuk ikut mencari solusi terhadap persoalan kenegaraan. “Itu bagian dari penguatan, bagian dari ijtihad para ulama, para kiai untuk bagaimana menyelamatkan bangsa dan negara,” ucapnya.

Karena itu, Muzani meminta Qanun Asasi tidak dipandang sebatas dokumen yang hanya relevan dengan masa lalu. Nilai yang terkandung di dalamnya dinilai tetap dapat menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan kebangsaan saat ini. “Qanun Asasi ini adalah semangat filosofi yang hidup sepanjang zaman,” kata Muzani.

Dia pun menilai keberadaan NU menjadi salah satu keuntungan bagi perjalanan Indonesia sebagai negara yang majemuk. “Indonesia beruntung ada Nahdlatul Ulama. Indonesia beruntung karena ada Qanun Asasi,” ujarnya. (nas)

Tags: mpr riNKRINUQanun Asasi

Berita Terkait.

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
hakim
Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35
ikpi
Nasional

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:14
gedung polri
Nasional

IPW Desak Kapolri Tindak Mafia Hukum agar Penegakan Hukum Lebih Profesional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04
ribka
Nasional

Wamendagri Ribka Apresiasi Pemkab Jayapura Bantu Tangani Korban Dugaan Keracunan MBG

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:21

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2462 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2174 shares
    Share 870 Tweet 544
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.