• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Isu Pergantian Kapolri Kembali Menguat, Pakar Singgung Dilema Politik Presiden Prabowo

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:12
in Nasional
sigit

Ilustrasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo/Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Champaign, Nasarudin Sili Luli, memberikan pandangannya soal pernyataan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto mengenai isu pergantian Kapolri. Ia menyoroti sikap Aries yang
tidak membenarkan maupun membantah isu terkait kabar Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri.

Ia mengingatkan, dalam konteks politik Indonesia, posisi Kapolri dan bukan sekadar jabatan administratif. Kapolri, kata dia, adalah instrumen kekuasaan yang krusial, penjaga stabilitas, pengendali keamanan, sekaligus jembatan antara negara dan aparat bersenjata.

BacaJuga:

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam Masa Jihad 2026–2031

GPR Institute: AI Tak Bawa Perubahan Mendasar pada Komunikasi Publik Pemerintah

Menag: PIP Sasar Lebih dari 5 Juta Siswa Satuan Pendidikan di Bawah Kemenag

“Karena itu, tidak mengejutkan jika Presiden Prabowo ingin menempatkan orang-orang kepercayaannya di posisi strategis ini,” jelas dia dalam keterangan, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, ia menyebut, bahwa keputusan tersebut juga penuh dilema. Pasalnya, apabila Prabowo mengganti Listyo Sigit ia akan dianggap tidak menghormati norma kelembagaan. Sebaliknya, tegas dia, jika ia mempertahankan mereka terlalu lama, ia akan terus dibayang-bayangi oleh tudingan bahwa aparat keamanan masih dalam pengaruh “rezim lama”.

“Terlebih, narasi “Partai Cokelat” yang menyindir kedekatan Polri dengan Jokowi makin sering bergema di media sosial. Dalam situasi seperti ini, setiap keputusan Prabowo akan memiliki konsekuensi politik yang mendalam,” ujar dia.

Nasarudin menambahkan dalam konteks Indonesia, keputusan Prabowo untuk mengganti atau mempertahankan pimpinan Polri bisa dilihat sebagai ujian terhadap batas antara loyalitas profesional dan kontrol sipil. “Apakah Prabowo akan menjunjung prinsip atau justru menciptakan polisi yang lebih politis dan loyal secara personal?,” kata dia.

Nasarudin menjelaskan, bahwa kekuasaan modern tidak lagi hanya ditunjukkan melalui kekerasan, tetapi melalui pengaturan institusi dan distribusi posisi. Bahwa mengganti Kapolri bukan hanya soal penggantian personel tetapi soal membentuk ulang struktur kekuasaan dan jaringan loyalitas.

“Kita perlu memahami bahwa institusi seperti Polri bukan hanya alat negara, tetapi arena politik yang penuh dengan relasi kuasa,” ungkapnya.

“Dalam setiap kekuasaan membutuhkan kelompok elite yang loyal dan kompeten untuk menopang pemerintahan. Gagal memilih elite yang tepat bisa mengguncang stabilitas politik dari dalam,” imbuhnya.

Ia memandang, jika Prabowo ingin memulai era baru, maka pembentukan ruling class versi dirinya sendiri, termasuk di tubuh Polri menjadi langkah penting. Namun, risiko muncul jika elite baru ini tidak memiliki legitimasi publik atau kapabilitas institusional.

Di satu sisi, lanjut dia, Prabowo butuh kontrol atas aparat keamanan untuk memastikan visinya berjalan tanpa sandungan. Karena, perubahan yang prematur bisa merusak keseimbangan kekuasaan yang telah terbangun sejak era Jokowi.

“Dalam politik, loyalitas adalah barang mahal. Prabowo, sebagai Presiden baru, tentu memahami bahwa menguasai Kementerian dan lembaga sipil saja tidak cukup. Ia harus membangun loyalitas hingga ke struktur keamanan negara,” ujar dia.

Ia pun memuji, kinerja Kapolri Listyo Sigit yang meskipun sering diasosiasikan dengan Jokowi mempunyai catatan profesional relatif bersih dan masih memiliki waktu jabatan cukup panjang. Mengganti Listyo dalam waktu dekat bisa menimbulkan kesan bahwa Prabowo terlalu buru-buru ingin mengamankan pos strategis.

“Namun membiarkan Listyo tetap menjabat bisa menciptakan dualisme loyalitas di tubuh Polri,” tutur dia.

Dikatakan dia, Prabowo semestinya memilih strategi reset senyap yakni mengganti satu demi satu dalam waktu yang dianggap tepat, bukan dengan gebrakan mendadak. Salah satu caranya dengan mengangkat Wakapolri baru terlebih dahulu untuk menguji peta kekuatan, atau menempatkan loyalis di posisi penting di luar struktur utama sebagai persiapan suksesi.

“Publik harus sadar bahwa pengangkatan Kapolri bukan semata soal profesionalisme. Ini adalah bagian dari konstruksi kekuasaan,” kata dia.

Ia menambahkan, apabila Prabowo benar-benar ingin menjalankan agenda besar, seperti transformasi ekonomi, hilirisasi, dan ketahanan pangan, ia memerlukan aparat keamanan yang loyal, efisien, dan bebas dari konflik politik lama. Sebab, loyalitas semu tanpa kompetensi hanya akan menjadi beban baru bagi pemerintahannya.

“Prabowo saat ini tengah berada di persimpangan penting. Setiap keputusan terhadap Kapolri bukan sekadar reshuffle lantaran seperti menulis ulang struktur kekuasaan nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto buka suara mengenai isu pergantian Kapolri. Saat ditanya mengenai kabar Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri , Aries tidak membenarkan maupun membantah isu tersebut.

Aries hanya meminta publik menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. “Tunggu tanggal waktunya,” kata Aries di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026) kemarin. (nas)

Tags: kapolripakarPergantian KapolriPolitik Presiden Prabowo

Berita Terkait.

Air Melimpah dan Modal Terjamin, Pokdakan Ngupoyo Mino Sleman Siap Ekspansi Pasok Ikan di Jogja
Nasional

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam Masa Jihad 2026–2031

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:21
ai
Nasional

GPR Institute: AI Tak Bawa Perubahan Mendasar pada Komunikasi Publik Pemerintah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:14
menag
Nasional

Menag: PIP Sasar Lebih dari 5 Juta Siswa Satuan Pendidikan di Bawah Kemenag

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:22
umat
Nasional

Optimalkan Dana Umat Tembus Rp 49 Triliun, Kemenag Siapkan Pusat Pemberdayaan Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:23
bpjss
Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Marbot dan Guru Mengaji di Kebayoran Lama

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:02
soebagyo
Nasional

Kabar Duka, Subagyo Hadi Siswoyo Sang Jenderal 3 Era Berpulang

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:57

OLAHRAGA

bultang
Olahraga

Usai Juara Denmark Open 2026, Fikri Ungkap Pelajaran Berharga dari Pengalaman Fajar

Editor Juni Armanto
Senin, 19 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID – Penantian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri untuk berdiri di podium tertinggi Denmark Open 2026 akhirnya terbayar. Ganda putra Indonesia...

SelengkapnyaDetails
Sabet Gelar Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron/Soh, Fajar Ungkap Kunci Kemenangan

Sabet Gelar Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron/Soh, Fajar Ungkap Kunci Kemenangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:06
Zaskia Putri Salurante

Zaskia Salurante Ukir Prestasi di Polandia, FORKI Soroti Pentingnya Jam Terbang Internasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:24
Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:39
Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2631 shares
    Share 1052 Tweet 658
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1391 shares
    Share 556 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1261 shares
    Share 504 Tweet 315
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1094 shares
    Share 438 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.