INDOPOSCO.ID – Pengelolaan dana umat kini menjadi motor utama dalam pengentasan kemiskinan dan pemandirian ekonomi nasional. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat, potensi dan realisasi pengumpulan pundi-pundi dana umat, seperti zakat, wakaf, infak, hingga sedekahbkini telah menembus angka fantastis hingga lebih dari Rp 49 triliun.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat jumpa wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2026). Menurutnya, langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata Kemenag dalam mendukung dan merealisasikan program Asta Cita Presiden, khususnya pada poin pemberdayaan serta kemandirian ekonomi umat.
Ia menegaskan, penanganan dana umat melalui lembaga resmi seperti Baznas dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) kini makin terkonsentrasi dan efektif pemanfaatannya. Dampak positif dari pengelolaan ini pun sudah mulai dirasakan masyarakat secara kualitatif maupun kuantitatif.
”Pengumpulan dana umat sudah menembus lebih dari Rp 49 triliun, itu baru dari zakat dan wakaf, belum termasuk infak, sedekah, maupun hibah. Kita memperkuat ekosistem ekonomi umat dengan mengembangkan sekitar 32 pundi-pundi ekonomi,” ujar Nasaruddin.
Ia mengatakan, sektor-sektor berbasis kerakyatan kini turut digerakkan, mulai dari ekonomi berbasis masjid, pesantren, panti asuhan, hingga majelis taklim. Guna memperkuat fondasi tersebut, Kemenag merencanakan pembentukan pusat atau lembaga khusus pemberdayaan ekonomi umat.
“Lembaga ini dirancang tidak hanya menyasar umat Islam, tetapi juga seluruh pemeluk agama di Indonesia melalui pendataan terpadu. Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan kemiskinan secara mandiri,” ungkapnya.
Dengan kemandirian dana umat ini, masih ujar Nasaruddin, ke depan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak dapat lebih dikonsentrasikan untuk kebutuhan vital nasional lainnya. Sementara itu, penanganan kemiskinan umat dapat disokong secara optimal oleh kekuatan dana swadaya masyarakat.
”Tak hanya ekonomi, kami juga terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan berbasis keagamaan demi memastikan keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi kemajuan masyarakat,” ujarnya. (nas)

















