INDOPOSCO.ID – Kabar duka menyelimuti panggung militer dan politik tanah air. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo (HS), tutup usia pada Senin (19/10/2026) sore di Yogyakarta. Tokoh senior yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di tubuh TNI ini menghembuskan napas terakhirnya di RS Panti Rapih.
Duka mendalam tersebut mengalir melalui pesan singkat yang diterima rekan-rekan media.
“Innalillahi wainna Inna ilaihi roji’un. Telah meninggal dunia ayah kami Jenderal TNI Purn Subagyo Hadi Siswoyo di rumah sakit Panti Rapih Jogjakarta pukul 16.20 WIB. Mohon dimaafkan segala kesalahan dan mohon doa agar beliau ditempatkan terbaik disisi ALLAH SWT. Aamiin,” demikian tulis pesan yang tersebar.
Jenazah almarhum rencananya disemayamkan di rumah duka kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta, sebelum prosesi pemakaman.
Subagyo HS bukan sekadar perwira tinggi biasa. Lulusan AKABRI 1970 ini memegang tongkat kepemimpinan TNI AD di momen-momen paling krusial dalam sejarah modern Indonesia. Dijuluki sebagai KSAD yang melintasi tiga kepemimpinan nasional, yakni Presiden Soeharto, BJ Habibie, hingga Abdurrahman Wahid, ia memimpin Angkatan Darat sejak Februari 1998 hingga November 1999, periode di mana gejolak dan arus besar Reformasi Mei 1998 mengubah wajah bangsa.
Tak hanya itu, sosoknya juga dikenal sangat dekat dalam rekam jejak karier Presiden RI Prabowo Subianto, di mana Subagyo merupakan senior Prabowo semasa aktif bertugas di korps baret merah.
Jejak pengabdian Subagyo terukir dalam berbagai peristiwa penting negeri ini. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dan turut mengukir sejarah saat terlibat dalam operasi pembebasan sandera pesawat Garuda Indonesia Flight 206 (Woyla) di Bangkok, Thailand, pada tahun 1981.
Lepas dari dinas militer, dedikasinya tidak berhenti. Almarhum sempat memimpin Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), sebelum akhirnya terjun ke dunia politik bersama Partai Hanura. Kiprah di ranah pemerintahan kemudian membawanya dipercaya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2015–2019 di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). (her)

















