• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

ASPEK Desak RUU Ketenagakerjaan Akhiri Praktik “Kontrak Abadi”

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 27 Juli 2026 - 16:04
in Nasional
Pekerja

Ilustrasi pekerja perusahaan padat karya. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Konfederasi Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia mendesak pemerintah dan DPR menjadikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan sebagai momentum mengakhiri praktik penyalahgunaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja kontrak. Karena regulasi baru ini mewariskan generasi pekerja kontrak seumur hidup.

Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi, mengatakan RUU Ketenagakerjaan harus menghadirkan kepastian kerja dan masa depan yang layak bagi pekerja, bukan sekadar menjadi instrumen fleksibilitas bagi dunia usaha.

BacaJuga:

Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Potensi TPPO

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

2 Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Hadir Lebih Dekat Lewat Mobil Layanan Keliling

Menurut Rusdi, PKWT sejatinya hanya diperuntukkan bagi pekerjaan yang bersifat sementara. Namun dalam praktiknya, skema tersebut banyak diterapkan pada pekerjaan yang bersifat tetap dan menjadi kegiatan utama perusahaan.

“Masalah PKWT bukan hanya persoalan status pekerja kontrak. Yang dipertaruhkan adalah masa depan manusia yang bekerja. Ketika pekerja terus-menerus berada dalam status PKWT, mereka bekerja bertahun-tahun, tetapi tetap hidup dalam ketidakpastian karena harus terus memperbarui kontrak,” ujar Rusdi dalam keterangan, Senin (27/7/2026).

ASPEK menilai penyalahgunaan PKWT telah memicu 5 persoalan besar di sektor ketenagakerjaan. Pertama, munculnya fenomena “kontrak abadi”, yakni pekerja yang bertahun-tahun bekerja di perusahaan yang sama tanpa pernah diangkat menjadi pekerja tetap.

Kedua, pekerja kehilangan kepastian jenjang karier karena status kontrak yang terus diperpanjang. Ketiga, posisi tawar pekerja menjadi lemah sehingga menghambat peningkatan upah dan kesejahteraan.

Keempat, ketidakpastian hubungan kerja dinilai berdampak pada perlindungan jaminan hari tua dan pensiun. Sementara persoalan kelima adalah terciptanya persaingan usaha yang tidak sehat, terutama pada sektor berbasis vendor seperti jasa keamanan, kebersihan, logistik, dan layanan pendukung lainnya.

“PKWT yang disalahgunakan bukan hanya melahirkan pekerja kontrak, tetapi melahirkan generasi tanpa kepastian, baik pekerjaan, karier, kesejahteraan maupun masa pensiun,” tegas Rusdi.

Dikatakan dia, ASPEK mengajukan 10 usulan reformasi PKWT dalam RUU Ketenagakerjaan. Di antaranya menegaskan PKWT hanya digunakan untuk pekerjaan sementara, mewajibkan pekerjaan tetap menggunakan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), membatasi masa PKWT maksimal satu tahun, hingga membatasi jumlah pekerja kontrak maksimal 10 persen dari total pekerja tetap di perusahaan.

“Kami juga mengusulkan sanksi tegas bagi perusahaan yang menyalahgunakan PKWT, penguatan hak kompensasi pekerja kontrak, kewajiban mengangkat pekerja menjadi PKWTT,” ungkapnya.

“Apabila perusahaan masih membutuhkan tenaga kerja setelah masa kontrak berakhir, serta kewajiban memperoleh izin penggunaan PKWT dari dinas tenaga kerja,” imbuhnya.

Rusdi juga meminta agar pengaturan mengenai PKWT diatur secara rinci dalam undang-undang dan tidak didelegasikan secara berlebihan ke peraturan pelaksana. Menurutnya, hal itu sejalan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168/PUU-XXI/2023 yang menegaskan substansi mengenai hak-hak pekerja harus diatur langsung dalam undang-undang.

“Indonesia tidak boleh membangun daya saing dengan mewariskan ketidakpastian kepada pekerjanya. Anak bangsa tidak boleh hanya diberi pekerjaan, tetapi juga harus diberi masa depan,” ujarnya.(nas)

Tags: Asosiasi Serikat PekerjaPerjanjian Kerja Waktu TertentuRUU Ketenagakerjaan

Berita Terkait.

Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Potensi TPPO
Nasional

Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Potensi TPPO

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:32
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Nasional

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:47
BRMS Perkuat Kinerja Kuartal III 2026, Bidik Peningkatan Produksi Emas
Nasional

2 Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Hadir Lebih Dekat Lewat Mobil Layanan Keliling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:07
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07
Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan
Nasional

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:15
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi Persoalan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:05

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.