• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Soroti Ketimpangan Dokter di Daerah, DPR: Masalahnya Bukan Kekurangan, tapi Distribusi

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 7 Juli 2026 - 16:44
in Nasional
Dokter

Ilustrasi layanan kesehatan. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Persoalan layanan kesehatan di Indonesia dinilai bukan semata-mata karena kekurangan dokter. Yang lebih mendesak justru pembenahan distribusi tenaga kesehatan (Nakes) agar tidak terus menumpuk di kota besar, sementara masyarakat di daerah masih kesulitan mendapatkan layanan medis.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan, selama ini perdebatan soal krisis dokter terlalu berfokus pada penambahan jumlah tenaga kesehatan. Padahal, akar persoalan berada pada pemerataan dan tata kelola penempatannya.

BacaJuga:

HUT Projo Tanpa Jokowi, Budi Arie Ungkap Alasan yang Tak Bisa Dibuka

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

“Persoalan yang paling dirasakan masyarakat adalah distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Masih banyak daerah yang kesulitan mendapatkan layanan dokter, sementara di kota-kota besar justru terjadi penumpukan tenaga medis,” kata Netty dalam keterangan, Selasa (7/7/2026).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta pemerintah menyusun perencanaan tenaga kesehatan secara nasional, dengan memetakan kebutuhan setiap daerah berdasarkan jumlah penduduk, karakteristik wilayah, beban penyakit, hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, penempatan dokter tidak cukup hanya melalui kebijakan penugasan. Pemerintah juga harus menyediakan insentif yang memadai, jenjang karier yang jelas, fasilitas kerja yang layak, hingga dukungan terhadap kehidupan sosial tenaga kesehatan yang bertugas di daerah.

Tak hanya soal SDM, Netty juga menyoroti pembangunan rumah sakit dan pengadaan alat kesehatan. Dia mengingatkan agar investasi sektor kesehatan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga tidak terjadi ketimpangan fasilitas antardaerah.

Di sisi lain, Netty menyambut positif pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor kesehatan. Namun, teknologi tersebut, menurutnya, hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti dokter.

AI, dikatakan dia, dinilai dapat membantu proses skrining, analisis data kesehatan, membaca hasil pemeriksaan penunjang hingga mempercepat administrasi pelayanan. Meski demikian, keputusan klinis tetap harus berada di tangan dokter karena membutuhkan pertimbangan profesional dan etika.

Netty juga mengingatkan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat harus diimbangi perubahan arah pembiayaan kesehatan. Fokus layanan, katanya, perlu bergeser ke upaya promotif dan preventif melalui penguatan layanan primer, deteksi dini penyakit, pengendalian penyakit kronis, serta pelayanan bagi kelompok lanjut usia.

“Kami mendorong penguatan audit medis sebagai instrumen untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang bekerja sesuai standar profesi,” katanya.

Netty menambahkan, reformasi sistem kesehatan hanya akan berhasil jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, dan masyarakat bergerak bersama mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.(nas)

Tags: Dokter DaerahDPR RIKomisi IX

Berita Terkait.

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Nasional

HUT Projo Tanpa Jokowi, Budi Arie Ungkap Alasan yang Tak Bisa Dibuka

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:36
Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa
Nasional

Kemenkop Gelar Magang Pengurus KDKMP, Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Nasional

12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17
Fauzan
Nasional

Lebih dari 8.400 Kasus, Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Kampus Bersatu Perangi TBC di Sulteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:09
Anak-anak
Nasional

Pembelajaran Pascabencana Flores Tetap Jalan, Sekolah Gunakan Beragam Moda

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:08
Petani
Nasional

AI Mulai Menyentuh Lahan Pertanian, BRIN Dorong Smart Farming

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:46

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.