INDOPOSCO.ID – Di balik dukungan terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, tersimpan kekhawatiran besar dari para orang tua terkait kesiapan sistem hingga potensi praktik kecurangan dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Survei Opini Pelaksanaan SPMB 2026 yang dirilis Lembaga Survei KedaiKOPI menunjukkan, persoalan teknis masih menjadi perhatian utama masyarakat. Sebanyak 71,8 persen responden mengaku khawatir terhadap kemampuan sistem dalam membaca lokasi tempat tinggal dan menghitung jarak secara akurat.
Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, mengatakan kekhawatiran tersebut muncul karena banyak orang tua mengandalkan jalur domisili dalam proses pendaftaran.
“Sebanyak 71,8 persen orang tua merasa khawatir mengenai keterandalan sistem dalam membaca lokasi mereka,” kata Ashma dalam paparannya yang ditayangkan di YouTube Lembaga Survei KedaiKOPI, dikutip pada Minggu (5/7/2026).
Selain persoalan teknologi, responden juga masih menaruh perhatian terhadap kemungkinan terjadinya praktik-praktik yang mencederai proses seleksi, mulai dari titipan, manipulasi dokumen hingga jual beli kursi.
“Jadi bentuk kecurangan tersebut yang mungkin masih menjadi PR untuk pelaksanaan SPMB di tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Temuan lain menunjukkan, pilihan bersekolah di sekolah swasta masih dianggap memberatkan kondisi ekonomi keluarga. Sebanyak 78,6 persen responden menilai biaya pendidikan di sekolah swasta jauh lebih tinggi dibanding sekolah negeri, baik dari sisi biaya masuk maupun iuran bulanan.
Melihat berbagai catatan tersebut, KedaiKOPI meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada sosialisasi mekanisme pendaftaran, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai tujuan utama kebijakan SPMB.
“Maka dari itu kami menyarankan adalah satu perlu dikuatkannya lagi substansi tujuan dari SPMB tersebut, terutama terkait dengan jalur domisili. Jadi menekankan SPMB bukan hanya tentang teknis tata cara, tetapi kenapa empat jalur ini menjadi penting untuk ada,” tutupnya.
Survei ini dilakukan pada 14-22 Juni 2026 terhadap 585 responden yang merupakan orang tua atau wali calon murid SD hingga SMA yang berencana mendaftarkan anak ke sekolah negeri. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan metode Computer Assisted Self Interview (CASI). (her)


















