• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tak Bisa Lagi Andalkan Transfer Pusat, Daerah Diminta Cari Mesin Pendapatan Baru

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 5 Juli 2026 - 16:06
in Nasional
tkd

Sejumlah narasumber menghadiri Dialog Otonomi Daerah bertajuk "Mendorong Kemandirian Fiskal Melalui Optimalisasi Sumber Pendapatan Daerah" di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Apkasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu kemandirian fiskal kembali menjadi sorotan ketika ketidakpastian ekonomi global berbarengan dengan menguatnya wacana re-sentralisasi kewenangan pemerintah. Kondisi tersebut dinilai menuntut pemerintah daerah segera mengubah cara mengelola pembangunan, dari bergantung pada transfer pusat menjadi mampu menciptakan sumber pendapatan sendiri.

Pesan itu mengemuka dalam Dialog Otonomi Daerah bertajuk “Mendorong Kemandirian Fiskal Melalui Optimalisasi Sumber Pendapatan Daerah” yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pada peringatan HUT ke-26 organisasi tersebut di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

BacaJuga:

Mendikdasmen: Guru Bukan Cuma Ngajar, tapi Bangun Peradaban

DOB Papua Utara Tak Cukup Modal Aspirasi, DPD RI: Butuh Dukungan Politik di Pusat

Wantimpres Jangan Jadi Rumah Para Senior, Guru Besar IPDN: Presiden Butuh Pengkritik, Bukan Tukang Angguk

Ekonom senior sekaligus pendiri Core Indonesia, Hendri Saparini menilai tantangan pemerintah daerah saat ini jauh lebih berat dibanding beberapa tahun lalu. Selain menghadapi perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan internasional, ruang gerak daerah juga dinilai semakin sempit karena kecenderungan kebijakan yang kembali terpusat.

“Kita melihat pemerintah kini menuju ke re-sentralisasi sampai masa kepresidenan 2029. Memang desentralisasi kita memiliki banyak kekurangan, tetapi mengubah arah dari desentralisasi menjadi re-sentralisasi adalah sebuah musibah. Karena itu, daerah memerlukan pendekatan baru. Pemimpin daerah kini bukan hanya mengatur Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga mencari cara bagaimana menciptakan lapangan kerja dan produktivitas lebih tinggi tanpa bersandar pada APBD,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, pemerintah daerah harus meninggalkan pola birokrasi yang hanya berperan sebagai regulator. Ia menawarkan konsep dual engine economy, yakni mengintegrasikan aktivitas bisnis sosial dengan birokrasi agar lahir sumber pembiayaan baru di luar skema anggaran konvensional.

Ia juga menilai kreativitas pembiayaan perlu diperluas melalui digitalisasi layanan publik untuk menekan kebocoran anggaran, pemanfaatan dana diaspora, hingga kerja sama dengan lembaga donor internasional.

Selain memperkuat fiskal, transformasi kualitas aparatur sipil negara (ASN) dinilai menjadi fondasi penting. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan sekitar 33 persen dari 6,7 juta ASN di Indonesia masih berpendidikan di bawah diploma, terutama berasal dari pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita berada dalam dinamika berbeda, tetapi setiap pemimpin memiliki pasukan sama. Kalau ada yang belum bisa lari kencang, ini mohon dipahami. Saya harap pemerintah daerah bisa membantu pendidikan mereka ke jenjang lebih tinggi. Di sisi lain, kelola ASN ini dengan rasa kekeluargaan. Buat hati mereka bahagia, karena rasa bahagia itu akan memicu kekuatan dahsyat dalam mengelola manajemen risiko pemerintahan,” kata Zudan.

Ia menambahkan pemerintah daerah kini memiliki kewenangan penuh menjalankan manajemen talenta ASN. Untuk mendukungnya, BKN memangkas proses mutasi menjadi lima hari kerja dan membuka layanan profiling kompetensi gratis bagi sekitar 650 ribu calon pejabat sepanjang 2026.

Forum tersebut juga menghadirkan berbagai praktik yang telah dijalankan pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala mengatakan pemerintah kabupatennya menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara transparan untuk membiayai layanan kesehatan hingga membantu pembiayaan tenaga pendidik.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menjelaskan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memantau penerimaan pajak dan belanja daerah secara real time sehingga kepercayaan publik meningkat dan berdampak pada kenaikan PAD.

Potensi sumber pendapatan baru juga dinilai masih terbuka di sektor maritim. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Liana Trisnawati menyebut masih ada 441 pelabuhan pengumpan regional yang belum dialihkan pengelolaannya kepada pemerintah kabupaten meski peluang tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Di sektor lain, Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Setiyo Wibowo mendorong pemerintah daerah mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi melalui pendekatan ekonomi sirkular.

“Isu sampah sudah jadi isu sosial dan politik. Padahal, jika dikelola dengan ekosistem tepat, sampah harus bisa dimonetisasi, harus bisa menjadi uang,” jelas Setiyo.

Ia mencontohkan pengolahan sampah anorganik menjadi material bangunan ramah lingkungan sebagai model yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Dialog tersebut menggarisbawahi bahwa masa depan pembangunan daerah tidak lagi cukup ditopang dana transfer pemerintah pusat. Penguatan PAD, inovasi birokrasi, digitalisasi layanan, kolaborasi dengan swasta, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal menjadi bekal utama agar pemerintah daerah tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi global. (her)

Tags: ApkasiASNHendri SapariniTKD

Berita Terkait.

abdul
Nasional

Mendikdasmen: Guru Bukan Cuma Ngajar, tapi Bangun Peradaban

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:28
dob
Nasional

DOB Papua Utara Tak Cukup Modal Aspirasi, DPD RI: Butuh Dukungan Politik di Pusat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:29
djohan
Nasional

Wantimpres Jangan Jadi Rumah Para Senior, Guru Besar IPDN: Presiden Butuh Pengkritik, Bukan Tukang Angguk

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:06
santri
Nasional

Data Terus Dimutakhirkan, Kemenag: Santri Terverifikasi Capai 4,634 Juta

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:05
Suyudi
Nasional

Bongkar Jaringan 2 Ton Sabu, Rekam Jejak Suyudi Ringkus ‘Mami’ Dewi Astutik di Kamboja

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:06
Firli-bahuri
Nasional

Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:25

OLAHRAGA

crystaline
Olahraga

Ribuan Pelari Ramaikan Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta

Editor Folber Siallagan
Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID - Sekitar 9.500 pelari dari berbagai latar belakang dan komunitas turut meramaikan Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta. Digelar di...

SelengkapnyaDetails
Todotua

Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04
Hardiyanto-Kenneth

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2129 shares
    Share 852 Tweet 532
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.