INDOPOSCO.ID – Kejutan datang dari lereng Gunung Merapi. Di tengah ancaman terhadap habitat satwa liar, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru katak semak langka.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Alamsyah Elang Nusa Herlambang mengatakan, katak endemik Jawa ini diberi nama Philautus candrageni. Ditemukan di kawasan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menjelaskan, Philautus candrageni memiliki karakter yang berbeda dari spesies kerabatnya, baik dari sisi bentuk tubuh, genetik maupun suara panggilan kawin.
“Spesies ini memiliki tubuh berukuran sedang, struktur kepala dengan canthus rostralis yang tegas, tekstur kulit punggung relatif halus, serta panggilan kawin unik yang terdiri atas tiga nada berbeda,” ujar Alamsyah dalam keterangan, Minggu (5/7/2026).
Ia menjelaskan, identifikasi dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif yang menggabungkan analisis morfologi, filogenetik molekuler berbasis DNA mitokondria, hingga analisis bioakustik.
Metode ini, sambungnya, memungkinkan peneliti mengungkap keragaman spesies yang sebelumnya tersembunyi (cryptic diversity). “Selain menemukan spesies baru, kami berhasil memperjelas status taksonomi Philautus jacobsoni, spesies katak yang berstatus terancam punah,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan Philautus candrageni memiliki sebaran terbatas di lereng Gunung Merapi. Habitatnya berada di kawasan perkebunan dan pegunungan dengan ketinggian menengah, sehingga membuat spesies ini rentan terhadap perubahan lingkungan.
Menurut Alamsyah, spesies endemik dengan wilayah sebaran sempit memiliki risiko tinggi akibat degradasi habitat, aktivitas manusia, maupun perubahan ekosistem pegunungan. Karena itu, upaya konservasi perlu diperkuat agar populasi satwa tersebut tetap lestari.
“Penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas dengan kekayaan hayati yang masih terus terungkap melalui penelitian,” ungkapnya. (nas)


















