• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pernah Beri Bebas Visa ke 169 Negara, Kemenpar Dorong Indonesia Jangan Tertinggal dari Malaysia dan Thailand

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 24 Juni 2026 - 11:23
in Nasional
Penumpang

Ilustrasi wisatawan manca negara yang baru tiba di Bandara I Ngurah Rai Bali. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia pernah menjadi salah satu negara paling terbuka di dunia dalam hal kebijakan visa. Pada 2016, pemerintah memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) kepada 169 negara dan hasilnya signifikan: permintaan wisatawan mancanegara melonjak hingga 32,4 persen dan sekitar 400.000 lapangan kerja tercipta. Namun kini, jumlah negara yang mendapat fasilitas bebas visa ke Indonesia justru tertinggal dibanding beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai kondisi itu perlu segera dikoreksi. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (24/6/2026), Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa BVK bukan sekadar kebijakan administrasi visa, melainkan instrumen strategis yang berdampak langsung pada kunjungan wisatawan, belanja, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat. “BVK adalah instrumen daya saing, instrumen pertumbuhan, dan instrumen penciptaan lapangan kerja. Indonesia perlu memastikan tidak tertinggal dalam memberikan kemudahan perjalanan bagi wisatawan mancanegara,” tegas Widiyanti Putri Wardhana.

BacaJuga:

Butuh Rp360 Triliun Setahun, DPR Minta Usulan Gaji Guru Rp30 Juta Tak Berhenti Jadi Wacana

IPH Jadi Prioritas Nasional, Pemerintah Dorong Tata Kelola Hukum yang Lebih Efektif

Menteri Ekraf: Film Jadi Media Efektif Sampaikan Pesan Keluarga

Data dari kajian World Travel and Tourism Council (WTTC) bersama Oxford Economics memperkuat argumen tersebut. Kebijakan bebas visa terbukti menghasilkan median peningkatan kedatangan wisatawan sebesar 16,6 persen per tahun, lebih dari dua kali lipat dibanding kebijakan new visa types yang hanya menghasilkan 8,1 persen per tahun. Studi kasus Indonesia pada 2016 bahkan mencatatkan dampak lebih besar dari median global tersebut.

Temuan serupa juga muncul dari Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Kajian APEC mencatat bahwa penghapusan persyaratan visa dapat mendorong kenaikan kunjungan wisatawan antara 7,2 hingga 27 persen. Sebaliknya, penambahan hambatan masuk justru berisiko menurunkan kedatangan wisatawan mancanegara hingga 29,3 persen, angka yang cukup besar untuk diabaikan dalam konteks persaingan pariwisata regional.

Menpar menegaskan bahwa kemudahan akses bukan hanya soal kenyamanan wisatawan, melainkan soal kompetisi langsung dengan negara tetangga yang terus memperbarui kebijakan fasilitasi perjalanan mereka. Di kawasan ASEAN, persaingan menarik wisatawan mancanegara semakin ketat dan aksesibilitas menjadi salah satu variabel penentu utama dalam keputusan wisatawan memilih destinasi.

Namun Kemenpar juga mengakui bahwa perluasan BVK tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada sejumlah aspek yang harus dijaga secara bersamaan, mulai dari prinsip kehati-hatian, keamanan nasional, resiprositas antarnegara, hingga kepentingan strategis Indonesia. Perluasan BVK yang tidak terukur justru bisa membuka celah yang merugikan kepentingan nasional.

Karena itulah Kemenpar mendorong pendekatan lintas kementerian dan lembaga untuk merumuskan kebijakan BVK yang optimal. Formulasi yang dicari adalah yang mampu menjaga keseimbangan antara keterbukaan akses dan perlindungan kepentingan nasional, sehingga Indonesia bisa kompetitif tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kedaulatan.

Kemenpar meyakini bahwa dengan formulasi yang tepat, dampak ekonomi BVK akan terasa luas hingga ke pelaku usaha daerah, UMKM, dan tenaga kerja sektor pariwisata. Wisatawan yang lebih mudah masuk berpotensi tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak, dua faktor yang secara langsung menggerakkan ekonomi destinasi dari bawah. Kemenpar menegaskan bahwa pariwisata adalah sektor yang sangat sensitif terhadap aksesibilitas dan setiap kebijakan yang mempersulit masuknya wisatawan berpotensi langsung menekan pertumbuhan sektor ini.

“Semakin mudah wisatawan datang, semakin besar peluang ekonomi yang dapat bergerak di destinasi. Kebijakan BVK perlu dilihat sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pariwisata global,” tutup Widiyanti Putri Wardhana.(ney)

Tags: Bebas Visa KunjunganKemenparvisawisatawan mancanegara

Berita Terkait.

Guru
Nasional

Butuh Rp360 Triliun Setahun, DPR Minta Usulan Gaji Guru Rp30 Juta Tak Berhenti Jadi Wacana

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:22
Rini
Nasional

IPH Jadi Prioritas Nasional, Pemerintah Dorong Tata Kelola Hukum yang Lebih Efektif

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:02
Teuku-Rafly
Nasional

Menteri Ekraf: Film Jadi Media Efektif Sampaikan Pesan Keluarga

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:20
MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru
Nasional

MPLS 2026 Resmi Disulap Jadi Gerbang Bahagia bagi Murid Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:02
Rekor Gol Piala Dunia Dipatahkan, Miroslav Klose Kenang Era Riquelme dan Messi Muda
Nasional

Kado untuk Driver Ojol, Komisi Platform Resmi Turun Jadi 8 Persen per 1 Juli

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:02
DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil
Nasional

DPR: Skema 8:92 Bukti Perjuangan Ojol Akhirnya Berbuah Hasil

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:41

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1147 shares
    Share 459 Tweet 287
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
Pemain-Timnas-Kolombia
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Amankan Tempat di 32 Besar

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 24 Juni 2026 - 11:43

INDOPOSCO.ID - Kolombia kembali menunjukkan kelasnya di panggung Piala Dunia 2026. Menghadapi Republik Demokratik Kongo dalam pertandingan Grup K, Los...

SelengkapnyaDetails
Tuchel

Hasil Piala Dunia : Kuasai Bola 78 Persen tapi Mandul, Tuchel Akui Inggris Bermain Terlalu Hati-hati Kontra Ghana

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:12
Ronaldo

Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50
Kroasia

Hasil Piala Dunia: Bungkam Panama 1-0, Kroasia Hidupkan Asa ke Fase Gugur

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30
CR7

Hasil Piala Dunia: Brace ke Gawang Uzbekistan Bawa Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:10
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.