INDOPOSCO.ID – Penguasaan bola 78 persen, 19 tembakan, dan sembilan sepak pojok tidak menghasilkan satu pun gol. Itulah gambaran frustrasi Timnas Inggris saat ditahan imbang 0-0 oleh Ghana dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Boston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat persaingan di Grup L semakin ketat karena Inggris dan Ghana kini sama-sama mengoleksi empat poin.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel tidak mengelak dari kenyataan bahwa timnya gagal memanfaatkan dominasi yang terlihat jelas di atas lapangan. Dari 19 tembakan yang dilepaskan Three Lions, hanya empat yang tepat sasaran dan semuanya mampu diantisipasi kiper Ghana. Sementara Ghana, yang hanya mencatatkan dua total tembakan sepanjang pertandingan, justru berhasil pulang dengan satu poin berharga.
Tuchel mengakui bahwa skuadnya bermain dengan pendekatan yang terlalu berhati-hati, bukan terlalu percaya diri seperti yang diasumsikan banyak pihak. “Tak ada rasa terlalu percaya diri dalam permainan kami. Sama sekali tidak. Jika ada, mungkin justru ada sedikit rasa terlalu berhati-hati,” ujar Tuchel seperti dilansir Sky Sports, Rabu (24/6/2026).
Pernyataan itu selaras dengan apa yang terlihat di lapangan. Inggris memang mendominasi penguasaan bola, namun kerap terhenti di sepertiga akhir karena keengganan mengambil risiko. Ghana yang terorganisasi rapi di lini pertahanan sukses menutup ruang dan memaksa Inggris berputar-putar tanpa arah yang tajam. Meski demikian, Tuchel menolak anggapan bahwa Grup L diremehkan. Menurutnya, seluruh skuad Three Lions sudah dalam kondisi siap dan waspada sejak awal.
“Ini grup yang sangat sulit, tapi kami tak butuh peringatan. Semua orang waspada dan berkomitmen penuh, tak ada keraguan soal itu,” kata Tuchel.
Dari sisi klasemen, posisi Inggris di puncak Grup L memang masih terjaga bersama Ghana dengan selisih gol sebagai pembeda. Croatia di peringkat tiga mengoleksi tiga poin, sementara Panama belum meraih satu poin pun dari dua pertandingan. Namun keunggulan Inggris masih sangat rentan mengingat Ghana bisa menyalip dengan kemenangan di laga terakhir.
Tuchel tetap menjaga optimisme meski menyadari pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menegaskan bahwa empat poin dari dua laga masih membuka peluang lolos yang cukup lebar apabila Inggris mampu menyelesaikan fase grup dengan kemenangan.
“Kami sudah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan dengan satu pertandingan tersisa. Kami mampu memenangkannya dan kami akan berusaha melakukannya,” ucap Tuchel.
Ujian berikutnya bagi Inggris adalah Panama yang akan dihadapi pada Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB. Panama memang sudah tersingkir secara matematis dengan nol poin dari dua laga, namun Tuchel sadar bahwa laga tanpa beban bagi lawan justru bisa menjadi jebakan berbahaya apabila Inggris kembali bermain tanpa ketajaman.
Pelatih asal Jerman itu menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya menjaga stabilitas mental tim di tengah tekanan turnamen. “Sangat penting agar saat-saat puncak tidak terlalu tinggi dan saat-saat terendah tidak terlalu rendah,” imbuh Tuchel. Pesan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa ia tidak akan membiarkan hasil mengecewakan ini berlarut-larut mengganggu fokus persiapan laga penentuan.(dan)

















