INDOPOSCO.ID – Olahraga padel tengah digandrungi berbagai kalangan saat ini. Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) menjadikan padel tak sekedar menjadi ajang adu kemampuan di lapangan.
“Olahraga padel harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, kolaborasi, dan semangat gotong royong,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MKGR, Wihaji dalam keterangan, Minggu (16/8/2026).
Saat menutup rangkaian Ormas MKGR Open Padel 2026, ia mengatakan, nilai-nilai dalam olahraga padel sejalan dengan semangat yang selama ini diusung MKGR.
Sebab, menurutnya, permainan tersebut menuntut kerja sama antarpasangan untuk meraih kemenangan. “Semangatnya adalah kolaborasi, persatuan, kebersamaan, gotong royong, saling membahu seperti bermain padel. Hasil yang baik lahir dari kerja sama,” katanya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan menegaskan, MKGR harus mulai bertransformasi dengan menghadirkan kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, organisasi tidak bisa hanya mengandalkan agenda rapat dan konsolidasi.
“Harus ada kegiatan baru yang sesuai dengan suasana kebatinan anak muda, termasuk Gen Z,” ujarnya.
Karena itu, ia membuka peluang agar turnamen serupa digelar di berbagai daerah dengan konsep yang lebih beragam. Tidak hanya padel, tetapi juga olahraga lain yang lebih membumi di tengah masyarakat.
Ia mengungkapkan, penyelenggaraan Ormas MKGR Open Padel 2027 dipastikan tidak lagi berlangsung di Jakarta. Jawa Barat ditetapkan sebagai tuan rumah setelah keluar sebagai juara umum pada turnamen tahun ini.
“Karena Jawa Barat menjadi juara umum, maka tahun depan piala bergilir akan digelar di Jawa Barat,” ungkapnya.
Diketahui, pada turnamen Ormas MKGR Open Padel 2026 juara pada kategori Mix Doubles, pasangan Sinta Widyana-Zulfikar. Sementara pasangan Umar Aryo Seno-Tiyas Fauzia menempati posisi runner-up.
Pada kategori Men’s Doubles, pasangan Jojo Sujono-Riza Pahlevi keluar sebagai juara setelah mengalahkan Indra Ahmad-Nicolas Andreano.
Sementara itu, Sekretaris MKGR, Daniel Muttaqien menambahkan, di tengah duka cita atas gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, dia mengajak seluruh keluarga besar MKGR untuk bergerak membantu masyarakat terdampak.
Bahkan, seluruh uang pembinaan yang diterima para juara diputuskan untuk disumbangkan kepada korban gempa di NTT. “Semua uang pembinaan dari juara pertama, baik mix doubles maupun men’s doubles, kami serahkan untuk donasi bagi korban gempa di NTT,” ujar Muttaqien. (nas)























