INDOPOSCO.ID – Sebanyak 1.035 prajurit Infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) resmi menyandang baret. Mereka telah mengikuti prosesi pembaretan di Pantai Jangkar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.
Tradisi pembaretan tersebut menjadi penanda berakhirnya pendidikan sekaligus awal pengabdian sebagai prajurit Korps Infanteri.
Komandan Rindam V/Brawijaya, Brigjen TNI Mukhamad Albar mengatakan, sebanyak 1.035 siswa terdiri atas 221 prajurit siswa Bintara dan 814 prajurit siswa Tamtama mengikuti upacara pembaretan Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 serta Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri alumni Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026.
“Dalam tradisi ini para siswa secara simbolis dinyatakan diterima sebagai prajurit Infanteri melalui penyematan Brevet Yudha Wastu Pramuka,” ungkap Albar dalam keterangan, Minggu (21/6/2026).
Ia menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan tempur, serta menjaga disiplin sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan penugasan.
“Prajurit Infanteri harus terus memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis maupun taktis agar mampu menghadapi dinamika ancaman di medan tugas,” katanya.
Selain kemampuan tempur, para lulusan juga diingatkan untuk menjunjung tinggi integritas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, loyalitas, dan komitmen terhadap tugas dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.
“Seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan harus terus diasah melalui latihan berkelanjutan di satuan masing-masing agar siap menjalankan tugas sebagai prajurit Infanteri profesional,” terangnya. (nas)
















