INDOPOSCO.ID – Laga Belanda kontra Swedia tak hanya berakhir dengan kemenangan telak 5-1, tetapi juga menghadirkan sebuah pencapaian yang langsung masuk dalam lembar sejarah sepak bola Negeri Kincir Angin. Brian Brobbey dan Cody Gakpo sukses mengulang prestasi langka yang terakhir kali tercipta pada Piala Dunia 2014 lewat duet legendaris Arjen Robben dan Robin van Persie.
Kala itu, di Arena Fonte Nova, Salvador, Belanda mengguncang dunia dengan menghancurkan juara bertahan Spanyol 5-1 pada laga pembuka Piala Dunia Brasil. Robben dan Van Persie sama-sama memborong dua gol, menciptakan kombinasi mematikan yang dikenang hingga bertahun-tahun.
Kini, 12 tahun berselang, kisah serupa kembali hadir. Brobbey membuka jalan kemenangan dengan mencetak dua gol hanya dalam 17 menit pertama pertandingan Piala Dunia 2026, sementara Gakpo menyempurnakan pesta gol Oranje lewat dua gol tambahan setelah jeda sekaligus menyumbang satu assist.
“Saya tidak tahu soal itu, tetapi saya sangat bangga. Robin van Persie dan Arjen Robben adalah legenda di Belanda. Disebut sejajar dengan mereka adalah sesuatu yang membuat saya dan tim sangat bangga,” ujar Brobbey dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu (21/6/2026).
Penyerang Sunderland tersebut mengaku puas dapat langsung memberi kontribusi besar setelah menjadi satu-satunya perubahan dalam susunan pemain inti Belanda dibanding pertandingan sebelumnya.
“Luar biasa bisa langsung memberikan dampak. Tim juga bermain sangat baik, jadi rasanya sangat menyenangkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Gakpo juga tak menyembunyikan rasa bangganya setelah namanya kini berdampingan dengan dua ikon sepak bola Belanda.
“Itu daftar yang bagus untuk menjadi bagian darinya. Robben dan Van Persie, lalu sekarang Brian dan saya. Tentu ini sesuatu yang patut dibanggakan,” kata Gakpo.
Menariknya, penyerang Liverpool tersebut masih remaja ketika menyaksikan kemenangan fenomenal Belanda atas Spanyol pada 2014. Saat itu usianya baru 15 tahun dan momen tersebut membekas kuat dalam ingatannya.
“Itu pertandingan yang sangat menegangkan untuk ditonton di televisi karena kami kalah dari Spanyol di final 2010. Jadi menghadapi mereka (Spanyol) pada pertandingan pembuka (Piala Dunia) tahun 2014, semua orang berharap kami menang, tetapi kami tahu betapa kuatnya Spanyol,” tutur Gakpo.
“Saya pikir mereka mencetak gol lebih dulu melalui penalti, tetapi setelah sundulan Van Persie, semuanya berubah bagi tim dan negara. Kami bermain luar biasa. Saya masih ingat setiap gol dari pertandingan itu,” sambungnya.
Kini, Gakpo bukan lagi sekadar penonton yang mengagumi para seniornya. Ia justru menjadi bagian dari cerita baru yang akan dikenang generasi berikutnya. Tambahan dua gol ke gawang Swedia membuat koleksi golnya di Piala Dunia meningkat menjadi lima dari tujuh penampilan, melanjutkan produktivitasnya setelah mencetak tiga gol pada edisi 2022 di Qatar.
Meski tampil sebagai salah satu bintang lapangan, Gakpo memilih menonjolkan kerja sama tim dibanding pencapaian pribadi.
“Saya sangat senang bisa mencetak gol lagi hari ini dan membuat dua gol. Namun secara keseluruhan, ini adalah penampilan kolektif. Tim banyak membantu saya mendapatkan posisi untuk mencetak gol dan bahkan memberikan assist. Pada akhirnya, kami melakukan semuanya bersama-sama. Ini adalah langkah awal yang baik,” tutup eks PSV Eindhoven tersebut.(her)
















