• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemendagri Ingatkan Daerah: Inovasi adalah Kunci Memperkuat Kemandirian Fiskal

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 12 Juni 2026 - 13:44
in Nasional
Agus-Fatoni

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni saat menjadi pembicara dalam Regional Financial Discussion bertema “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing” di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah tidak bisa lagi dijawab hanya dengan mengandalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kreativitas dan keberanian mengambil langkah inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan keuangan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, saat menjadi pembicara dalam Regional Financial Discussion bertema “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing” di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

BacaJuga:

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Era AI, Wartawan Dituntut Tetap Kritis dan Pegang Teguh Etika Jurnalistik

Menurut Fatoni, ukuran kemandirian fiskal tidak semata-mata dilihat dari besarnya penerimaan daerah, melainkan juga dari kemampuan pemerintah daerah menggali peluang dan menghadirkan solusi baru.

“Kemandirian fiskal bukan hanya soal angka, tetapi keberanian daerah untuk berinovasi. Daerah harus berani mencari solusi, menciptakan peluang, dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk memperkuat kapasitas fiskalnya,” kata Fatoni.

Ia menyoroti masih tingginya ketergantungan banyak daerah terhadap dana transfer pemerintah pusat. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat ruang gerak fiskal menjadi terbatas sehingga optimalisasi pendapatan daerah dan pengelolaan belanja yang efisien harus menjadi prioritas.

Fatoni menegaskan, pengelolaan keuangan daerah pada akhirnya harus bermuara pada keberlangsungan pemerintahan, percepatan pembangunan, peningkatan kualitas layanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi fiskal yang kuat akan memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya, semakin tinggi ketergantungan terhadap dana transfer, maka ruang fiskal daerah menjadi semakin terbatas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kualitas kepemimpinan kepala daerah menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam mengatasi berbagai keterbatasan. Daerah dengan pemimpin yang adaptif dan kreatif dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan kebijakan yang efektif.

“Selain potensi daerah, leadership juga sangat penting. Kepala daerah yang inovatif dan kreatif akan mampu menemukan solusi meskipun dalam kondisi yang sulit,” tutur Fatoni.

Dalam forum tersebut, Fatoni juga mengajak pemerintah daerah untuk tidak ragu belajar dari keberhasilan wilayah lain. Ia mendorong penerapan prinsip ATM atau Amati, Tiru, dan Modifikasi sebagai cara mempercepat lahirnya inovasi yang relevan dengan karakteristik masing-masing daerah.

“Daerah yang sukses harus menjadi contoh bagi daerah lain. Kita bisa menerapkan prinsip ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Dengan demikian, inovasi dapat berkembang lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” terangnya.

Ia memandang forum diskusi antardaerah sebagai wadah strategis untuk berbagi praktik terbaik sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Di sisi lain, Fatoni memastikan bahwa kerangka regulasi saat ini sudah cukup mendukung lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk lebih percaya diri memanfaatkan ruang yang tersedia.

“Regulasi untuk berinovasi sudah tersedia. Yang diperlukan sekarang adalah keberanian untuk memanfaatkannya. Banyak daerah masih ragu karena tidak paham, dan tidak paham karena tidak belajar,” tegas Fatoni.

Menutup paparannya, Fatoni mengingatkan pentingnya membangun pola pikir yang adaptif dan berani mencoba pendekatan baru agar mampu menghasilkan capaian yang berbeda.

“Kalau daerah lain bisa, kita harus bisa. Bahkan kalau perlu, daerah lain tidak bisa, kita yang bisa. Semangat inilah yang harus menjadi energi baru dalam membangun kemandirian fiskal daerah,” tutupnya.(her)

Tags: agus fatoniDitjen Bina Keuangan DaerahfiskalKemendagriPAD

Berita Terkait.

iklim
Nasional

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

Sabtu, 19 September 2026 - 23:23
ika
Nasional

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Sabtu, 19 September 2026 - 22:02
ukww
Nasional

Era AI, Wartawan Dituntut Tetap Kritis dan Pegang Teguh Etika Jurnalistik

Sabtu, 19 September 2026 - 21:11
ulama
Nasional

Judi Online dan Pinjol Dinilai Saling Menjerat, DSP PKS Dorong Gerakan Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08
menag
Nasional

Kunjungi 2 Pesantren di Kediri, Menag Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Bahasa Asing

Sabtu, 19 September 2026 - 17:04
hensat
Nasional

Hensa Ingatkan Bahaya Menelan Informasi dari Potongan Video: Jangan Abaikan Konteks

Sabtu, 19 September 2026 - 14:55

OLAHRAGA

sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Editor Laurens Dami
Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

INDOPOSCO.ID – Sumaya tinggal selangkah lagi dari sejarah. Atlet teqball putri Indonesia itu memastikan tempat di final nomor Women’s Singles...

SelengkapnyaDetails
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05
Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Kombinasi Lokal-Eropa, Ini Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:16
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Banyak Perkara Besar Kita Ambil, tapi Akhirnya Digergaji

Sumaya Tembus Semifinal, Indonesia Berpeluang Ukir Sejarah di Teqball Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 18:41
Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes Absen Perkuat Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:28

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5532 shares
    Share 2213 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.