• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Soroti Kasus Eks Wamen Imipas, Yusril ke ASN: Jangan Jadikan Jabatan Sebagai Perisai

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 9 Juni 2026 - 10:21
in Headline
Yusril-Ihza-Mahendra

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. Kemenko Kumham Imipas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan seluruh aparatur negara agar tidak pernah menjadikan jabatan sebagai tameng untuk melakukan penyimpangan dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas, profesionalisme, serta transparansi harus menjadi fondasi utama dalam setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Yusril saat memberikan arahan kepada jajaran kementerian di tengah upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik hanya dapat terwujud apabila setiap aparatur menjalankan tugas sesuai aturan dan menjunjung tinggi etika pelayanan.

BacaJuga:

Suahasil Mulai Tugas sebagai Menkeu, Sampaikan Penghormatan untuk Purbaya

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga Bengkulu

Pramono Teken Pergub untuk Beasiswa S-2 dan S-3 ke Luar Negeri

Di hadapan para pegawai, Yusril turut memberikan apresiasi kepada mereka yang selama ini bekerja dengan penuh kejujuran dan dedikasi.

“Negara berjalan karena masih banyak pegawai yang datang bekerja, melayani masyarakat, dan pulang tanpa membawa sesuatu yang bukan haknya,” ujar Yusril dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Ia menekankan bahwa forum konsolidasi yang digelar bukanlah bentuk kecurigaan terhadap seluruh pegawai, melainkan langkah untuk memperkuat komitmen moral dan profesionalisme aparatur negara. Menurut Yusril, tindakan segelintir oknum tidak boleh mencoreng nama baik ribuan pegawai yang selama ini bekerja secara benar dan bertanggung jawab.

Menyinggung proses hukum terkait dugaan penyimpangan layanan keimigrasian yang menyeret nama eks Wamen Imipas Silmy Karim, Yusril meminta seluruh jajaran menghormati proses yang sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Meski demikian, pemerintah tetap menunjukkan sikap tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran yang merusak kualitas pelayanan publik.

“Tidak ada jabatan yang boleh dipakai sebagai perisai. Dalam negara hukum, kekuasaan tunduk kepada hukum,” tehas Yusril.

Menurutnya, penyimpangan dalam pelayanan publik bukan hanya persoalan administratif semata. Praktik-praktik yang memperjualbelikan prosedur justru berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap negara dan menciptakan kesan bahwa keadilan dapat diperoleh melalui jalan pintas.

Karena itu, Yusril menekankan pentingnya keterbukaan dalam setiap layanan pemerintah. Mulai dari besaran biaya, durasi pelayanan, hingga dasar hukum yang digunakan harus dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat.

“Kalau ada biaya, sebutkan biaya resminya. Kalau ada waktu layanan, sebutkan waktunya. Jangan buat masyarakat bergantung kepada orang dalam untuk mendapatkan haknya,” tegasnya.

Ia juga meminta para pimpinan unit kerja meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan kerja masing-masing. Menurut Yusril, indikasi penyimpangan sering kali dapat terlihat dari pola pelayanan yang tidak lazim, keluhan masyarakat yang terus berulang, hingga gaya hidup pegawai yang tidak sesuai dengan profil penghasilannya.

“Pemimpin yang baik tidak cukup hanya menerima laporan. Ia harus turun melihat, bertanya, mendengarkan, dan memastikan standar pelayanan benar-benar berjalan di lapangan,” ujarnya.

Selain memperkuat pengawasan internal, Yusril memastikan pemerintah memberikan dukungan kepada para pegawai yang konsisten menjaga integritas dan menolak praktik-praktik menyimpang. Ia menegaskan bahwa pegawai yang bekerja secara jujur harus mendapatkan perlindungan dan tidak boleh dikucilkan.

Sebaliknya, ia memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang masih memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi agar segera menghentikan praktik-praktik tidak resmi.

“Tidak ada keuntungan sesaat yang sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkannya. Jabatan bisa hilang, nama baik runtuh, dan keluarga ikut menanggung malu,” tambahnya.

Menutup arahannya, Yusril mengajak seluruh aparatur negara menjadikan reformasi birokrasi sebagai gerakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia optimistis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah akan semakin kuat apabila pelayanan diberikan secara bersih, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.(her)

Tags: JabatanMenko Kumham imipasPelayanan PublikYusril Ihza Mahendra

Berita Terkait.

Suahasil Mulai Tugas sebagai Menkeu, Sampaikan Penghormatan untuk Purbaya
Headline

Suahasil Mulai Tugas sebagai Menkeu, Sampaikan Penghormatan untuk Purbaya

Selasa, 15 September 2026 - 13:25
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga Bengkulu
Headline

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga Bengkulu

Selasa, 15 September 2026 - 13:15
Pramono Teken Pergub untuk Beasiswa S-2 dan S-3 ke Luar Negeri
Headline

Pramono Teken Pergub untuk Beasiswa S-2 dan S-3 ke Luar Negeri

Selasa, 15 September 2026 - 11:01
Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah
Headline

Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

Selasa, 15 September 2026 - 09:25
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN
Headline

Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Selasa, 15 September 2026 - 09:10
Tak Lagi Desil 4, Anggota DPR Masuk Desil Miskin Viral Kini Jadi Desil 10
Headline

Pencarian Jurnalis Hilang usai Liput Anak Krakatau Diperpanjang 3 Hari

Selasa, 15 September 2026 - 08:15

OLAHRAGA

Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN
Olahraga

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 15 September 2026 - 09:45

INDOPOSCO.ID – Enam karateka terbaik Indonesia resmi dilepas untuk memburu prestasi di Asian Games 2026 Nagoya. PB Federasi Olahraga Karate-Do...

SelengkapnyaDetails
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16
timnas

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Sabtu, 12 September 2026 - 21:08

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1606 shares
    Share 642 Tweet 402
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1511 shares
    Share 604 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Bambang Setiawan, Pelaku Ternyata Pekerja Serabutan

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.