• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

DPR Soroti Budaya Kecurangan di Pendidikan, Penguatan Integritas Jadi Harga Mati

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 9 Juni 2026 - 09:10
in Politik
Siswa

Ilustrasi - Suasana kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Penanaman nilai integritas sejak usia dini dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan menolak segala bentuk korupsi serta kecurangan. Foto: Dok. KPK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya memberantas korupsi dinilai harus dimulai jauh sebelum seseorang memasuki dunia kerja atau jabatan publik. Fondasinya justru dibangun sejak anak-anak melalui pembiasaan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan pendekatan yang lebih mendasar daripada sekadar penguatan regulasi dan pengawasan. Menurutnya, pendidikan karakter yang menanamkan integritas sejak usia dini menjadi elemen penting dalam membentuk generasi yang memiliki ketahanan moral.

BacaJuga:

93 Juta Pekerja Indonesia di Sektor Informal, DPR RI: Berpotensi Masa Tua Tanpa Perlindungan

Luruskan Pidato Politiknya, AHY Tegaskan Demokrat di Belakang Prabowo:

Singgung Demokrasi yang Baik, Prabowo Sebut Demokrat Beri Contoh Tidak Caci Maki dan Bakar-Bakar

“Penanaman nilai integritas sejak dini merupakan fondasi utama pembangunan karakter anak bangsa yang menjadi bagian penting dari upaya pencegahan korupsi,” ujar Rerie -sapaan Lestari Moerdijat- dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terbitnya Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Aturan itu menegaskan larangan berbagai praktik yang berpotensi mencederai proses penerimaan siswa, mulai dari pungutan liar, titipan peserta didik, rekayasa domisili, hingga gratifikasi.

Rerie menyambut positif kebijakan tersebut karena dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga tata kelola pendidikan yang transparan dan berintegritas.

“Kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan pembentukan karakter antikorupsi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan integritas di sektor pendidikan belum sepenuhnya teratasi. Berbagai bentuk penyimpangan yang masih terjadi berisiko menggerus nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi ruh dalam proses pendidikan.

Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, indeks integritas sektor pendidikan tercatat berada pada angka 69,50 dari skala 100 poin.

“Capaian tersebut menunjukkan sistem integritas mulai terbentuk, tetapi belum sepenuhnya menjadi budaya yang konsisten di lingkungan Pendidikan,” ungkapnya.

Data KPK juga menunjukkan masih ditemukannya praktik pungutan liar di sejumlah sekolah. Selain itu, toleransi terhadap berbagai bentuk kecurangan dalam proses sertifikasi maupun akreditasi masih menjadi persoalan. Bahkan, sebagian kalangan masih memandang pemberian hadiah atau gratifikasi sebagai sesuatu yang lumrah.

Menurut Rerie, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pendidikan antikorupsi harus dijalankan secara nyata dan menyentuh substansi, bukan sekadar agenda formalitas.

“Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan antikorupsi harus diterapkan secara substantif dan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial,” tutur Rerie.

Ia menegaskan bahwa keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran yang sama penting dalam menanamkan karakter jujur dan berintegritas kepada anak-anak. Nilai-nilai tersebut harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari agar tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat.

“Tanpa integritas, pola asuh dan sistem pendidikan hanya akan melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara moral,” tegasnya.

Rerie berharap penguatan pendidikan karakter dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, dunia pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan individu yang memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk korupsi dan kecurangan dalam kehidupan bermasyarakat.(her)

Tags: DPR RIJabatanKejujurankorupsipendidikan

Berita Terkait.

buruh
Politik

93 Juta Pekerja Indonesia di Sektor Informal, DPR RI: Berpotensi Masa Tua Tanpa Perlindungan

Kamis, 10 September 2026 - 11:11
ahy
Politik

Luruskan Pidato Politiknya, AHY Tegaskan Demokrat di Belakang Prabowo:

Rabu, 9 September 2026 - 22:52
demokrat
Politik

Singgung Demokrasi yang Baik, Prabowo Sebut Demokrat Beri Contoh Tidak Caci Maki dan Bakar-Bakar

Rabu, 9 September 2026 - 22:32
bagja
Politik

Jelang Pemilu 2029, Bawaslu Gandeng BSSN Perkuat Pertahanan Siber

Rabu, 9 September 2026 - 18:41
AHY
Politik

Soal Pidato AHY yang Disorot Golkar, Demokrat: Kuncinya Tanggung Jawab kepada Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 15:25
Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penutupan Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Diperpanjang
Politik

Doli Kurnia Sependapat dengan AHY: Kesulitan Rakyat Tanggung Jawab Kita Semua

Senin, 7 September 2026 - 11:08

OLAHRAGA

lc
Olahraga

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 10 September 2026 - 10:50

INDOPOSCO.ID – Liga Champions 2026/2027 langsung menyajikan pesta gol dan drama pada matchday pertama fase liga. Paris Saint-Germain (PSG) dan...

SelengkapnyaDetails
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07
wo

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 06:06
bowo

Rela Bertanding saat Cedera Rusuk, Prabowo Minta Semangat Atlet Equestrian Dicontoh

Kamis, 10 September 2026 - 05:05

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.