• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

DPR Soroti Budaya Kecurangan di Pendidikan, Penguatan Integritas Jadi Harga Mati

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 9 Juni 2026 - 09:10
in Politik
Siswa

Ilustrasi - Suasana kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Penanaman nilai integritas sejak usia dini dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan menolak segala bentuk korupsi serta kecurangan. Foto: Dok. KPK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya memberantas korupsi dinilai harus dimulai jauh sebelum seseorang memasuki dunia kerja atau jabatan publik. Fondasinya justru dibangun sejak anak-anak melalui pembiasaan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan pendekatan yang lebih mendasar daripada sekadar penguatan regulasi dan pengawasan. Menurutnya, pendidikan karakter yang menanamkan integritas sejak usia dini menjadi elemen penting dalam membentuk generasi yang memiliki ketahanan moral.

BacaJuga:

Tak Hadir Rakornas TPAKD, KDM Mulai Berseberangan dengan Prabowo?

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

“Penanaman nilai integritas sejak dini merupakan fondasi utama pembangunan karakter anak bangsa yang menjadi bagian penting dari upaya pencegahan korupsi,” ujar Rerie -sapaan Lestari Moerdijat- dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terbitnya Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Aturan itu menegaskan larangan berbagai praktik yang berpotensi mencederai proses penerimaan siswa, mulai dari pungutan liar, titipan peserta didik, rekayasa domisili, hingga gratifikasi.

Rerie menyambut positif kebijakan tersebut karena dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga tata kelola pendidikan yang transparan dan berintegritas.

“Kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan pembentukan karakter antikorupsi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan integritas di sektor pendidikan belum sepenuhnya teratasi. Berbagai bentuk penyimpangan yang masih terjadi berisiko menggerus nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi ruh dalam proses pendidikan.

Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, indeks integritas sektor pendidikan tercatat berada pada angka 69,50 dari skala 100 poin.

“Capaian tersebut menunjukkan sistem integritas mulai terbentuk, tetapi belum sepenuhnya menjadi budaya yang konsisten di lingkungan Pendidikan,” ungkapnya.

Data KPK juga menunjukkan masih ditemukannya praktik pungutan liar di sejumlah sekolah. Selain itu, toleransi terhadap berbagai bentuk kecurangan dalam proses sertifikasi maupun akreditasi masih menjadi persoalan. Bahkan, sebagian kalangan masih memandang pemberian hadiah atau gratifikasi sebagai sesuatu yang lumrah.

Menurut Rerie, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pendidikan antikorupsi harus dijalankan secara nyata dan menyentuh substansi, bukan sekadar agenda formalitas.

“Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan antikorupsi harus diterapkan secara substantif dan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial,” tutur Rerie.

Ia menegaskan bahwa keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran yang sama penting dalam menanamkan karakter jujur dan berintegritas kepada anak-anak. Nilai-nilai tersebut harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari agar tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat.

“Tanpa integritas, pola asuh dan sistem pendidikan hanya akan melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara moral,” tegasnya.

Rerie berharap penguatan pendidikan karakter dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, dunia pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan individu yang memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk korupsi dan kecurangan dalam kehidupan bermasyarakat.(her)

Tags: DPR RIJabatanKejujurankorupsipendidikan

Berita Terkait.

Prabowo
Politik

Tak Hadir Rakornas TPAKD, KDM Mulai Berseberangan dengan Prabowo?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:10
HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata
Politik

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:41
Golkar
Politik

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33
doli
Politik

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:23
kpp
Politik

Jaga Pemilu 2029 Demokratis: Media Diminta Bersiap dan Pahami Regulasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:09
gibran
Politik

Pakar: MK Lempar “Bola Panas” ke DPR terkait Polemik Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:05

OLAHRAGA

BLISPI
Olahraga

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin membuka Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup...

SelengkapnyaDetails
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    3379 shares
    Share 1352 Tweet 845
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.