• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Pembuktian Terbalik Dipersoalkan, DPR Minta RUU Perampasan Aset Tak Langgar HAM

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 10:32
in Politik
RUU

Ilustrasi RUU Perampasan Aset. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dinilai harus mampu menyeimbangkan kepentingan pemberantasan kejahatan dengan perlindungan hak-hak warga negara. Kekhawatiran itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI bersama para akademisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah menegaskan, dukungan terhadap percepatan penyelesaian RUU tersebut tidak boleh mengabaikan potensi penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, regulasi yang disusun harus memiliki pagar hukum yang kuat agar tidak menjadi alat yang justru merugikan masyarakat.

BacaJuga:

Lawan Disinformasi, Golkar Dorong Penguatan Ekosistem Digital Kader

Golkar Buka Suara Soal Isu Bahlil Dikaitkan Penyadapan Prabowo

Jokowi Disebut Sedang Main Catur Politik, Ada Strategi Buying Time Menuju 2029

“Kita semua di Dewan ini serius untuk menyelesaikan RUU Perampasan Aset ini, tetapi kita harus punya sifat kehati-hatian terhadap undang-undang ini. Jangan undang-undang ini nanti kita buat menyebabkan kondisi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang) dari aparat penegak hukum kita yang kita lihat hari ini dipertontonkan seperti ini,” ujar Siti Aisyah dalam RDPU Komisi III DPR RI dengan akademisi Faisal Santiago, Dadang Herly, dan Fisabililah di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Selain menyoroti potensi penyalahgunaan kewenangan, Siti juga memberi perhatian khusus terhadap usulan penerapan mekanisme pembuktian terbalik dalam RUU Perampasan Aset. Menurutnya, skema tersebut memerlukan pembahasan yang lebih mendalam agar tidak berbenturan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).

Ia mempertanyakan apakah seseorang dapat dibebani kewajiban membuktikan asal-usul hartanya hanya berdasarkan dugaan tanpa didahului pembuktian adanya tindak pidana.

“Apakah pembuktian terbalik ini tidak sangat rancu kita masukkan di RUU Perampasan Aset ini? Karena kalau pembuktian terbalik, patut diduga saja tanpa ada tindak pidananya, apakah ini tidak melanggar HAM atau dengan kondisi aparat penegak hukum kita yang sekarang memungkinkan tidak undang-undang ini justru menjadi hal-hal yang sangat merugikan rakyat?” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, akademisi Faisal Santiago berpandangan bahwa mekanisme pembuktian terbalik tetap dapat diterapkan selama didasarkan pada ukuran kewajaran dan ditopang sistem penegakan hukum yang kredibel. Ia mencontohkan penanganan perkara Meikarta yang menurutnya menunjukkan adanya pengembalian aset kepada negara dalam proses penegakan hukum.

“Sebenarnya gampang saja untuk yang namanya pembuktian terbalik. Kan bisa dilihat dari kewajarannya,” ucap Faisal.

Faisal juga mengingatkan agar pembahasan RUU Perampasan Aset tidak berujung pada pembentukan institusi baru. Menurutnya, langkah yang lebih penting adalah memperkuat kapasitas lembaga penegak hukum yang sudah ada, seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK, sehingga implementasi aturan nantinya berjalan efektif sekaligus meminimalkan peluang penyalahgunaan kewenangan.

“Yang paling susah itu kalau kita membuka lembaga baru. Yang penting adalah penguatan, apakah di aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, atau KPK sudah sepentingnya ditingkatkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia menilai pembahasan RUU Perampasan Aset perlu berjalan beriringan dengan pembaruan regulasi lain, terutama di bidang hukum perdata. Menurut Faisal, harmonisasi antarperaturan menjadi syarat penting agar pelaksanaan undang-undang tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Sedangkan undang-undang Keperdataan kita basi, pakai yang lama. Nah ini juga kita harus pikirkan. Jadi enggak bisa kita satu potong, satu potong seperti puzzle, kita taruh dulu yang disini, nanti yang berikutnya, tidak bisa,” tambahnya.(her)

Tags: DPR RIRDPURUU Perampasan Aset

Berita Terkait.

golkar
Politik

Lawan Disinformasi, Golkar Dorong Penguatan Ekosistem Digital Kader

Sabtu, 7 November 2026 - 11:21
Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung
Politik

Golkar Buka Suara Soal Isu Bahlil Dikaitkan Penyadapan Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 20:55
Jokowi Disebut Sedang Main Catur Politik, Ada Strategi Buying Time Menuju 2029
Politik

Jokowi Disebut Sedang Main Catur Politik, Ada Strategi Buying Time Menuju 2029

Jumat, 6 November 2026 - 20:05
DKPP Lantik 228 Anggota TPD Periode 2026-2027, Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Politik

DKPP Lantik 228 Anggota TPD Periode 2026-2027, Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu

Kamis, 5 November 2026 - 12:48
kadin
Politik

Waketum Kadin Mulyadi Jayabaya Siap Dukung Prabowo 2 Periode

Selasa, 3 November 2026 - 18:08
lugito
Politik

Tak Ingin DKPP Jadi Keranjang Sampah, Heddy Lugito Usul Pembatasan Waktu Pelaporan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:03

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3346 shares
    Share 1338 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.