• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dorong Iklim Investasi di Jateng, Bea Cukai Perkuat Sinergi dengan KEK Kendal dan KIT Batang

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 8 Juni 2026 - 15:07
in Ekonomi
Susila-Brata

Bea Cukai mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan di KEK Kendal dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, pada awal Mei 2026. Foto: Dok. Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bea Cukai perkuat sinergi dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah guna mendukung iklim investasi dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kepabeanan. Upaya tersebut diwujudkan melalui monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Susila Brata, di KEK Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada awal Mei 2026.

Kunjungan ke KEK Kendal dilaksanakan pada Selasa (6/5/2026) dan dihadiri oleh Presiden Direktur Kendal Industrial Park (KIP) Vincent Lee, Kepala Administrator KEK Kendal Tjertja Karja Adil, serta Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak. Dalam kesempatan tersebut, Bea Cukai berdialog dengan para pemangku kepentingan untuk menghimpun aspirasi sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas kepabeanan.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Salah satu fokus pembahasan adalah percepatan implementasi sistem persediaan berbasis teknologi informasi atau IT Inventory. Dari 149 perusahaan yang beroperasi di KEK Kendal, sebanyak 84 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas kepabeanan. Namun, baru 17 perusahaan yang telah menyelesaikan penetapan IT Inventory sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi ekonomi kawasan ini. Oleh karena itu, sinergi dan kepatuhan terhadap ketentuan IT Inventory menjadi kunci agar fasilitas fiskal dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengganggu iklim investasi yang sudah sangat positif,” ujar Susila.

Menurutnya, KEK merupakan Program Strategis Nasional yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2025 yang mencapai 7 persen , tertinggi di Jawa Tengah. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi pengawasan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi agar investasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Selain membahas IT Inventory, Bea Cukai dan para pemangku kepentingan juga mengevaluasi penerapan sistem autogate yang menjadi kewajiban bagi badan usaha dan pelaku usaha di kawasan. Para pelaku usaha didorong untuk terus berkoordinasi dengan pengelola kawasan guna memastikan integrasi sistem berjalan optimal.

Sehari setelahnya, pada Senin (7/5/2026), Susila Brata melanjutkan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi antara Bea Cukai, Administrator KEK, dan penyelenggara kawasan untuk mengevaluasi efektivitas fasilitas kepabeanan dalam mendukung aktivitas industri dan investasi.

Dalam pertemuan tersebut, Ia menegaskan bahwa fasilitas KEK berupa penangguhan bea masuk dan pembebasan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) dirancang untuk meningkatkan daya tarik investasi. Menurutnya, sinergi antara regulator dan pengelola kawasan menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan industri nasional.

Saat ini terdapat 44 pelaku usaha yang terdaftar di KITB, dengan 27 perusahaan telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean. Namun, baru 12 perusahaan yang aktif memanfaatkan fasilitas kepabeanan. Oleh karena itu, Bea Cukai mendorong pelaku usaha untuk segera mengoptimalkan fasilitas tersebut melalui penerapan IT Inventory yang terintegrasi.

Melalui dua kunjungan ini, Bea Cukai berharap kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha semakin kuat. Dengan dukungan teknologi informasi yang terintegrasi serta kepatuhan administrasi yang baik, kawasan industri di Jawa Tengah diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(ipo)

Tags: Bea CukaiKEK KendalKIT Batang

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1098 shares
    Share 439 Tweet 275
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2807 shares
    Share 1123 Tweet 702
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.