INDOPOSCO.ID – Pertumbuhan kawasan industri, gedung bertingkat, pusat data, hingga berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia turut meningkatkan kebutuhan terhadap sistem proteksi kebakaran yang lebih komprehensif. Di tengah tantangan tersebut, transformasi digital mulai menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses terhadap layanan keselamatan.
Berangkat dari kebutuhan itu, Saffire meluncurkan platform digital yang mengintegrasikan berbagai solusi fire protection dan industrial safety dalam satu ekosistem. Platform ini dikembangkan untuk memudahkan perusahaan maupun masyarakat memperoleh informasi, berkonsultasi, hingga melakukan pengadaan perlengkapan keselamatan secara lebih praktis.
Selama ini, masih banyak pihak yang menganggap perlindungan terhadap risiko kebakaran cukup dipenuhi dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Padahal, sistem proteksi kebakaran mencakup rangkaian yang jauh lebih luas, mulai dari deteksi dini, perlengkapan keselamatan kerja atau personal protective equipment (PPE), perangkat tanggap darurat, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi darurat.
Direktur Saffire, Razali Bin Jaafar, mengatakan keselamatan seharusnya menjadi bagian dari upaya pencegahan, bukan hanya respons setelah insiden terjadi.
“Keselamatan tidak boleh menjadi sesuatu yang baru dipikirkan ketika insiden sudah terjadi. Kami melihat masih banyak perusahaan maupun individu yang membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap informasi dan perlengkapan fire protection. Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujar Razali dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengakses beragam kebutuhan keselamatan, mulai dari produk fire protection, personal protective equipment (PPE), electrical safety, rescue equipment, lock out tag out (LOTO), gas detection, spill control, first aid, hingga selimut api khusus kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Selain mempercepat proses pengadaan, sistem digital ini juga diharapkan menghadirkan proses yang lebih transparan dan terdokumentasi sehingga dapat mendukung implementasi budaya keselamatan kerja secara berkelanjutan di berbagai sektor.
Razali menilai prospek kebutuhan sistem proteksi kebakaran akan terus bertumbuh seiring ekspansi berbagai sektor strategis di Indonesia.
“Kebutuhan terhadap sistem proteksi kebakaran diperkirakan akan terus meningkat seiring pesatnya pembangunan kawasan industri, pusat data, gedung bertingkat, fasilitas kesehatan, serta berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sistem proteksi kebakaran harus berjalan beriringan dengan penyediaan teknologi dan perlengkapan keselamatan yang memadai.
“Saffire berharap transformasi digital yang dilakukan tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga mendorong perusahaan maupun masyarakat menjadikan keselamatan sebagai budaya sehari-hari, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi,” tutur Razali.
Sebagai penyedia solusi fire protection, industrial safety, dan emergency response, Saffire menghadirkan berbagai perlengkapan keselamatan yang menyasar kebutuhan sektor industri, gedung komersial, fasilitas publik, hingga kendaraan listrik.
“Melalui pengembangan layanan digital, perusahaan berkomitmen memperluas akses terhadap solusi keselamatan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi,” tambahnya.(her)


















